26 September 2022

Wall Street melemah dalam tiga Hari karena meningkatnya kekhawatiran kenaikan suku bunga Federal Reserve yang agresif akan mendorong ekonomi ke dalam reses usai pengumuman kebijakan terbaru Federal Reserve.

SinarHarapan.id – Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street, New York pada hari Kamis (22/9/2022) mencatat penurunan harian ketiga berturut-turut dan berada di zona merah, Wall Street melemah dalam tiga Hari karena meningkatnya kekhawatiran kenaikan suku bunga Federal Reserve yang agresif akan mendorong ekonomi ke dalam reses usai pengumuman kebijakan terbaru Federal Reserve.

Dow turun sekitar 2,42% minggu ini, sedangkan S&P dan Nasdaq masing-masing telah jatuh 3% dan 3,3%. S&P dan Dow ditutup Kamis 2,5% dan 0,5% dari posisi terendah baru-baru ini. S&P 500 turun 0,8% menjadi 3.757,99, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,4% menjadi 11.066,81. Dow Jones Industrial Average ditutup 107,10 poin lebih rendah, atau 0,3%, pada 30.076,68.

The Fed pada hari Rabu mempertahankan kebijakan agresifnya, memberlakukan kenaikan 75 basis poin ketiga kalinya dan memprediksi membawa suku bunga jangka pendek setinggi 4,4% pada akhir 2022. Bank sentral lain di seluruh dunia mengikuti jejak Fed, menerapkan kebijakan mereka sendiri yang cukup besar.

Dengan hasil obligasi melonjak lagi pada hari Kamis, dengan imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun dan 2-tahun mencapai tertinggi baru multi-tahun, mencapai level tertinggi sejak Februari 2011 dan Oktober 2007, masing-masing. Saham teknologi dan semikonduktor yang berorientasi pada pertumbuhan melemah pada hari Kamis di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sektor industri dan konsumen adalah sektor S&P 500 dengan kinerja terburuk, masing-masing kehilangan sekitar 1,7% dan 2,2%, karena ketergantungan mereka pada ekonomi.

Melihat pergerakan Kamis terjadi setelah The Fed pada hari Rabu mempertahankan kebijakan agresifnya, memberlakukan kenaikan 75 basis poin ketiga kalinya dan memprediksi membawa suku bunga jangka pendek setinggi 4,4% pada akhir 2022. Bank sentral lain di seluruh dunia mengikuti jejak Fed, menerapkan kebijakan mereka sendiri yang cukup besar. (Red)