27 January 2023

Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto saat menutup Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 di ICE Bumi Serpong, Sabtu (10/12/2022). (Dok/SH.ID)

Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022

SinarHarapan.id – Kontingen Wushu Indonesia mencatat sejarah pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 yang ditutup secara resmi Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, Sabtu (10/12/2022).

Pasukan Merah Putih menempati posisi peringkat ketiga dengan perolehan 10 medali emas, 2 perak dan 5 perunggu pada event yang didukung penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Juara umum direbut Kontingen Wushu Iran dengan mengoleksi 13 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Sedangkan China yang mengoleksi 10 emas, 3 perak, dan 2 perunggu menempati posisi kedua.

Prestasi yang dicatat ini benar-benar luar biasa. Karena, atlet-atlet junior Indonesia bisa menunjukkan prestasi dalam  persaingan ketat di kejuaraan dunia yang melibatkan 60 negara dan 2 region (Hongkong dan Macau).

Peningkatan prestasi sangat tajam kerana pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2018 Brasil, Indonesia hanya meraih 1 emas, 4 perak, dan 5 perunggu. “Ini prestasi luar biasa dimana Indonesia mampu merebut 10 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Keren,” kata juara dunia Taolu, Edgar Xavier Marvelo.

Medali emas terakhir Indonesia disumbangkan Raine Elena Liem dari Qiangshu kelompok Junior B Putri. Atlet asal Sasana Rajawali Sakti ini mengantongi 9,176 poin. Medali perak diraih Oubu Ishii dari Jepang dengan 9,100 poin dan Kim Caeyoung dari Korea Selatan meraih perunggu dengan 8,983 poin.

“Saya senang dan bangga bisa menyumbangkan medali emas terakhi bagi Kontingen Wushu Indonesia. Medali emas ini saya persembahkan buat keluarga, teman-teman dan Indonesia,” kata Raine Elena Liem.

Direktur Eksekutif Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 Gunawan Tjokro mengatakan, sebagai tuan rumah, Indonesia patut bersyukur berhasil menempati posisi tiga besar dengan torehan 10 medali emas, 2 perak dan 5 perunggu.

Gunawan Tjokro mengatakan, sebetulnya perolehan emas Kontingen Merah Putih sama yang direngkuh China, yaitu 10. Namun, Tiongkok unggul di perolehan perak. Mereka membawa pulang secara total 10 emas, 3 perak dan 2 perunggu.

“Kita dapat 10 medali emas. Sebenarnya tingkat medali emas kita sama dengan China, tetapi kita kalah satu poin di perak. Sehingga secara keseluruhan kita di posisi tiga (klasemen -red),” kata Gunawan.

Meski begitu, kalau medali itu dipecah lagi maka Indonesia unggul di kategori taolu atau seni jurus. “Tetapi kalau kita pecah lagi, antara taolu dan sanda, karena dengan perolehan 10 medali emas di taolu, kita masih yang teratas. Karena kita tahu sandanya diborong oleh Iran. Jadi sebagai tuan rumah, posisi ketiga kita syukuri. Artinya ada kemajuan. Dengan target 6 medali (emas -red) kita sudah mendapat 10,” ungkap pria yang juga Ketua Pengprov Wushu DKI Jakarta ini.

Apa yang disebutkan Gunawan Tjokro memang benar. Berdasarkan data pertandingan, Indonesia sukses merajai nomor Taolu. Dari 10 emas  yang diraih seluruhnya dari Taolu. Sedangkan China hanya menghasilkan 7 emas dari Taolu dan Iran mendapatkan 6 emas. Hanya saja, Iran memperkokoh dominasinya dengan meraih 7 emas dari nomor Sanda.

Sementara itu, Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh kontingen dari semua negara yang berpartisipasi pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada 60 kontingen yang telah hadir dan berpartisipasi kepada pemerintah, Kemenpora, Pemerintah Tangerang dan Banten, serta sejumlah donatur yang membantu acara ini terlaksana dengan baik.

Juga kepada sejumlah perusahaan yang datang dan untuk menyaksikan wushu, terima kasih. Karena tanpa dukungan kalian kegiatan ini tidak terlaksana,” kata Airlangga.  (non)

About Post Author