26 September 2022

SinarHarapan.id, Jakarta– Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) kembali melakukan survei suara masyarakat Indonesia untuk mengukur dinamika pendapat dan pilihan masyarakat terhadap parpol dan tokoh bakal capres pada pemilu 2024.

Hasil Survei menunjukan kriteria Capres sebagai penganti Jokowi dari jawaban 1988 responden maka kriteria capres 2024 yang diinginkan oleh Publik sebanyak 92,8 sosok yang mau bekerja keras dan sebanyak 90,7 persen menginginkan Capres yang mempunyai jiwa leadership dan kepemimpinan yang kuat, dan sebanyak 93,7 persen punya rekam jejak yang kinerjanya sudah dirasakan masyarakat Indonesia, dan sebanyak 95,7 persen publik menginginkan Capres yang selalu berpihak pada kepentingan rakyat.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) Alamsyah Wijaya mengatakan, teknik pengumpulan data survei dilakukan dengan wawancara melalui tatap muka dan sambungan telepon seluler dan secara langsung di 34 ibu kota Provinsi di Indonesia.

Selanjutnya, kata Alamsyah, survei dilakukan dengan metodologi, teknik penetapan sampel adalah probability sampling dengan cara Multi Stage Random Sampling dengan jumlah responden 1988 orang.

“Demographi Responden dalam penelitian ini Generasi Z sebanyak 17,8 persen yang berada di usia produktif, yaitu milenial sebanyak 37,9 persen dan Generasi X sebanyak 32,9 persen.Sementara Generasi Pre Boomer sebanyak 11,4 persen,” kata Alamsyah kepada wartawan, Senin (12/9/2022).

Sementara itu, penelitian dalam survei ini melibatkan warga negara indonesia yang sudah berumur 17 tahun keatas atau sudah memiliki hak pilih saat survei dilakukan, dan warga negara indonesia yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini sebanyak 1988 responden orang yang tersebar di 408 Kabupaten/ Kota di Indonesia. penentuaan jumlah data yang disurvei mengunakan metode multistage random sampling yang didasarkan pada jumlah DPT pemilu 2019 di 408 Kabupaten/Kota ,Margin Of Error +/-2.2 tingkat kepercayaannya 95 persen .Waktu penelitian 22 Agustus-4 September 2022.

Alamsyah menjelaskan, tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Pemerintahan Jokowi Bidang Ekonomi yang menyatakan Puas 71,4 persen, Tidak Puas 19,4persen dan tidak menjawab 9,2 persen.

Bidang Penegakan Hukum
yang menyatakan Puas 71,4persen, Tidak Puas 21,4 persen dan tidak menjawab 7,2 persen. Bidang Kesejahteraan Sosial (Bansos, Prakerja, Bantuan UMKM, BLT)
yang menyatakan Puas 82,6 persen, Tidak Puas 8,3 persen dan tidak menjawab 9,1 persen

Menurut pendapat publik tentang arah negara dan bangsa diera pemerintahan Jokowi, sebanyak 83,3 persen menyatakan arah negara dan bangsa sudah pada arah yang tepat dan benar sebanyak 8,1 persen menyatakan arah negara dan bangsa tidak tepat dan benar dan sebanyak 8,6 persen tidak menjawab

“Hasil Temuan survei terkait kepemimpinan nasional 2024 -2029 sosok presiden yang di inginkan oleh masyarakat dari hasil jawaban para responden tergambar persepsi publik bahwa Masyarakat jengah dan bosan dengan pemimpin bangsa yang cenderung berwibawa menjaga sikapnya dengan publik,” bebernya.

Hal ini tergambar dari jawaban 16,0 persen responden yang hanya menginginkan presiden dengan sosok berwibawa dan menjaga sikap pada publik. begitu juga dengan sosok yang merakyat,” Dekat dengan masyarakat, dan memiliki penampilan seperti masyarakat kecil pada umumnya hanya diinginkan oleh sebanyak 18,0 persen dan yang paling banyak diidamkan oleh 58,0 persen masyarakat adalah sosok presiden yang dari kinerja yang dihasilkan selama menjabat menjadi pejabat negara benar benar dirasakan dan mempengaruhi peningkatan kualitas kehidupan keluarga masyarakat dan yang tidak menjawab sebanyak 8,0 persen,” ucapnya.

Dalam survei ini juga dilakukan pengukuran preferensi masyarakat terhadap tokoh tokoh bakal capres , sebelum dilakukan prapenelitian untuk menjaring nama nama tokoh yang berpotensi dicalonkan oleh partai politik peserta pemilu 2019 yang memiliki kursi di DPR RI.

