26 September 2022

Emiten produsen tepung olahan gandum, PT Cerestar Indonesia Tbk. (TRGU) optimistis kenaikan harga gandum di pasar global tidak mempengaruhi kinerja perseroan tahun ini.

SinarHarapan.id – Emiten produsen tepung olahan gandum, PT Cerestar Indonesia Tbk. (TRGU) optimistis kenaikan harga gandum di pasar global tidak mempengaruhi kinerja perseroan tahun ini. Hal ini karena permintaan tepung terigu di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, dan TRGU telah melakukan penyesuaian secara bertahap agar pelanggan dapat menyesuaikan harga jual makanan yang diproduksi.

“Sekalipun kami punya stok yang dibeli dengan harga lama, kami tidak mengoptimalkan keuntungan dari kenaikan harga tersebut. Kami memilih melakukan adjustment secara bertahap, supaya pelanggan bisa melakukan penyesuaian juga,” ujarnya dalam keteranganny pada Selasa (20/9/2022).

Dengan strategi penyesuaian tersebut, penjualan tepung terigu TRGU di semester I/2022 pun meningkat 7,07 persen menjadi 242.000 MT, dari sebelumnya sebanyak 226.000 MT.Sepanjang paruh pertama tahun ini, TRGU membukukan laba bersih Rp19,69 miliar, mencapai 99 persen dari target laba bersih 2022 senilai Rp20 miliar.

Tren kenaikan harga gandum di pasar global saat ini masih berlangsung akibat imbas konflik geopolitik Rusia-Ukraina. Baca Juga : Baru juga IPO, Saham Cerestar Indonesia (TRGU) Langsung Kena ARA Mengutip data Bloomberg, harga gandum di Chicago Board of Trade (CBOT) untuk kontrak Desember 2022 naik 0,54 persen menjadi US$835 per bulk. Per Juni 2022, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor gandum Indonesia mencapai 5,5 juta ton.

TRGU optimistis kenaikan harga gandum akibat kelangkaan pasokan dunia akan segera mereda, karena sejumlah negara seperti Kanada, Australia, dan Amerika Serikat turut memasok pasar gandum global.