7 October 2022

DILD mengantongi pendapatan pra penjualan Rp803 Miliar atau 33,45 persen dari target yang ditetapkan.

SinarHarapan.id – Emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD). Pasalnya, meninjau ulang target bisnisnya pada tahun 2022 kinerja emiten properti DILD di Semester II 2022 masih dihantui berbagai sentimen negatif. Bulan ini perseroan akan melihat kembali target dari marketing sales. Perseroan berharap masih bisa meraih laba di tahun ini.

Dikutip dari 1st Session Closing IDX Chanel hingga Juni 2022 DILD baru mengantongi pendapatan pra penjualan Rp803 Miliar atau 33,45 persen dari target yang ditetapkan. Sebelumnya DILD mematok target marketing sales tahun ini bisa mencapai Rp2,4 triliun. Disisa tahun ini DILD berharap bisa mendapat pendapatan salah satunya serah terima unit apartement kelas atas di kawasan Jakarta Pusat.

Apartement yang diluncurkan pada 2018 lalu ini sudah terjual 90 persen atau sekitar Rp2,2 triliun. Sekitar 50 persen dari serah terima unit apartement bisa menjadi pendapatan DILD disisa tahun ini. Kedepan DILD akan fokus menggarap pasar landed house sebab penjualan high rise yang masih terus menurun.

DILD memang bermain di pasar high rise, sebanyak 60% income di high rise, sisanya di residensial 25%, recurring income 10%, dan sisanya kawasan industri. Selain itu, di semester II ini Intiland juga masih akan meluncurkan kluster-kluster baru dari proyek existing seperti di Serenia Hills, Graha Natura, dan Amnesta Living. (Red)