Dimana didasarkan UU Pemilu Capres hanya bisa diusung oleh Parpol yang memiliki kursi di DPR RI , dari prapenelitian didapati nama tokoh tokoh diantaranya Prabowo Subianto yang sudah diputuskan oleh Partai Gerindra sebagai Capres Gerindra,Muhaimin Iskandar dari PKB ,Puan Maharani yang disiapkan oleh PDI Perjuangan untuk maju sebagai Capres dan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Andika Perkasa yang sudah di rekomendasi oleh Partai Nasdem dan Airlangga Hartarto di beri mandat oleh partai Golkar untuk menjadi Capres partai Golkar , dari tokoh -tokoh ini semua merupakan pejabat negara yang saat ini aktif di pemerintahan Presiden Jokowi dan di legislatif .

Dia menjelaskan, dari nama tokoh-tokoh tersebut kemudian kepada 1988 responden ditanyakan pengenalan kepada tokoh -tokoh tersebut dan hasilnya Prabowo Subianto menjadi tokoh yang paling dikenal publik dimana sebanyak 90.9 persen responden tahu dan mengenal nama Prabowo Subianto sebagai tokoh yang pernah menjadi capres dua kali dan mendapat dukungan penuh dari kelompok 212 dan Habib Riziq kemudian kalah dari Jokowi, Kemudian diurutan kedua Ganjar Pranowo dikenal oleh 45,8 persen responden sebagai gubernur Jawa Tengah, Anies Baswedan dikenal oleh 27,4 persen responden sebagai gubernur DKI Jakarta yang saat pilkada mendapat dukungan penuh dari kelompok 212 dan Habib Riziq.

“Airlangga Hartarto dikenal oleh 58,9 persen sebagai Menko Perekonomian dan juga tokoh yang diberikan tanggung jawab oleh Presiden Jokowi sebagai Ketua KPCPEN untuk memulihkan perekonomian nasional akibat dampak Covid 19 dan penanggulangan Covid 19 , juga dikenal sebagai Ketua Umum Golkar,” ucapnya.

Kemudian Puan Maharani dikenal oleh 29,4 persen responden sebagai Putri dari Megawati Sukarnoputri dan Juga Ketua DPR RI .Lalu Jendral Andika Perkasa dikenal oleh 27,5 persen responden sebagai Panglima TNI, Kemudian Muhaimin Iskandar dikenal oleh 23,2 persen responden

Tak hanya itu, dalam survei ini juga dilakukan pengukuran pengaruh kebijakan dan program program para tokoh tokoh tersebut terhadap kehidupan masyarakat selama pejabat tersebut menjabat, dengan memberikan pertanyaan. “Tokoh mana yang kebijakan dan Programnya paling dirasakan memberikan dampak pada masyarakat dalam 2 tahun terakhir”kepada 1988 responden , dan hasilnya Airlangga Hartarto dinilai sebagai Tokoh Bakal Capres yang kebijakannya dan programnya banyak membantu masyarakat disaat masyarakat kesulitan ekonomi keluarganya akibat dampak Covid 19 dan penanggulang Covid 19 hal ini tercermin dari 79,4 persen jawaban respoden,kemudian sebanyak 40,2 persen respoden menyatakan Program dan Kebijakan Prabowo Subianto dirasakan oleh masyarakat terutama dalam hal penanggulangan Covid 19 dan rasa aman di Indonesia, kemudian sebanyak 40,2 persen responden menyatakan kebijakan Puan Maharani sebagai Ketua DPR banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat di saat Covid 19 , sebanyak 30,2 persen responden menyatakan kebijakan dan program Andika Perkasa sangat membantu masyarakat disaat Covid 19 , dan hanya 7,1 persen responden saja yang menyatakan kebijakan dan program Ganjar Pranowo memberikan dampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat, dan hanya 4,2 persen responden yang menyatakan kebijakan Anies Baswedan mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat , sedangkan kebijakan dan program Muhaimin Iskandar hanya dirasakan oleh 2,1 persen responden

