2 December 2022

Emiten penyedia jasa pelabuhan dan pertambangan, Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI), berencana mengakuisisi 10% saham PT Arutmin Indonesia (Arutmin) yang merupakan anak usaha Bumi Resources (BUMI).

SinarHarapan.id – Emiten penyedia jasa pelabuhan dan pertambangan, Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI), berencana mengakuisisi 10% saham PT Arutmin Indonesia (Arutmin) yang merupakan anak usaha Bumi Resources (BUMI). Aksi itu akan dilakukan pada semester I-2023, usai menuntaskan akuisisi PTT Mining Ltd Hongkong (PTTML) pada November tahun ini.

Dalam acara public expose pada Kamis (15/9/2022), Direktur Keuangan BIPI, Michael Wong, menjelaskan bahwa proses akuisisi tersebut masih dalam bentuk agreement. Menurut Michael, transaksi ini diperkirakan baru efektif pada 1H23 karena masih ada kondisi yang harus dipenuhi.

“Akuisisi 10% di Arutmin akan terlaksana pada semester I tahun depan, ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi,” ujar Direktur Keuangan BIPI Michael Wong

Saham yang diakuisisi BIPI didapatkan dari PT Tiga Lima Rekso yang setuju mengkonversi utang sebesar ~121,7 juta dolar AS (~1,8 triliun rupiah) dengan mengalihkan 10% saham Arutmin. Ini bukanlah pertama kalinya BIPI mengakuisisi saham perusahaan tambang batu bara. Pada awal Agustus lalu, BIPI telah mengumumkan akuisisi PTT Mining Ltd Hongkong senilai 471 juta dolar AS (~7 triliun rupiah). PTT Mining Ltd Hongkong sendiri memiliki beberapa konsesi tambang batu bara, antara lain di Brunei Darussalam, Madagaskar, dan 3 tambang di Kalimantan.

BIPI telah mengakuisisi PTT sebagai langkah strategis anorganik untuk mendongkrak kinerja keuangan dan operasional perseroan di tahun ini. Adapun PTTML saat ini memiliki beberapa konsesi tambang batu bara, antara lain di Brunei Darussalam, Madagaskar, dan tiga tambang batu bara di Kalimantan, Indonesia. PTTML sendiri merupakan entitas anak dari PTT International Holdings Limited, entitas anak yang sepenuhnya dimiliki oleh PTT. (Red)

About Post Author