30 November 2022

Pakar Tata Kota dan Lingkungan Universitas Trisakti Nirwono Yoga (dua kiri), General Manager PT Prasadha Pamunah Limbah Industri Yurnalisdel (tengah), Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi (dua kanan), dan Guru Besar Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. Achmad Syahid (kanan) saat menjadi pembicara pada kegiatan diskusi bertajuk Agen Perubahan Sebagai Penggerak Restorasi Ekosistem di Aula Sudirman Markas Kodam Jaya, Jakarta, Selasa (22/11/2022).

SinarHarapan.id – Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto mengajak masyarakat bersama-sama melestarikan lingkungan di DKI Jakarta dengan memberikan contoh lingkungan yang hijau dan tertata.

“Sebenarnya sudah ada langkah dari Kodam Jaya dengan memberi contoh kepada masyarakat. Lingkungan di Kodam Jaya itu sudah cukup hijau. Ini agar masyarakat bisa mencontoh apa yang kita lakukan,” ujar Mayjen Untung disela acara diskusi panel Sustainability Forum dengan tema Agen Perubahan Sebagai Penggerak Restorasi Ekosistem, di Aula Makodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Senin (22/11/2022).

Diskusi ini, menghadirkan sejumlah narasumber yakni GM Sales & Marketing PPLI Yurnalisdel, Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi, Akademisi dan Guru Besar Psikologi UIN Jakarta Prof. Ahmad Syahid, Pengamat Tata Kota dan Lingkungan Universitas Trisakti Nirwono Yoga serta sejumlah pejabat Dinas Lingkungan Hidup dari DKI Jakarta, Bekasi, Depok dan Tangerang.

Untung menjelaskan pihaknya juga menggelar diskusi dengan mengundang berbagai pihak. Seperti pengusaha, pelaku industri, hingga pemerintah provinsi.

Sementara itu, General Manager PPLI, Yurnalisdel mengatakan pesatnya pertumbuhan industri berimbas pada jumlah limbah yang dihasilkan. Termasuk jenis limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

PPLI, berperan menjaga lingkungan dengan mengolah limbah industri, lebih dari 30 tahun. Dijelaskannya, limbah B3 atau sisa industri itu tidak bisa dihindarkan. Melalui PPLI, limbah itu diolah menjadi tidak berbahaya dan tidak beracun. Artinya, dalam sisi infrastruktur PPLI sudah menyediakan saran untuk menjaga lingkungan ini tetap baik.

“Apapun kegiatan industri pada ujungnya pasti akan ada sampah atau limbah yang harus ditangani. Oleh teknologi kami menjadikan limbah itu tidak berbahaya dan tidak beracun,” ujar Yurnalisdel.

Ia juga menegaskan komitmen PPLI untuk turut serta berkontribusi dalam aspek restorasi ekosistem lingkungan, khususnya pengelolaan limbah industri.

 

About Post Author