30 January 2023

SinarHarapan.id-Perusahaan kesehatan global Daewoong Pharmaceutical mengakhiri program ‘Say Pain!’ melalui ‘Closing Ceremony Daewoong Social Impactor Ke-2’ pada 6 Desember 2022.

Acara penutupan digelar secara online, di mana terdapat acara pembagian penghargaan untuk Daewoong Social Impactor berprestasi, penyampaian pencapaian dan rencana masa depan untuk kegiatan ‘Say Pain!’ dari Daewoong, dan penjelasan akan pentingnya penggunaan buku AAC.

Seng-ho Jeon, CEO Daewoong Pharmaceutical, dan Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), seorang dokter anak yang berpartisipasi dalam produksi buku bergambar AAC, menghadiri acara tersebut untuk memberikan presentasi tentang visi ‘Say Pain!’ dan perlunya AAC untuk peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas perkembangan.

Sesuai dengan arti dari slogan itu sendiri, kampanye ‘Say Pain!’ bertujuan untuk membantu penyandang disabilitas perkembangan mengekspresikan gejala penyakitnya.

Kegiatan kontribusi sosial ini sudah diluncurkan Daewoong Pharmaceutical di Korea sejak tahun 2019, dan dikembangkan di Indonesia mulai Mei tahun ini.

Pada bulan Mei, Daewoong Pharmaceutical secara resmi memulai kampanye ‘Say Pain!’ di Indonesia dengan dibukanya program ‘Daewoong Social Impactor (DSI)’ ke-2.

Dalam 5 bulan terakhir, 20 finalis DSI telah menghasilkan konten digital tentang disabilitas perkembangan sebagai bagian dari kampanye ‘Say Pain!’.

Konten tersebut diakui telah meningkatkan kesadaran akan isu disabilitas perkembangan dan memunculkan kesadaran untuk memperbaiki lingkungan medis penyandang disabilitas perkembangan.

Para finalis mengunggah 381 total konten di media sosial seperti YouTube dan Instagram, dan mencatat lebih dari 240 ribu penayangan dan 29 ribu like serta komentar.

“Saya menyadari bahwa kami telah mengumpulkan perhatian sosial untuk memperbaiki keadaan medis bagi penyandang disabilitas perkembangan.” ujar Salsha Nur Alfaiza, mahasiswi Universitas Indonesia perwakilan Daewoong Social Impactor berprestasi, dalam sambutannya.(6/12/2022)

Daewoong Pharmaceutical memproduksi buku bergambar AAC ‘Katakan Rasa Sakitmu’ untuk membantu penyandang disabilitas perkembangan di Indonesia agar dapat berkomunikasi secara mandiri dengan dokter dan apoteker sehingga mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Para ahli di bidang disabilitas perkembangan seperti dokter spesialis anak, guru pendidikan khusus, dan peneliti disabilitas perkembangan turut meninjau buku ini dan menyesuaikan isinya dengan bahasa dan budaya Indonesia.

“Buku bergambar AAC ini dapat menjadi sarana komunikasi antara penyandang disabilitas perkembangan dan dokter,” ujar dr. Rini Sekartini, dokter spesialis anak yang ikut serta dalam produksi ‘Katakan Rasa Sakitmu’.

“Jika buku bergambar AAC dibagikan ke institusi medis di seluruh negeri, mereka dapat digunakan secara efektif untuk merawat tidak hanya penyandang disabilitas perkembangan tetapi juga banyak orang lain dengan masalah komunikasi,” tambahnya

Di awali dengan donasi buku “Katakan Rasa Sakitmu” untuk sekolah luar biasa dan lembaga kesejahteraan di Jakarta pada 12 Desember nanti, pendistribusian buku bergambar AAC rencananya akan lebih diperluas di Indonesia dan juga secara online mulai tahun depan.

*AAC: Augmentative & Alternative Communication, yang mencakup metode komunikasi augmentatif dan alternatif untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki kesulitan besar atau kecil dalam ekspresi dan pemahaman bahasa untuk meningkatkan keterampilan komunikasi.

 

About Post Author