30 November 2022

SinarHarapan.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) meresmikan Digitalisasi Pasar Rakyat di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat, 11 November 2022. Peresmian ini dilakukan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo sebagai antisipasi agar pedagang pasar rakyat mampu bersaing dengan penjualan secara online.

Dasar hukum pelaksanaan Program Digitalisasi Pasar Rakyat adalah PP No 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan yang antara lain menyebutkan bahwa pengelola dan pedagang Pasar Rakyat memanfaatkan teknologi informasi dalam proses bisnis dan perdagangan untuk meningkatkan penjualan dan pelayanan sehingga dapat meningkatkan omzet bagi pedagang dan retribusi bagi pengelola Pasar Rakyat.

Pada program Digitalisasi Pasar Rakyat, Kemendag menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) untuk bersama-sama mendukung inklusi keuangan dan literasi keuangan yang telah dicanangkan pemerintah.

PT Pos Indonesia menyediakan sistem pembayaran melalui QRIS dan Pospay agar masyarakat dan pedagang dapat melakukan berbagai transaksi secara digital. Kemudian untuk memberdayakan para pedagang/pengelola pasar dan masyarakat sekitar Pasar Rakyat, Pos Indonesia menyiapkan Program Kemitraan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kewirausahaan di lingkungan Pasar Rakyat melalui kerja sama Kemitraan Pospay Kios dan Agenpos.

Melalui Kemitraan Pospay Kios, masyarakat baik itu pedagang pengelola pasar ataupun masyarakat sekitar dapat menjadi mitra yang dapat melayani berbagai layanan inklusi keuangan seperti transfer dana, melakukan penerimaan berbagai tagihan mulai dari tagihan listrik, air, pajak daerah, transaksi e-commerce, top up uang elektronik dan sebagainya, Dalam pola kemitraan ini para mitra Pospay Kios akan mendapatkan tambahan penghasilan dari sharing revenue yang diterima Pos Indonesia.

Untuk mendukung proses pengiriman barang dan logistik dari para pedagang dan masyarakat sekitar pasar rakyat, Pos Indonesia juga menggandeng para pedagang, pengelola pasar dan masyarakat sekitar agar bisa menjadi Agenpos.

Agenpos ini juga akan mendapatkan sharing revenue dari Pos Indonesia dari nilai bea kiriman barang-barang yang diterima dari para Agenpos tersebut. Selain itu, para pedagang, pengelola pasar dan masyarakat sekitar juga digandeng oleh Pos Indonesia agar bisa menjadi Drop Point atau tempat penitipan kiriman atas kiriman masyarakat yang akan dikirim sebelum dipickup oleh petugas Kantorpos.

“Penyediaan layanan tersebut telah kami lakukan kepada pedagang di wilayah Minahasa sejak 14 Oktober 2022 sampai saat ini, oleh Tim Kantor Cabang Utama Manado dengan pengguna yang terus bertambah. Namun masih terdapat kendala antara lain koneksi internet dan belum semua pedagang menggunakan ponsel android,” kata Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Haris.

Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Haris

“PT Pos Indonesia (Persero) melalui program CSR memberikan bantuan koneksi internet di Pasar Sonder secara gratis selama 1 Tahun,” kata Haris lagi.

Program Digitalisasi Pasar Rakyat ini sejalan dengan tujuh transformasi yang tengah dijalankan oleh Pos Indonesia, yakni Business Transformation, Product and Channel Transformation, Transformation Process, Technology Transformation, Human Resourch Transformation, Organization Transformation, dan Culture Transformation.

“Transformasi tersebut khususnya di bidang bisnis jasa keuangan maupun kurir logistik dapat berkolaborasi dalam menyukseskan program Digitalisasi Pasar Rakyat,” kata Haris.

Diharapkan Digitalisasi Pasar Rakyat dapat diterapkan di seluruh Indonesia, mengingat program ini dapat membantu meningkatkan perekonomian.

“Hari ini merupakan momentum yang sangat penting karena merupakan awal dari kolaborasi PT Pos Indonesia (Persero) dalam mewujudkan program pemerintah berkenaan dengan Digitalisasi Pasar Rakyat. Program Digitalisasi Pasar Rakyat ini selanjutnya akan dilakukan di seluruh Pasar di Indonesia secara bertahap,” ucap Haris.

Digitalisasi Pasar Rakyat merupakan inisiatif bersama untuk melakukan transformasi digital pada proses bisnis di pasar rakyat yang bersifat end-to-end, dari proses bisnis secara offline (tunai, manual) menjadi online (nontunai, digital/berbasis apps).

About Post Author