30 November 2022

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengumumkan telah menyelesaikan penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure Tahap V Tahun 2022 (Obligasi TBIG V Tahap V) dalam program obligasi senilai Rp15 triliun.

SinarHarapan.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengumumkan telah menyelesaikan penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure Tahap V Tahun 2022 (Obligasi TBIG V Tahap V) dalam program obligasi senilai Rp15 triliun.

Obligasi berkelanjutan V Tahap V sejumlah Rp1 triliun dibalut bunga tetap 5,25 persen bertenor 370 hari. ”Penggunaan dana hasil obligasi setelah dikurangi biaya-biaya untuk pembayaran sebagian kewajiban finansial anak usaha khususnya fasilitas pinjaman revolving USD375 juta dari credit facilities yang ada,” tulis Helmy Yusman Santoso, Chief Financial Officer Tower Bersama.

Setelah penerbitan ini perseroan masih dapat menerbitkan sekitar Rp7 triliun melalui program Obligasi TBIG V. Sekitar 90% dari pinjaman kami dalam bentuk obligasi berbunga tetap dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing dan kami berharap dapat secara reguler mengakses pasar obligasi,” ujarnya dikutip Senin (24/10/2022).

Di mana total penerbitan obligasi TBIG V Tahap V sebesar Rp1,0 triliun pada tingkat bunga tetap 5,25% untuk tenor 370 hari. Obligasi TBIG V Tahap V adalah setara kewajiban senior tanpa jaminan khusus dari TBIG dan memiliki pembayaran bunga setiap kuartal.

Penggunaan dana dari penawaran ini, setelah dikurangi biaya penerbitan, akan digunakan untuk pembayaran sebagian kewajiban finansial dari entitas anak perseroan, khususnya fasilitas pinjaman revolving USD375 juta dari credit facilities yang ada.

Adapun obligasi TBIG V Tahap V akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 24 Oktober 2022. Per 30 Juni 2022, total pinjaman kotor (gross debt) perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang dollar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp25.220 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp2.503 miliar.

Sehingga dengan saldo kas yang mencapai Rp718 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp24.502 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp1.784 miliar.

About Post Author