7 October 2022

Bursa AS Wall Street kebali jatuh pada perdagangan Rabu (5/10/2022), gagal mempertahankan kenaikan tajam dalam dua hari perdagangan terakhir.

SinarHarapan.id – The Fed akhirnya menaikkan suku bunga, Wall Stree langsung ambruk. Melansir data Bloomberg, pada Kamis (22/9/2022), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup ambles 1,70 persen atau 522,45 ke 30.183,78, S&P 500 merosot 1,71 persen atau 66 poin ke 3.789,93, dan Nasdaq tergelincir 1,79 persen atau 204,86 poin ke 11.220,19. S&P 500 memperpanjang penurunannya dari posisi rekor di Januari 2022, menjadi lebih dari 20 persen.

Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun mencapai 4 persen untuk pertama kalinya sejak 2007. Bagian penting lain dari kurva obligasi AS terbalik, dengan imbal hasil tenor 10 tahun melebihi obligasi tenor 30 tahun dalam pertanda resesi yang telah teruji waktu. Adapun indeks dolar AS menguat.

Reserve Jerome Powell menegaskan para pejabat akan menghancurkan inflasi setelah menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk ketiga kali secara berturut-turut dan menandakan kenaikan yang lebih agresif daripada yang dibayangkan investor. Dia mengatakan pesan utamanya adalah bahwa para pejabat sangat bertekad untuk menurunkan inflasi ke sasaran 2 persen The Fed.

“Kami akan terus melakukannya sampai pekerjaan selesai,” katanya. Ungkapan itu mengacu pada judul memoar mantan kepala Fed Paul Volcker “Keeping at It.”

Para pejabat memperkirakan bahwa tingkat suku bunga akan mencapai 4,4 persen pada akhir tahun ini dan 4,6 persen pada 2023, pergeseran yang lebih hawkish dalam apa yang disebut dot plot daripada yang diharapkan.

Bank sentral menambahkan, pemangkasan suku bunga tidak diperkirakan sampai 2024, menghancurkan harapan investor yang luar biasa bahwa Fed memperkirakan inflasi terkendali dalam waktu dekat. Ukuran inflasi yang disukai The Fed sekarang terlihat perlahan kembali ke target 2% pada tahun 2025.

Dalam konferensi persnya, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan pejabat bank sentral AS “sangat bertekad” untuk menurunkan inflasi dari level tertinggi dalam empat dekade dan “akan terus melakukannya sampai pekerjaan selesai,” sebuah proses yang dia ulangi tidak akan terjadi tanpa rasa sakit. (Red)