29 November 2022

Saat pembagian hadiah di akhir turnamen Japfa Chess Festival 2022, di Gedung Serbaguna, Senayan, Rabu (14/9/2022). (sh.id/nonnie rering)

SinarHarapan.id – Keberuntungan belum memihak pecatur putra Indonesia, IM Mohamad Ervan. Sempat memimpin hingga babak kelima, tapi ia justru gagal memenuhi ambisinya pada laga dwi tarung turnamen catur JAPFA Chess Festival 2022.

Ya, Ervan gagal meraih poin saat menghadapi pecatur Filipina GM Laylo Darwin (2439) pada babak keenam yang digelar di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2022) sekaligus hari terakhir turnamen akbar ini.

Pecatur dengan elorating 2395 tersebut sebenarnya hanya butuh hasil remis untuk menjuarai dwi tarung turnamen ini. Sebab pada babak kelima, Ervan masih unggul dengan poin 3-2.

Tapi, pada partai keenam atau terakhir, ia kalah dari pecatur Olimpiade asal Filipina tersebut. Hasil poin akhir adalah 3-3. Dan, pada catur kilat dua Babak,  Ervan kalah playoff.

Meski kalah di perlombaan terakhir, Ervan tak menyesal dengan hasil yang didapat. “Strategi yang saya persiapkan sangat berbeda, lawan sulit ditebak permainannya,” kata Ervan usai acara penutupan turnamen.

Ia bakal mengevaluasi seluruh permainan yang dipertunjukkan lawan Laylo Darwin di ajang bergengsi itu. Baginya, masalah utama yang harus dibenahi adalah opening, terutama kala pegang buah hitam.

Hasil serupa diraih pecatur putri Indonesia, IM Medina Warda Aulia. Di turnamen ini, Medina yang melakoni partai dwi tarung lawan WGM Gong Qianyun (Singapura), juga harus mengubur asa untuk menang. Selama enam babak, pecatur langganan pelatnas tersebut kalah dengan poin akhir 2,5, sementara lawan 3,5.

Wakil Ketua Umum PB Percasi, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus saat berpesan kepada para Pecatur sekaligus menutup turnamen catur ‘Japfa Chess Festival 2022’, Rabu (14/9/2022). (sh.id/nonnie rering)

Medina mengakui penampilannya mengikuti turnamen saat ini sedang menurun, berbeda kala membela tim nasional Indonesia pada Olimpiade di India, beberapa waktu lalu. Kala itu, performanya sedang bagus-bagusnya.

“Memang kalau di olahraga, kadang naik kadang turun. Mungkin sekarang bukan performa terbaik buat aku,” ujar Medina. Sementara lawannya, Gong Qianyun justru memuji Medina dan Indonesia sebagai tuan rumah.

“Ia tampil tenang dan pengalaman membuatnya mampu menguasai situasi sulit. Selama beberapa hari, saya banyak belajar dari Medina. Indonesia juga sebagai tuan rumah terbilang sukses, panitia dan penyelenggara sukses. Nyaris semua orang Indonesia bisa bermain catur. Salut,” tutur Gong Qianyun usai pertandingan.

Adapun di kategori terbuka, juaranya adalah pecatur asal Jabar FM Arif Abdul Hafiz dengan koleksi 8 poin. Untuk posisi kedua hingga kesepuluh ditempati FM Hamdani Rudin (Jabar/7,5 poin), FM Catur Adi Sagita (Jatim/7,5), IM Jodi Setyaki (DKI Jakarta/7,5), NM Dzaky Dhiaulhaq Bts 207 (Sulteng/7), IM Danny Juswanto (Banten/7), NM Suyud Hartoyo (Jateng/7), NM Iqra Moesa Putra (Kaltim/7), Garry R Jativa Bts 207 (Jabar/7) dan IM Gilbert Elroy (DKI Jakarta/7).

Wakil Ketua Umum PB Percasi, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus berpesan kepada para atlet yang meramaikan turnamen ini untuk terus mengasah kemampuan. Ia mengibaratkan pisau kalau tak diasah pasti akan tumpul.

“Adik-adik pecatur, asah terus kemampuan, jangan pernah menyerah demi yang terbaik untuk kita dan Indonesia. Dari Japfa, kami juga ucapkan terima kasih atas semangatnya yang tak pernah luntur untuk memajukan catur Indonesia,” kata Yulius. (non)

About Post Author