26 September 2022

Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai.

SinarHarapan.id – Harga minyak kembali naik pada perdagangan Jumat (23/9/2022) pagi. Pasar fokus pada kekhawatiran pasokan minyak Rusia, meningkatnya permintaan China dan setelah bank sentral Inggris menaikkan suku bunga kurang dari yang diperkirakan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2022 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 83,64 per barel, naik 0,18% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 83,49 per barel.

Harga minyak naik imbas pelemahan dolar AS dan investor mulai mempertimbangkan prospek permintaan, menyusul kenaikan suku bunga The Fed. Analis menilai kendala pasokan dari OPEC menambah dukungan untuk kenaikan harga minyak lebih lanjut.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman November bertambah 63 sen atau 0,7% menjadi USD90,46 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah naik lebih dari USD2 di awal sesi.

Rusia menerapkan wajib militer terbesarnya sejak Perang Dunia Kedua, meningkatkan kekhawatiran eskalasi perang di Ukraina lebih lanjut dapat mengganggu pasokan. Sementara permintaan minyak mentah di Tiongkok, importir minyak terbesar dunia, berbalik menguat setelah diredam oleh pembatasan ketat Covid-19.

Disisi lain, Bank sentral Turki secara tak terduga memangkas suku bunga kebijakannya sebesar 100 basis poin menjadi 12%, ketika sebagian besar bank sentral di seluruh dunia bergerak ke arah yang berlawanan. (Red)