30 November 2022

Founder Yayasan Kridha Dhari Indonesia, Prescilla Estevina Tuerah, saat memberikan sambutan. (SH.ID/Nonnie Rering)

SinarHarapan.id – Yayasan Kridha Dhari Indonesia sukses menghelat peringatan Sumpah Pemuda lewat ‘Ikrar Budaya Nusantara’ di Jaya Suprana School of Performing Arts, di MOI, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (28/10/2022) sore.

Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh kebudayaan, sanggar seni para penari dan penyanyi juga perwakilan pemuda-pemudi dari sejumlah daerah di Indonesia.

Founder Yayasan Kridha Dhari Indonesia, Prescilla Estevina Tuerah mengatakan gembira dengan suksesnya kegiatan yang merupakan kerja sama Kridha Dhari, Kebaya Menari dengan Jaya Suprana School.

“Memang di momen 28 Oktober ini, kita mengajak semua masyarakaat Indonesia, berkomitmen menjaga kebhinekaan dan juga menghargai budaya Indonesia dan menjaga persatuan bangsa. Karena itu, kami juga bangga karena acara ini bisa diisi oleh sejumlah penari dari beberapa daerah di Indonesia. Ada kelompok tari dari Sulawesi Selatan, Papua, Maluku, Sulawesi Utara. Ikrar Budaya Nusantara ini satukan beragam kebudayaan,” ujar Prescilla kepada shnet, Jumat sore.

Setelah ‘Ikrar Budaya Nusantara’ ini resmi dibuka, sejumlah remaja dari Sulsel lantas membawakan tarian daerah mereka dengan gemulai. Kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Ikrar Budaya. Setelah sejumlah tarian dibawakan, acara Talkshow juga sangat menarik perhatian.

Talkshow yang mengambil tema ‘Budaya Sebagai Pemersatu Bangsa’ diisi oleh tiga tokoh budaya: Jaya Suprana, pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), tokoh yang sudah tak asing kiprahnya dalam perjalanan budaya Indonesia. Lantas ada Sundari Soekotjo, maestro keroncong yang tetap dengan icon gaya berkebayanya. Dan, Tjuk Nyak Deviana Daudsjah, maestro Piano keturunan Aceh-Minahasa yang mengangkat musik tradisional ke kancah internasional.

Saat pembacaan ‘Ikrar Budaya Nusantara’ oleh Pemuda dan pemudi dari sejumlah daerah di Indonesia. (SH.ID/Nonnie Rering)

Saat talkshow berlangsung, sejumlah pertanyaan pun dimunculkan para hadirin. Yang menarik, ada seorang penanya dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Zainal SH. Zainal adalah seorang seniman yang juga menyambi sebagai guru PKN di Kabupaten Pinrang, Sulsel.

Menurut Zainal, sebagai pemilik Sanggar seni Lasindrang dan datang dari Sulsel dengan 6 orang penari untuk meramaikan acara ini, pelajaran seni budaya itu di sekolah-sekolah terasa kurang mendapat minat dari anak-anak milenial karena lebih banyak mereka tertarik dengan sejumlah game di gadget. Zainal pun bertanya, bagaimana solusinya untuk bisa mengembalikan minat anak-anak sekarang untuk lebih mendalami seni dan budaya.

Pertanyaan Zainal ini dijawab dengan tegas dan tepat sasaran oleh ketiga pembicara di Talkshow itu. Jaya Suprana lantas menutup Talkshow dengan berterima kasih kepada seluruh pengisi acara dan juga Yayasan Kridha Dhari yang telah mewujudkan Peringatan Sumpah Pemuda secara special ini. Usai itu, ada juga sejumlah tarian dan Fashion Show dari Roemah Kebaya Vielga dan Nu Can Collection dan ditutup dengan hiburan oleh penyanyi Idol 2006, Nobo Sasami.

Aylawati Sarwono, istri Jaya Suprana yang hadir juga menyatakan rasa bangga karena acara ‘Ikrar Budaya Nusantara’ ini berjalan dengan baik dan benar-benar menunjukkan kalau Indonesia itu kaya seni dan budaya.

“Dari acara ini tentu akan membuat kita semakin bangga akan Indonesia yang kaya seni dan budaya. Kami dari Jaya Suprana School and Performing Arts ini hanya  menyiapkan fasilitas tempat dan alat-alat, konsumsi yang diperlukan untuk terlaksananya acara ini,” tutur wanita pengagum seni ini.

Aylawati Sarwono pun menyatakan kalau tujuannya agar kembali menggugah semangat para pemuda agar tetap bersemangat, menggelora menjaga pelestarian budaya Indonesia yang tak ada duanya di muka bumi ini. Budaya Indonesia itu tak ada tandingannya. Itu asset berharga yang kita miliki untuk menghadapi globalisasi. Semangat terus semua pemuda Indonesia,” tutupnya yang berharap acara seperti ini bisa berlanjut lagi setiap tahunnya.  (non)

About Post Author