28 January 2023

SinarHarapan.id-Investree Conference 2022 (i-Con 2022) kembali digelar tahun ini.

Investree menggelar forum tersebut dengan mengusung tema “Empowering the Grow7h of Creative Industry through Fintech & Digital Ecosystem”.

Menjadi perayaan ulang tahun Investree yang ke-7 dan bagian dari Bulan Fintech Nasional 2022, tahun ini i-Con 2022 hadir dengan topik yang berbeda. Investree akan membahas lebih dalam upaya fintech lending terhadap kebangkitan industri kreatif yang telah menjadi penyumbang angka signifikan pada portofolio penyaluran pinjaman Investree sejak awal berdiri.

Selain itu, turut dibahas strategi pivot pasca pandemi oleh industri hiburan dan solusi perbankan digital bagi kemajuan sektor ini.

i-Con 2022 menghadirkan tokoh/pakar, praktisi, dan rekanan Investree dari industri kreatif untuk mendukung agenda Pemulihan Ekonomi Nasional, seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga S. Uno; Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan, Ogi Prastomiyono; Agro Asia, Female Daily Network, WIR Group, VIA Creative Hub, New Live Entertainment, Visinema, Netra; platform pemelihara ekosistem UMKM Dagangan dan eFishery; Amar Bank; Sahabat Bisnis; serta hiburan oleh Andien dan Dira Sugandi.

“Kali ini, melalui Investree Conference 2022, kami menggali kontribusi industri kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mengapa kita perlu mendukung mereka dari segala sisi. Pada 14 Desember mendatang (hari H i-Con 2022), kami hadirkan juga sejumlah tokoh-tokoh istimewa dari sektor kreatif yang akan memberikan paparan berwawasan luas terkait bidang yang mereka geluti. Harapannya, i-Con 2022 dapat memberikan insight tak ternilai serta menginspirasi para pelaku UMKM kreatif untuk #GrowToge7her dengan memanfaatkan alternatif solusi bisnis sehingga mampu mempermudah dan mengefisienkan proses bisnis mereka.” jelas Co-Founder & CEO Investree Indonesia dan CEO Investree Group, Adrian Gunadi, selaku tuan rumah perhelatan akbar tahunan i-Con 2022.(7/12/2022)

Sementara menurut Chief Sales Officer Investree, Salman Baharuddin, bahwa Investree mencatat pertumbuhan positif dalam kaitannya dengan penyaluran pinjaman kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kreatif di Indonesia. “Dari awal Investree hadir, mayoritas Borrower kami adalah dari sektor kreatif. Pada 2022 saja, kami telah menyalurkan pinjaman Rp1,290 triliun kepada teman-teman pelaku usaha kreatif. Total sejak 2015 sampai sekarang, angka pinjaman tersalurkan khusus untuk sektor ini sebanyak Rp1,636 triliun kepada 327 Borrower. Bidang usahanya bermacam-macam, mulai dari agensi periklanan dan digital, rumah produksi, konsultan kreatif, mode, hingga makanan-minuman,” ujarnya.

Lebih dalam lagi, Adrian menyebutkan sejumlah perkembangan bisnis Investree sepanjang 2022 menuju 2023. Yang pertama, Investree telah mengembangkan solusi bisnis bagi pelaku UMKM, tak hanya fintech lending saja, tapi juga yang lain seperti e-invoice dan penilaian kredit alternatif, bekerja sama dengan Sahabat Bisnis dan AIForesee yang merupakan anak perusahaan Investree Group (Investree Singapore Pte Ltd). Yang kedua, memperluas kerja sama dengan berbagai ekosistem untuk menjangkau lebih banyak pelaku UMKM termasuk pemerintah (LKPP, LPSE, eKatalog), komunitas atau inkubator UMKM, dan lain sebagainya. Yang ketiga, berfokus menjangkau segmen usaha mikro hingga ke daerah pelosok dengan meluncurkan produk Pinjaman Usaha Mikro. Dan yang keempat, meningkatkan kualitas penilaian kredit dan aktivitas fintech lending lainnya dengan memperkuat sistem/teknologi, analisis data, dan perlindungan data pribadi.

AIForesee dan Sahabat Bisnis (SABI) merupakan entitas bisnis dengan fokus berbeda di bawah Investree Group. AIForesee adalah platform penilaian kredit alternatif (alternative credit score) untuk UMKM, yang tercatat di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD).

Di Indonesia, AIForesee merupakan pelopor platform penilaian kredit yang berfokus untuk mendukung penyaluran pinjaman produktif dengan melakukan penilaian kredit UMKM agar mereka dapat mengetahui skor kredit mereka sebelum mengajukan pinjaman ke Lembaga Jasa Keuangan, salah satunya adalah platform fintech lending. Dalam menilai skor kredit pelaku UMKM, AIForesee memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan data alternatif yang dimiliki oleh ekosistem. Ada beberapa variabel yang dinilai oleh AIForesee untuk menghasilkan skor kredit pelaku UMKM antara lain kesehatan finansial yang dapat diproyeksikan dari rerata pendapatan dan keseluruhan omset; perilaku pembayaran yang diindikasikan dari perilaku ketepatan pembayaran tagihan; dan hubungan bisnis dengan pelanggan, jumlah supplier, dan tren media sosial.

Sedangkan Sahabat Bisnis atau SABI adalah platform lending as a service (LaaS) yang menyediakan layanan teknologi berupa akses pinjaman terintegrasi untuk ekosistem Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Berangkat dari masalah pelaku UMK yang seringkali kesulitan mendapatkan pinjaman, SABI menjadi penjembatan antara ekosistem UMK yang membutuhkan dukungan modal kerja dengan lembaga pembiayaan seperti fintech lending Investree dan perbankan.

Dalam hal ini, SABI menghubungkan keduanya secara lebih terintegrasi dengan mengandalkan pengembangan open API. Selain itu, SABI turut mengembangkan fasilitas business health check untuk memeriksa “kesehatan” bisnis pelaku UMK dan penilaian kredit, juga bekerja sama dengan AIForesee. Kolaborasi Investree Indonesia, SABI, dan AIForesee dalam ekosistem Investree Group benar-benar dikedepankan untuk bisa memberikan solusi bisnis yang terpadu bagi UMKM.

 

About Post Author