2 December 2022

SinarHarapan.id, Jakarta – Indonesia Network Election Survei (INES) kembali melakukan survei, tentang Perilaku Politik Masyarakat Indonesia Jelang Pemilu 2024.

Survei melibatkan 2.180 responden di 400 Kabupaten/Kota dengan mengunakan metode multistage random sampling. Hasil penelitian memiliki tingkat Kepercayaan 95 persen, dengan Margin of Error kurang lebih 2,1 persen.

Direktur Eksekutif INES Nugraheni Kartika Dewi mengatakan, metodelogi yang dilakukan INES melalui penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan agar hasil penelitian mendapatkan data komprehensif. Sehingga mampu memberikan gambaran dalam bentuk nominal yang terukur dan akurat.

Hasil sampel penelitian yang berjumlah 2.180 responden di 400 Kabupaten/Kota memperoleh hasil, jika ada empat faktor yang memengaruhi perilaku memilih Presiden dan wakil Presiden. Sebanyak 45,7 persen responden memilih berdasarkan personal kandidat sebanyak 25,6 persen yang menekankan pada visi, misi, dan program kerja.

“Sebanyak 10,9 persen berupa kesamaan identitas sosial dengan kandidat, dan ketidaksukaan terhadap kandidat Presiden & Wakil Presiden yang lain. Kemudian didasarkan pada lingkungan sosial pemilih yang didominasi oleh pengaruh keluarga sebanyak 17,8 persen,” ujar Nugraheni, Rabu (16/11/2022) dalam keterangan tertulisnya.

Kemudian survei juga mengambil simulasi jika Pemilu digelar hari ini kepada 2.180 responden. Ada sejumlah faktor yang diajukan, seperti personal kandidat yang meliputi rekam jejak kepemimpinan, kemampuan menjalin relasi dengan masyarakat dan lawan politik, karisma, kewibawaan, dan ketegasan tokoh.

“Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang paling banyak dipilih oleh 20,3 persen responden, kemudian di urutan kedua Prabowo Subianto 19,6 persen dan Ganjar Pranowo 8,6 persen. Andika Perkasa 6,3 persen, Sri Mulyani 6,2 persen, Erick Thohir 4,2 persen, Sandiaga Uno 3,4 persen, Khofifah Indar Parawansa 3,3 persen, Anies Baswedan 3,1 persen, Puan Maharani, 1,9 persen Muhaimin Iskandar 1,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 1,2 persen, dan tidak memilih 20,2 persen,” paparnya.

Menurut Nugraheni, keterpilihan Airlangga dibandingkan tokoh lainnya tidak lepas dari faktor rekam jejak kepemimpinannya yang selama dua periode di kabinet Jokowi yang dinilai sangat berhasil kinerjanya. Hal ini terpotret dari simulasi lima tokoh yang disodorkan ke responden.

Hasilnya Airlangga unggul dengan tingkat keterpilihan 30,7 persen, kemudian di urutan kedua Prabowo Subianto 27,1 persen dan di urutan ketiga Ganjar Pranowo dengan 9,2 persen. Kemudian Puan Maharani 5,3 persen dan Anies Baswedan 5,2 persen dan tidak memilih sebanyak 22,5 persen.

“Rendahnya elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan karena belum memiliki rekam jejak di tingkat nasional. Kemenangan mereka berdua di Pilkada tidak fantastis, tidak bisa tembus diatas 70 persen. Beda saat Jokowi memenangkan Pilkada DKI di putaran kedua bisa menang diatas 70 persen,” katanya.

Menanggapi survei INES, peneliti Spektrum Politika Institute Sumatera Barat, Hairunnas mengatakan, survei yang dilakukan Indonesia Network Election (INES) membuktikan bahwa saat ini pemilih masih melihat sosok Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024.

“Airlangga Hartarto memiliki peluang besar untuk menang di Pilpres 2024,karena sosok Airlangga telah membuktikan kinerjanya kepada masyarakat,” kata Hairunnas.

Menurut dia meskipun muncul nama beberapa tokoh lainnya seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Puan Maharani, Muhaimin Iskandar, Agus Yudhoyono, namun nama Airlangga tetap menjadi peluang besar untuk dipilih oleh masyarakat pada Pilpres 2024.

“Walaupun ada beberapa tokoh lainnya, tetapi Airlangga tetap mendapat peluang besar untuk di pilih masyarakat sebagai Capres 2024,” ucap Hairunnas. (Van)

About Post Author