7 October 2022

SinarHarapan.id – Salah satu fungsi media sosial yang belum banyak dimanfaatkan kegunaannya, yakni untuk mempromosikan kegiatan komunitas. Melalui media sosial, komunitas dapat menyebarkan informasi, rekruitmen, dan komunikasi sesama anggota maupun bukan anggota.

”Komunitas merupakan kelompok sosial yang memiliki kesamaan dalam berkegiatan,” kata dosen Institut dan Bisnis STIKOM Bali Gde Sastrawangsa pada webinar ”Indonesia Makin Cakap Digital” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI untuk komunitas digital di wilayah Bali – Nusa Tenggara, Jumat (23/9).

Sastra mengatakan, sebagai sarana interaksi dan komunikasi, media sosial secara umum dapat menjadi sumber informasi, rekruitmen, edukasi, dan marketing. Meski demikian, tiap jenis media sosial memiliki keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan komunitas.

Jenis media sosial untuk komunitas, di antaranya: WhatsApp, Facebook, Twitter, Instagram, Telegram, YouTube, TikTok, dan Website komunitas. Masing-masing media sosial memiliki karakter dan keunggulan tersendiri untuk pengembangan promosi komunitas.

”Misalnya WhatsApp, efektif untuk komunikasi kelompok; Facebook, untuk edukasi dan informasi publik; Instagram, informasi dan edukasi publik; Telegram, komunikasi kelompok dan informasi publik; YouTube, edukasi dan informasi; TikTok, edukasi dan informasi,” jelas Sastra di hadapan hampir 400 peserta dan komunitas digital wilayah Bali.

Dalam diskusi virtual bertajuk ”Mempromosikan Komunitasmu dengan Sosial Media”, Dewan Pembina Relawan TIK Provinsi Bali itu berpesan, para pengguna internet (netizen) di Indonesia melakukan literasi, khususnya untuk pilar kecakapan dan keamanan digital.

”Dibandingkan dengan dua pilar lain (digital culture dan digital ethics), indeks literasi digital kita pada pilar digital skill dan digital safety masih tergolong rendah,” tegas Gde Sastrawangsa.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 yang merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) ini diselenggarakan oleh Kemenkominfo bekerja sama dengan Siberkreasi dan mitra jejaring lainnya. Kegiatan yang diagendakan digelar hingga awal Desember nanti ini diharapkan mampu memberikan panduan kepada masyarakat dalam melakukan aktivitas digital.

Sejak diselenggarakan pada 2017, GNLD telah menjangkau 12,6 juta warga masyarakat. Pada tahun 2022, Kominfo menargetkan pemberian pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta warga masyarakat.

Pelatihan literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten tersebut selalu membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Dari perspektif etika digital (digital ethics), Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan SDM Relawan TIK Provinsi Bali Ni Kadek Sintya menyampaikan pentingnya media sosial untuk pengembangan komunitas. Di antaranya: menyampaikan visi misi organisasi dengan mudah dan murah, membangun dukungan publik, dan mendorong traffic.

Bagi Sintya, promosi komunitas di media sosial dapat dilakukan dengan cara interaksi, partisipasi, dan kolaborasi. ”Manfaatkan fitur yang ada di media sosial seperti caption, hashtag, feeds, follow, comment, dan engagement,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Sintya juga membagikan tips membangun relasi sosial dengan menerapkan netiket. Yakni, menggunakan media sosial dan email untuk hal yang bermanfaat, internet untuk berbagi informasi mendidik dan menghibur, menghindari isu SARA dan berbau pornografi, serta menggunakan media sosial untuk berbagi foto dan video inspiratif.

Dipandu oleh moderator Theodora Mayang, webinar kali ini juga menghadirkan influencer Tenny Clemenstine selaku key opinion leader. Informasi lebih lanjut silakan akses info.literasidigital.id atau akun Instagram @siberkreasi. (*)