28 November 2022

Panen yang melibatkan 41 petani, baik dari masyarakat Baduy maupun Non Baduy ini menghasilkan sebanyak 32,5 ton jahe merah yang dibudidaya dari 2,6 hektar lahan pertanian.

SinarHarapan.id – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama PT Bintang Toedjoe berkomitmen berkolaborasi mengembangkan pertanian jahe merah di Lebak, Banten. Petani binaan YDBA hasilkan panen jahe merah 32,5 ton.  Jahe merah yang dibudidaya dari 2,6 hektar lahan pertanian akan dikirim para petani ke PT Bintang Toedjoe. Pada hari ini Kamis (15/9/2022) dilakukan panen kedua jahe merah di Lebak, Banten dengan melibatkan 41 petani baik dari masyarakat Baduy maupun Non Baduy.

Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang mendukung peningkatan perekonomian. Salah satu sektor tersebut adalah komoditas jahe merah yang memiliki potensi pasar terbuka, baik di pasar nasional maupun di pasar global. Melalui program pembinaan baik manajemen maupun teknis telah diberikan YDBA dan PT Bintang Toedjoe kepada petani di Desa Hariang dan Kenakes, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten untuk menghasilkan produk pertanian sesuai dengan standar quality, cost and delivery yang ditetapkan PT Bintang Toedjoe sebagai Ayah Angkat.

Hasil panen kedua ini meningkat 100% dari panen perdana pada 20 Oktober 2021 yang menghasilkan 16 ton jahe merah yang juga dipasok ke PT Bintang Toedjoe. Hadir dalam kegiatan panen ini, yaitu Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala; Bendahara Pengurus YDBA, Handoko Pranoto; Pengurus YDBA, Vilia Husin serta para petani binaan.

Sigit P. Kumala dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para petani atas pencapaian panen yang meningkat pada tahun ini. Sigit berharap pencapaian tersebut dapat terus ditingkatkan dan para petani di Lebak Banten juga dapat melakukan budidaya diproduk lainnya, seperti cabai maupun padi yang banyak dibutuhkan oleh para calon offtaker.

Asrip, petani Baduy Luar binaan YDBA menyampaikan semangatnya dalam mengikuti program pembinaan jahe merah yang berdampak pada jumlah dan kualitas jahe yang dihasilkan. Sebelum mengikuti pembinaan, jahe merah yang dihasilkannya hanya mencapai 2 kuintal saat panen raya, kini Asrip bisa menghasilkan 2 ton dengan standar QCD sesuai yang ditetapkan oleh Ayah Angkat.

Sedangkan, Rohmat petani Non Baduy binaan YDBA menyampaikan, program pembinaan YDBA yang selama ini diikutinya mendorong Rohmat untuk melakukan inovasi, salah satunya dengan membuat simplisia sebagai produk turunan dari jahe merah basah yang dibutuhkan oleh berbagai perusahaan. Melalui produk turunan tersebut Rohmat berharap, pendapatan yang dihasilkan oleh para petani jahe merah di Lebak Banten dapat terus meningkat. (Red)

About Post Author