30 November 2022

Dr. Darwan M. Purba, SpM(K), Co-Founder PT NSD/JEC Eye Hospitals and Clinics menyerahkan dukungan secara simbolis kepada Dr. Gusti G. Suardana, SpM(K), Direktur Medik RS Mata [email protected], sekaligus Ketua Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC dan Dokter Subspesialis Konsultan Strabismus JEC Eye Hospitals & Clinics (tengah) dan DR.Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K) selaku Direktur Utama RS Mata JEC @ Kedoya (kanan) usai peluncuran Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC, di Jakarta.(12/11/2022)

SinarHarapan.id-Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan, khususnya gangguan pada mata “Juling”, RS Mata JEC @ Kedoya menggagas “Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC” gratis kepada 100 pasien.

Inisiatif ini menjadi aksi sosial perdana yang berfokus pada penanganan mata juling di Indonesia.
“Penyandang mata juling tidak hanya berisiko terdampak dari sisi kesehatan penglihatannya saja! Strabismus juga memberi impak yang menyulitkan penyandangnya mendapatkan hidup berkualitas. Masyarakat masih melihat penyandang strabismus sebagai kelompok yang ‘berbeda’. Prasangka, kesalahpahaman, dan perlakuan negatif akibat stigma yang keliru turut meningkatkan tekanan sosial yang mau tak mau sering penyandang strabismus alami,” papar Dr. Gusti G. Suardana, SpM(K), Direktur Medik RS Mata JEC @ Kedoya, sekaligus Ketua Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC dan Dokter Subspesialis Konsultan Strabismus JEC Eye Hospitals & Clinics.(12/11/2022)

Sebuah studi terbaru melaporkan prevalensi strabismus (atau biasa disebut mata juling) secara global diperkirakan mencapai 1,93 persen.

Angka ini menunjukan bahwa setidaknya 148 juta orang di seluruh dunia menyandang strabismus.

Sementara, hasil pemeriksaan mata lengkap terhadap 3.009 anak usia 6-72 bulan di Singapura memperlihatkan bahwa 15% di antaranya mengalami strabismus.

Strabismus terjadi akibat gangguan atau kelemahan pada kontrol otak terhadap otot mata sehingga bola mata tidak berada pada posisi yang sejajar satu sama lain (neuromuscular weakness).

Terjadinya strabismus pada anak juga berisiko pengaruhi perkembangan fungsi penglihatannya. Bahkan, tanpa penanganan yang tepat, penyandang strabismus bisa berisiko terkena mata malas (ambliopia) dan gangguan perkembangan binokularitas – yakni gangguan pada pembentukan kemampuan penglihatan tiga dimensi/binokular.

Temuan lain (menyebut penyandang strabismus berisiko mengalami gangguan mental 10 persen lebih tinggi; termasuk lebih rentan terhadap gangguan psikologis seperti keinginan bunuh diri, depresi, ansietas, fobia sosial, hingga skizofrenia.

“Selaras dengan tujuan JEC Eye Hospitals and Clinics untuk terus berupaya mewujudkan visi
mengoptimalkan penglihatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” imbuh Dr. Gusti G. Suardana, SpM(K).

Inisiatif “Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC” mendapatkan dukungan penuh dari jajaran komisaris, direksi dan karyawan JEC Eye Hospitals & Clinics.(Sumber:JEC Kedoya)

Inisiatif “Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC” mendapatkan dukungan penuh dari jajaran komisaris, direksi dan karyawan JEC Eye Hospitals & Clinics. Salah satunya dari Dr. Darwan M. Purba, SpM(K) selaku Co-Founder PT NSD/JEC Eye Hospitals and Clinics yang mendonasikan Rp 150.000.000 untuk penanganan 100 penyandang mata juling, mulai tahap pemeriksaan, tindakan operasi hingga pemulihan.

Semoga masyarakat luas juga teredukasi bahwa mata juling bisa ditangani dan diperbaiki,” tukas Dr. Darwan M. Purba, SpM(K).

Pelaksanaan tindakan operasi terhadap seratus penyandang mata juling akan dilangsungkan mulai 7 hingga 18 November 2023 di Rumah Sakit Mata JEC @ Kedoya.

Pelaksanaan tindakan operasi penanganan mata juling memerlukan persiapan secara ekstensif melibatkan para ahli medis yang mumpuni. Selain tim spesialis mata strabismus JEC (untuk proses bedah mata), tindakan operasi juga melibatkan tim dokter anestesi JEC bersama tim perawat yang kompeten (pasien harus mendapatkan bius umum).

Children Eye and Strabismus Center tidak hanya memiliki tim ahli spesialis mata anak, tetapi disertai dokter anak dan psikolog anaHadirnya “Bakti Sosial Operasi Mata Juling JEC” menguatkan konsistensi JEC untuk menjalankan inisiatif sosial secara berkelanjutan.

Sebelumnya, JEC telah menjalankan “Bakti Katarak JEC” berupa pemberian operasi katarak gratis sejak perusahaan berdiri dengan jumlah penerima manfaat mencapai lebih dari 3.000 orang.

About Post Author