31 January 2023

SinarHarapan.id-“Oktoberfest”, festival dua-mingguan yang diadakan setiap tahun di kota München, Bayern, Jerman, pada akhir September dan awal Oktober setiap tahunnya.

Event yang hanya satu kali digelar setiap tahunnya, membuat berjuta-juta orang Jerman pergi ke Munchen untuk merayakannya. Oktoberfest ditandai dengan pemukulan ke gentong bir oleh walikota München.

Tak hanya di negara asalnya, Oktober fest juga kerap dirayakan di Indonesia, khususnya Jakarta.

Salah satunya yang merayakannya yakni Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ). Perhimpunan para alumni yang pernah mengenyam pendidikan di Jerman rutin menggelar Oktoberfest ini.

Istimewanya tahun 2022 ini digelar kembali secara tatap muka setelah membaiknya kondisi pasca mewabahnya Corona di tanah air.

“Kami menggelar kembali event ini untuk “hura-hura”. Kita pererat lagi silahturahmi sekaligus melepas rindu sesama anggota”, jelas Dipl.-Ing. Jenny Widjaja, Ketua Umum dan Ketua Bidang Kolaborasi, Kesehatan dan Sosial, Perhimpunan Alumni Jerman, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Minggu.(16/10/2022)

Jadi kami tidak melulu menggelar acara yang serius, imbuh Jenny.

Dipl. Jenny
Dipl.-Ing. Jenny Widjaja, Ketua Umum dan Ketua Bidang Kolaborasi, Kesehatan dan Sosial, Perhimpunan Alumni Jerman.(SH/Red/Iw.dok)

PAJ sendiri memiliki program rutin untuk anggotanya. Dan itu bisa ditentukan pada kongres tiga tahunan PAJ melalui Ketua Umum terpilih.

Kegiatan webinar, pendidikan, vaksinasi, bantuan sosial kemanusiaan hingga membantu anggota yang mengalami musibah merupakan bagian program rutin PAJ, papar wanita berprofesi pengajar bahasa Jerman ini.

Sementara itu, sekitar 281 anggota PAJ larut dalam perayaan Oktoberfest yang dikemas dalam nyanyian, tarian dan hidangan khas Jerman.

Perayaan
(SH/Red/Iw.dok)

Hingga kini PAJ telah memiliki lebih dari 400 anggota terdaftar, dan menjangkau hingga ribuan anggotanya yang tersebar di tanah air.

Animo Kuliah di Jerman Masih Tinggi

PAJ dihuni para mantan mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya, baik S2 dan S3, dari pelbagai bidang disiplin ilmu di beragam kota, di Jerman.

Banyak alumni yang sukses sekembalinya ke Indonesia dengan bekerja di perusahaan Jerman atau menjadi pengusaha.

Ini yang menjadi keinginan sebagian besar mahasiswa Indonesia tertarik melanjutkan kuliahnya di Jerman.

“Jerman masih menjadi salah satu destinasi pendidikan utama bagi mahasiswa Indonesia. Karena selain biayanya murah juga adanya program beasiswa”, jelas Dr. Han Prajanto, Ketua Bidang Pendidikan dan Kejuruan, PAJ.

Kualitas pendidikan di Jerman masih yang terbaik menurut saya. Bahkan beberapa lembaga, yayasan Jerman seperti Dinas Pertukaran Akademis Jerman atau yang biasa disebut dengan DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst), Konrad Adenauer Foundation (Konrad-Adenauer-Stiftung) dan lainnya masih memberikan bewasiswa dengan persyaratan yang telah ditentukan”, ungkap Han.

Bilapun dengan biaya sendiri, mahasiswa Indonesia masih bisa berkesempatan mengikuti program “dual studium atau dual system”. Mahasiswa bisa bekerja setelah melaksanakan kuliah, tentu mereka bisa mendapatkan income tambahan, ujar Han lagi.

Ada dua hal yang menjadi bekal utama bagi mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah di Jerman. Pertama menguasai bahasa Jerman, minimal level B2. Dan kedua mampu beradaptasi dengan kebudaayaan dan kebiasaan negara Jerman sehingga tidak terjadi “Culture shock” nantinya, pungkas Jenny.

 

About Post Author