2 December 2022

Dari kiri, Presiden Direktur Peraga Expo Hengky Iriawan, bersama Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas, Project Director Peraga Expo Paul Kingsen, Ketua Umum Aptiknas Soegiarto Santoso, Ketua Asosiasi Perusahaan Lampu Indonesia John Manopo

SinarHarapan.id – Industri produk bayi dan mainan mulai menunjukkan geliatnya setelah sempat terpuruk akibat dampak dari pandemi Covid-19. Tren industri produk bayi dan mainan di Indonesia yang sudah banyak menggunakan teknologi 4.0 pun makin banyak diminati dan diikuti oleh pengusaha mainan Indonesia agar mampu bersaing pada pasar global.

Menyambut kebangkitan ini, pameran industri mainan, produk bayi, produk maternity elektronik, smart appliance dan kebutuhan rumah tangga bertaraf internasional terlengkap bertajuk IBTE | IEAE | IGHE 2022 kembali digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, pada 23-25 November 2022.

Pameran ini sempat tertunda dua tahun akibat pandemi Covid-19. Tiga pameran B2B bernilai dalam satu pusat lokasi akan memancing para pengusaha di bidang ini untuk kembali menjalankan roda bisnisnya.

“Industri produk bayi dan mainan perlahan mulai bangkit setelah sempat terpuruk karena pandemi Covid-19, dan diproyeksikan akan full recovery pada penghujung tahun ini,” kata Sutjiadi Lukas, Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia, saat membuka pameran.

“Industri produk bayi dan mainan di Indonesia juga sudah banyak yang menggunakan teknologi 4.0 sehingga lebih mudah untuk mengikuti tren yang ada dan bersaing pada pasar global,” katanya.

“Dengan adanya kebijakan sekolah daring juga menjadi salah satu pendukung dalam memulihkan industri mainan. Lebih banyaknya waktu anak di rumah sehingga kebutuhan akan mainan untuk mengisi waktu menjadi meningkat, dimulai dari mainan tradisional, edukatif hingga mainan digitalisasi yang lebih efisien,” kata Sutjiadi Lukas lagi.

“Ikut sertanya Indonesia dalam tren digitalisasi secara tidak langsung akan membantu pertumbuhan bukan hanya pada industri mainan tetapi juga industri elektronik dan kebutuhan rumah tangga ke depannya. Industri ini tercatat pada kuartal pertama tahun 2022 sudah menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,8%,” kata Soegiharto Santoso, Ketua Umum APTIKNAS.

 Ada lebih dari 150 perusahaan dari 3 negara di Asia yang berpartisipasi pada penyelenggaraan tahun ini. Para peserta akan menampilkan berbagai produk dan inovasi unggulan dengan teknologi yang paling mutakhir.

IBTE | IEAE | IGHE 2022 juga mendukung pertumbuhan industri produk bayi, produk maternity, mainan, elektronik, smart appliance dan kebutuhan rumah tangga dalam negeri dengan mendatangkan berbagai perusahaan dari bidang bidang tersebut dimulai dari perusahaan terkemuka hingga pendatang baru.

“Dengan digelarnya IBTE | IEAE | IGHE 2022 yang diselenggarakan secara bersamaan dan menjadi 1 wadah, Peraga Expo optimis pameran ini akan memberikan pengaruh positif dan industry-industri yang terlibat didalam menjadi berperan dalam kemajuan perekonomian Negara,” kata Paul Kingsen, Project Director, selaku pihak penyelenggara.

Selama periode pameran juga akan ada seminar/workshop dengan mengangkat tema “Strategi Membangun Konten Viral” pada hari pertama, di hari kedua “Strategi berjualan di Marketplace”, dan “Strategi memulai bisnis melalui Konten” pada hari terakhir.

Pameran akan dibuka mulai pukul 10.00 – 18.00 WIB, dan pengunjung yang datang tidak dikenakan biaya

About Post Author