29 November 2022

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) diproyeksikan dapat mengembalikan nilai bagi pemegang saham usai melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) senilai Rp 24 triliun. Sentimen positif pergerakan sahamnya diprediksi akan berlanjut.

SinarHarapan.id – Emiten kontraktor tambang PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) berpotensi terkerek pada semester II-2022. Kinerja operasional Delta Dunia Makmur seharusnya mampu meningkat pada musim kemarau di semester II-2022. Hal tersebut sejalan dengan curah hujan yang lebih rendah di paruh kedua tahun ini.

Peningkatan kebarhasilan ini 83% lebih besar dari volume OB yang dibukukan pada periode semester pertama tahun lalu yang hanya 142,0 juta bcm. Merujuk pada laporan operasional per Juni 2022, DOID membukukan kinerja volume pengupasan lapisan atau Overburden Removal (OB) sebanyak 260,1 juta bank cubic meter (bcm).

Volume produksi batubara turut naik 64% menjadi 41,1 juta ton dari sebelumnya 25 juta ton batubara. Jajararan manajemen DOID menyebutkan peningkatan kinerja operasional sudah termasuk hasil kinerja dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Australia yang diakuisisi pada 2021 yang lalu. Perolehan kontrak baru turut mendorong kinerja emiten jasa pertambangan ini.

DOID mencetak pendapatan senilai US$ 722,87 juta atau melejit 107,16% dari pendapatan di semester I-2021 yang hanya US$ 348,93 juta. Dengan valuasi saham DOID masih terbilang murah. Berdasarkan RTI, sekarang ini saham DOID diperdagangkan dengan PER di 22,72 kali dan PBV di 1,05 kali.

Hingga semester pertama tahun ini DOID telah menginvestasikan US$ 85 juta untuk belanja modal yang digunakan untuk mendukung pertumbuhan kontrak baru dan juga pemeliharaan (maintenance). (Red)

About Post Author