3 December 2022

SinarHarapan.id-Kondisi ekonomi masih belum menentukan secara makro dan mikro.

Perlu menyiasati kondisi ini dengan beberapa strategi dan persiapan, agar segala keinginan dan tujuan tercapai.

Begitu juga di bidang properti, pelaku usaha di sektor ini ditantang untuk mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada.

Berbagai manuferpun dilakukan pengembang properti yakni PT Synthesis Karya Pratama untuk menjaring konsumen melalui proyek Synthesis Huis.

Aldo Daniel selaku Managing Director Synthesis Huis mengatakan, dalam dua tahun terakhir kami berusaha melakukan beragam cara, memaksimalkan rancangan desain, menata lingkungan hunian senyaman mungkin, termasuk menuangkan konsep Secara keseluruhan, dalam diskusi bersama media dengan tema “Inflasi di Depan Mata, Saatnya Beli Properti”. ’

“Hunian Synthesis Huis ini menjadi pilihan yang tepat bagi milenial. Bahkan kami sengaja mengadopsi gaya arsitektur Skandinavia untuk menciptakan kesan hunian kekinian yang mengutamakan fungsi ruang sesuai kebutuhan aktivitas saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Aldo mengatakan, tinggal di Synthesis Huis itu serba praktis seperti, lokasinya strategis dan aksesnya pun mudah dijangkau. Bahkan, dekat ke mana-mana. Untuk bisa sampat Ke pintu tol pasar Rebo hanya dibutuhkan waktu 5 menit, begitu pula untuk bisa ke stasiun LRT hanya 10 Menit.

Synthesis Huis hanya selangkah dari pusat perbelanjaan Cijantung, rumah sakit, fasilitas pendidika, dan kawasan perkantoran.

“Kawasan hunian ini berorientasi pada transportasi publik atau Transit Oriented Development (TOD). Nantinya, moda busway TransJakarta bisa langsung diakses penghuni, karena haltenya ada di dalam area Kawasan Synthesis Huis. Sementara bagi yang ingin beraktivitas menggunakan kendaraan pribadi, pintu tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) hanya berjatak satu kilometer dari kawasan. Jalan tol ini terkoneksi ke delapan ruas tol di Jakarta, sehingga memudahkan penghuni dalam melakukan perjalananmenuju CBD TB. Simatupang, pusat kota, luar kota, maupun ke bandara Halim Perdanakusuma dan Soekarno-Hatta,” urainya.

“Dan, tak kalah menarik yaitu lokasinya dekat dengan hutan kota Cijantung, memiliki lingkungan hunian yang asri. Bahan nuansa alami sebagai perumahan eksklusif seperti ini rasanya sulit ditemukan dj Jakarta. Buat saya Synthesis Huis merupakan hidden gems home dengan beragam keunggulan yang dimiliki dan diharapkan menjadi kawasan hunian yang mampu mengakomodir semua keluarga. Saya optimis, konsep bangunan dengan tata letak yang kami tawarkan akan 2023 karena sudah menyesuaikan gaya hidup saat ini,” pungkas Aldo.

Indra W Antono selaku pemerhati properti memaparkan analisa dan peluang investasi properti di tengah kondisi Inflasi.(SH.id/Iwa)

Sementara menurut Indra W Antono selaku pemerhati properti mengatakan, untuk bisa mengakomodir semua kebutuhan konsumen, pihak pengembang dituntut untuk berinovasi secara cermat, karena konsumen properti saat ini lebih selektif. Ini menjadi tantangan yang harus diperhatikan secara matang oleh para developer saat menawarkan produk propertinya. Mencermatinya tidak hanya dari keunggulan lokasi saja, tapi juga dari berbagai sisi.

Menurut Indra, geliat bisnis properti sebelum dan setelah pandemi sangatlah berbeda. Jika ingin produk propertinya sukses dipasaran dan bisa diterima semua kalangan, para pengembang harus jeli mengetahui kebutuhan dan kecenderungan pasar memilih hunian. Karena itu dibutuhkan riset pasar, melakukan pendekatan, merincikan kebiasaan atau prilaku keseharian dalam beraktivitas dan menganalisa lingkungan yang mendalam, termasuk berinovasi dari sisi digital. Hasil tersebut akan berpengaruh pada pengembangan produk.

Dari analisanya Indra mempaparkan, Synthesis Huis merupakan kawasan hunian yang sudah melakukan inovasi dari berbagai hal menyesuaikan kebutuhan konsumen. Hadirnya Synthesis Huis di Cijantung sangatlah tepat. Selain strategis, wilayah Jakarta Timur juga memiliki potensi investasi yang cukup tinggi, hanya saja memang belum terdongkrak secara merata. Bukan hanya itu, desain yang ditawarkan pun menarik untuk dijadikan hunian pilihan.

“Hype wilayah Jakarta Timur itu perlu ada pengembang yang melakukan dan menginformasikan secara masif, ini merupakan tantangan yang harus dilakukan dan dipertimbangkan developer,” ujarnya.

“Jadi, sebelum inflasi melesat sekaligus menjadi ancaman, harga tanah dan bahan material terkerek naik, kita harus memotivasi masyarakat luas termasuk kalangan milenial untuk segera memiliki properti. Karena kalau tidak dari sekarang mereka akan sulit memiliki rumah. Perlu dicatat, harga properti tidak pernah turun dan mempunyai rumah harus menjadi prioritas. Saya tegaskan, sekaranglah saat yang tepat untuk segera membeli rumah,” tutup Indra.

 

About Post Author