26 September 2022

Ilustrasi kilang minyak.

SinarHarapan.id – Harga minyak dunia turun lebih 2% pada Kamis (15/9/2022) karena ekspektasi permintaan lebih lemah dan penguatan dolar AS menjelang kenaikan suku bunga The Fed yang berpotensi melebihi kekhawatiran pasokan.

Harga minyak mentah Brent melemah 3,46% menjadi US$ 90,84, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup tergerus US$ 3,38, atau 3,8% jadi US$ 85,10 per barel. Badan Energi Internasional (The International Energy Agency/IEA) mengatakan minggu ini pertumbuhan permintaan minyak akan terhenti pada kuartal keempat.

Sementara dolar bertahan di dekat level puncak baru-baru ini, didukung ekspektasi Federal Reserve AS, The Fed akan terus memperketat kebijakan.

Hal lain yang mempengaruhi harga minyak adalah penguatan dolar. Minyak mentah telah turun setelah lonjakan mendekati level tertinggi sepanjang masa pada Maret 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina menambah kekhawatiran pasokan. Harga minyak tertekan oleh prospek resesi dan permintaan yang lebih lemah.

Minyak berada di bawah tekanan dari penguatan dolar, yang membuat komoditas berdenominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, menjelang pertemuan Federal Reserve minggu depan yang dapat menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin. (Red)