30 November 2022

SinarHarapan.id, Jakarta – Nama Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Airlangga Hartarto menjadi sosok yang paling banyak dipilih kaum perempuan (hawa) untuk menjadi Presiden dalam perhelatan Pemilu Presiden pada 14 Februari 2024 mendatang.

Hal tersebut tercermin dalam survei Warna Institute mengusung tema ‘Orientasi Politik Pemilih Perempuan dan Keputusan Memilih pada Pemilu 2024’ yang dipublikasikan pada Selasa (8/11/2022).

Direktur Eksekutif Warna Institute, Kristin Ervina mengungkapkan dari sebanyak 2.400 pemilih perempuan yang mengikuti survei, ketika ditanya secara spontan terhadap siapa yang akan dipilih jika Pemilu Presiden digelar hari ini, maka mayoritas dari mereka memilih Airlangga Hartarto.

“26,7 persen memilih Airlangga Hartarto. Di urutan kedua ada Prabowo Subianto mendapatkan 18,2 persen, dan diurutan ketiga Puan Maharani dipilih 10,2 persen pemilih perempuan,” ujar Kristin Ervina.

Kemudian ada nama Menteri Sosial Tri Rismaharini yang dipilih 5,1 persen, Sri Mulyani 4,3 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, Basuki Tjahaja Purnama 3,1 persen, Sandiaga 2,8 persen, Susi Pudjiastuti 2,4 persen, Anies Baswedan 2,2 persen, Erick Thohir 2,1 persen, dan yang tidak memberikan jawaban sebanyak 18,7 persen.

Nama Ketum Partai Golkar sekaligus Menko Perekonomian RI Airlangga kembali menempati posisi teratas saat 2.400 pemilih perempuan disuguhi kuesioner dengan simulasi nama-nama bakal capres dengan pertanyaan “jika pilpres digelar hari ini, tokoh mana yang manjadi pilihan pemilih perempuan”.

Hasilnya, sebanyak 28,4 persen memilih Airlangga Hartarto. Nomor dua ada Prabowo yang dipilih 19,2 persen. Nomor tiaga ada Andika Perkasa dengan 9,1 persen.

Diurutan keempat ada Puan Maharani yang dipilih sebanyak 8,3 persen pemilih perempuan. Lalu ada nama Ganjar Pranowo 7,2 persen, Sri Mulyani 4,2 persen, Susi Pudjiastuti 3,4 persen, Tri Rismaharini 3,3 persen, Anies Baswedan 3.1 persen, Erick Thohir 2,1 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 0,8 persen kemudian ada 10,9 persen responden tidak menjawab.

Responden dalam penelitian ini adalah pemilih perempuan yang memiliki hak hak memilih pada Pemilu 2024. Pengumpulan data dilakukan pada 13-27 Oktober 2022 terhadap 2.400 responden dengan margin of error kurang lebih 2,02 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Andalas, Arifki Chaniago menilai bahwa pemilih perempuan yang memiliki hak suara amat menentukan dalam Pilpres 2024.

“Sosok Capres yang bisa mendapatkan hati dari kaum perempuan dan kaum muda milenial memiliki peluang kemenangan cukup baik dalam Pilpres 2024,” ujar Arifki Chaniago. (Van)

About Post Author