30 November 2022

SinarHarapan.id – Ekonomi menjadi kunci perekonomian dunia di masa depan. Sebab, melalui ekonomi digital dapat membuka peluang elemen masyarakat untuk masuk dalam rantai pasok global di masa depan.

Hal itu, terlihat pada dua tahun belakangan sektor ekonomi digital menyumbang sebanyak 15,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) global. Artinya, peluang peningkatan pemanfaatan ekonomi digital di tahun-tahun berikutnya dapat naik secara signifikan.

“Ekonomi digital adalah kunci masa depan ekonomi dunia,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui siaran virtual di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Nusa Dua, Bali pada Rabu (16/11/2022).

Menurut Jokowi, dalam Presidensi G20 Indonesia mendorong transformasi digital dalam berbagai bidang, termasuk implementasinya dalam sektor ekonomi. Dengan menggunakan teknologi digital kegiatan ekonomi dapat semakin dioptimalkan penggunaan ke depan.

Ada tiga fokus isu transformasi digital yang diusung dalam setiap pertemuan yang berkaitan dengan transformasi digital. Yakni pertama, kesetaraan akses digital sebanyak 2,9 miliar penduduk dunia yang belum terhubung ke internet.

Di antaranya, 73 persen penduduk negara kurang berkembang yang belum memiliki infrastruktur digital yang belum memadai. Kemudian, sebanyak 390 juta orang yang tinggal di wilayah tanpa internet.

“Itu harus segera kita perbaiki. G20 harus dapat memobilisasi investasi untuk membangun infrastruktur digital yang terjangkau bagi semua,” kata Presiden.

Kedua, adalah literasi digital yang merupakan sebuah kewajiban bagi setiap individu untuk berpartisipasi. Sehingga, pemanfaatan ruang digital dapat lebih didominasi oleh kegiatan produktif yang menghasilkan keuntungan.

Dengan begitu, hasil dari rangkaian pertemuan G20 dapat menggerakkan kerja sama dalam rangka penguatan kapasitas digital bagi banyak negara-negara yang membutuhkan.

“Literasi digital bukan sekedar sebuah pilihan melainkan, sebuah keharusan literasi digital harus menjangkau semua,” kata Presiden Jokowi.

Ketiga, lingkungan digital yang aman. Jadi, para negara G20 harus mampu membangun kepercayaan digital. Melalui tata kelola digital global yang baik dengan saling bekerjasama di masa depan.

Dalam rangka memastikan manfaat digital dapat dirasakan oleh merata di seluruh negara, termasuk di negara-negara berkembang. Sehingga, pengguna internet di masing-masing dapat merasakan keamanan ketika berselancar di ruang digital.

“Saya mengundang kontribusi yang mulia untuk masa depan dunia digital yang aman, inklusif dan yang bermanfaat bagi semua,” pungkas Presiden.

About Post Author