3 December 2022

Merchandise Adidas terpasang di salah satu tokonya di Garden City. New York, AS. (Reuters/VOAIndonesia)

SinarHarapan.id – Akibat pernyataan antisemit yang dilontarkannya, rapper Amerika Serikat Kanye West atau sekarang memperkenalkan diri dengan nama Ye ditinggal pergi oleh perusahaan-perusahaan sponsornya.

Kali ini, Adidas memutus kerja samanya dengan Kanye West akibat pernyataan ofensif dan antisemitnya. Perusahaan pakaian olahraga asal Jerman itu menjadi perusahaan terbaru yang memutus hubungan dengan Ye.

“Adidas tidak menoleransi antisemitisme dan segala bentuk ujaran kebencian lainnya,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan pada Selasa (25/10).

“Komentar dan tindakan Ye baru-baru ini tidak dapat diterima, penuh kebencian dan berbahaya, dan itu melanggar nilai-nilai keragaman, inklusi, saling menghormati dan keadilan perusahaan,” demikian pernyataan resmi Adidas.

Perusahaan itu menghadapi tekanan untuk memutus kerja samanya dengan Ye setelah selebriti dan warganet di media sosial mendesak Adidas untuk bertindak. Perusahaan itu mengatakan pada awal bulan bahwa pihaknya tengah meninjau kembali kesepakatan kerja sama sepatu sneaker yang menguntungkan dengan sang rapper.

Adidas mengatakan, pada Selasa, bahwa pihaknya melakukan “tinjauan menyeluruh” dan akan segera menghentikan produksi lini sepatu Yeezy dan menghentikan pembayaran kepada Ye dan perusahaannya.

Perusahaan pakaian olahraga itu memperkirakan akan menderita kerugian hingga 250 juta euro (sekitar Rp3,8 triliun) dalam pendapatan bersihnya tahun ini akibat pemutusan kerja sama tersebut.

Langkah Adidas, di mana sang CEO Kasper Rorsted akan mundur pada tahun depan, diambil setelah akun media sosial Ye ditangguhkan Twitter dan Instagram bulan ini, karena unggahan antisemitnya di platform-platform tersebut melanggar kebijakan kedua raksasa media sosial itu.

Belum lama ini, Ye juga mengatakan bahwa perbudakan adalah sebuah pilihan. Ia juga menyebut vaksin COVID-19 sebagai “penanda binatang,” di antara komentar lainnya.

Ia juga dikritik karena mengenakan kaus bertuliskan “White Lives Matter” ke pertunjukan koleksi busana Yeezy-nya di Paris.

Agensi talent yang menaunginya, CAA, telah melepasnya. Sementara studio MRC mengumumkan pada Senin (24/10) bahwa pihaknya membatalkan dokumenter penuh mengenai sosok Ye.ipun pengakhiran kerja sama itu telah dipersiapkan sejak sebelum Ye mengeluarkan pernyataan antisemit.

Dalam beberapa minggu terakhir, Ye juga telah mengakhiri hubungan perusahaannya dengan GAP dan mengatakan kepada Bloomberg bahwa ia berencana memutus hubungan dengan para pemasok perusahaannya.

Setelah ia ditangguhkan dari Twitter dan Facebook, Ye mengajukan penawaran untuk membeli situs jejaring sosial konservatif Parler. (VOAIndonesia)

About Post Author