1 February 2023

Wall Street kembali menunjukan reli dengan ditutup naik tajam karena data ekonomi yang lemah mengisyaratkan bahwa kebijakan agresif Federal Reserve (The Fed) .

SinarHarapan.id – Wall Street kembali menunjukan reli dengan ditutup naik tajam karena data ekonomi yang lemah mengisyaratkan bahwa kebijakan agresif Federal Reserve (The Fed) Selasa (25/10/2022).  Penurunan imbal hasil obligasi mendorong momentum reli di bursa saham Amerika Serikat (AS).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 337,12 poin atau 1,07% menjadi 31.836,74, indeks S&P 500 menguat 61,77 poin atau 1,63% ke 3.859,11 dan indeks Nasdaq Composite melesat 246,50 poin atau 2,25% ke 11.199,12.

Sebelas sektor utama pada indeks S&P 500, semua kecuali sektor energi sukses menguat pada sesi tersebut, dengan sektor real estat menikmati persentase kenaikan terbesar.

Sementra tiga indeks utama bursa saham AS naik untuk sesi ketiga secara berturut-turut. Dengan saham megacaps memberikan dorongan paling besar. indeks S&P 500 juga telah menguat sekitar 8% dari palung penutupan yang terjadi pada 12 Oktober silam.

Setelah bel penutupan, Microsoft dan Alphabet memberikan kinerja kuartalan yang lebih lemah dari yang diharapkan, dan mengirim saham keduanya turun sekitar 7%. Itu mendorong indeks S&P 500 emini futures turun hampir 1%, yang menunjukkan para pedagang memperkirakan pasar saham akan dibuka jauh di wilayah negatif pada perdagangan hari Rabu (26/10/2022).

Imbal hasil US Treasury tenor 10-tahun menarik di tengah harapan bahwa Federal Reserve dapat mulai mengurangi pertempurannya melawan inflasi. Campuran pendapatan dan perkiraan suram, biasanya negatif untuk pasar, telah menunjukkan rentetan kenaikan suku bunga dari The Fed mulai terasa. (Red)

About Post Author