30 November 2022

Semua asosiasi dan federasi di bawah FIFA mengibarkan bendera setengah tiang di Markas FIFA sebagai penghormatan bagi para korban tragedi Kanjuruhan, Minggu (2/10). (Foto: FIFA.com)

SinarHarapan.id – Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menyebut tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur sebagai hari kelam bagi siapa saja yang berkecimpung dalam persepakbolaan. Presiden FIFA Gianni Infantino pun menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga dan sahabat para korban.

“Persepakbolaan dunia terguncang menyusul insiden tragis di Indonesia di akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadium Kanjuruhan,” kata Presiden FIFA seperti dilansir di laman resmi FIFA, Minggu (2/10).

“Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global, semua pikiran dan doa kami bersama para korban dan yang terluka, bersama rakyat Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia di masa yang sulit ini,” kata Gianni.

Dunia sepak bola sedang dilanda goncangan menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino.

Semua Asosiasi dan Konfederasi Anggota FIFA mengibarkan setengah tiang di markas besar FIFA, sebagai penghormatan kepada semua orang yang kehilangan nyawa dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10).

Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan dan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyebut terdapat 125 korban meninggal dunia, 21 luka berat dan 302 luka ringan akibat insiden tersebut.

Tragedi Kanjuruhan terjadi seusai Persebaya Surabaya mengalahkan Arema Malang dengan skor 3:2. Untuk pertama kalinya dalam 23 tahun, Persebaya Surabaya menang atas Arema FC di kandangnya sendiri, Stadion Kanjuruhan.

Arema FC yang dikenal sebagai Singo Edan terpaksa takluk di tangan Bajul Ijo, Persebaya. Suporter Aremania yang tidak terima atas kekalahan tim kesayangannya pun merangsek ke lapangan seusai pertandingan, mengejar pemain Arema juga pemain Persebaya, memicu aparat untuk menembakkan gas air mata. (hma)

About Post Author