Kemudian dari nama nama tokoh tersebut di uji preferensi publik terhadap pilihan masyarakat, jika pilpres digelar hari ini dengan tokoh mana yang akan dipilih dengan pertanyaan tertutup ,maka hasilnya nama Airlangga Hartarto dipilih oleh 29,2 persen responden , kemudian diurutan kedua nama Prabowo Subianto dipilih sebanyak 21,00 persen responden , Kemudian Andika Perkasa dipilih sebanyak 12,7 persen responden dan Ganjar Pranowo dipilih oleh sebanyak 7,1 persen responden, Anies Baswedan dipilih oleh sebanyak 5,2 persen responden, lalu Puan Maharani dipilih oleh sebanyak 4,1 persen responden dan Muhaimin Iskandar dipilih oleh sebanyak 1,6 persen responden dan yang tidak memilih sebanyak 19,1 persen responden

Namun dari hasil simulasi nama tokoh tokoh jika dipasangkan sebagai Capres dan Cawapres , didapati dari hasil survei Pasangan Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo menjadi pasangan yang paling banyak dipilih , dengan tingkat keterpilihan 45,6 persen, Kemudian diurutan kedua Pasangan Prabowo Subianto -Muhaimin Iskandar dipilih sebanyak 19,1 persen, Pasangan Anies Baswedan -Puan Maharani dipilih sebanyak 14,2 persen dan yang tidak memilih sebanyak 21,1 persen

Hasil simulasi tiga pasangan capres yaitu Airlangga Hartarto – Andika Prakasa kemudian ,Prabowo Subianto – Puan Maharani, serta Ganjar Pranowo – Anies Baswesdan , dan Sandiaga Uno – AHY hasil survei menunjukan preferensi publik terkait pilihannya terhadap ketiga pasangan tersebut, pasangan Airlangga Hartarto – Andika Prakasa dipilih sebanyak 34,2 persen responden, lalu Prabowo Subianto – Puan Maharani dipilih sebanyak 30,1 persen dan Ganjar Pranowo – Anies Baswedan 19,5 persen, Sandiaga Uno -AHY 12,5 persen, sementara yang tidak memilih sebanyak 3,7 persen

Hasil Survei tentang preferensi publik dalam memilih partai politik yang masuk sebagai peserta pemilu tahun 2019 dengan diberi pertanyaan jika pemilu digelar hari ini maka hasilnya elektabilitas tertinggi ditempati oleh partai Golkar dengan meraih 15,8 persen Di posisi kedua, diduduki Partai Gerindra dengan memperoleh elektabilitas sebesar 14,6 persem .

Selanjutnya di posisi ketiga, terdapat PDI Perjuangan dengan elektabilitas sebesar 14,7 %. Disusul Partai Demokrat sebesar 5,4 persen dan Adapun, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebesar 5,2 persen . Disusul, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 5,1 persen . Partai Nasdem memperoleh elektabilitas sebesar 4,4persen kemudian Perindo memperoleh elektabilitas 4,2 persen dan Untuk elektabilitas PAN sendiri sebesar 4,1 %. Sementara itu, PPP memperoleh elektabilitas sebesar 4,1%. kemudian PSI 1,8 persen, Garuda 1,4 persen, PBB 1,1 persen, Hanura 0,8 persen, Berkarya 0,4 persen dan PKPI 0,3 persen dan yang tidak memilih sebanyak 16,6 persen

Menyikapi hasil survei Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) pengamat politik Universitas Hasanuddin (UNHAS) Andi Ali Armunanto, menilai bahwa survei yang dilakukan Timur LPMMM yang memunculkam sosok Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto dalam hasil tersebut, karena Airlangga telah memiliki modal politik melalui partai Golkar dan sosoknya di Menkoperekonomian.

“Ya kalau lihat survei LPMM, yang unggulkan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (capres ) 2024 karena adanya pengaruh politik dari KIB, dan sebagai Menkoperekonomian, “kata Andi kepada wartawan, Senin (12/9/2022)

Andi mengatakan, bahwa harus Airlangga harus membuktikan melalui kegiatan politiknya agar masyarakat paham sosok Airlangga.

“Pak Airlangga untuk mendapat dukungan penuh masyarakat di Pilpres 2024, maka beliau harus bangun pondasi politik yang kuat ,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa Airlangga memiliki peluang besar untuk menangkan Pilpres 2024.

“Ya peluang Airlangga untuk menang jadi capres 2024 sangat besar ,” ujarnya.

Andi menilai bahwa hasil survei LPMM ini menjadi bahan Airlangga untuk tetap menjaga kekuatan politik dan kepercayaannya kepada masyarakat agar di bisa mendapatkan hasil yang baik di Pilpres 2024,” ucapnya.

Meskipun adanya sosok Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, sosok Airlangga masih menjadi peluang untuk dilirik masyarakat. (Van)