27 January 2023

SinarHarapan.id, Jakarta – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin dekat, sejumlah tokoh yang digadang-gadang sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden juga sudah mulai bersafari. Semua dilakukan untuk mendongkrak elektabilitasnya.

Di sisi lain, masyarakat juga melihat sosok Capres dan Cawapres dari kinerjanya selama ini. Sejumlah tokoh yang memiliki track record mumpuni tentu tak kesulitan untuk mendapat suara masyarakat.

Direktur Eksekutif Panel Survei Indonesia (PSI) Ahmad Loksukon mengatakan dari hasil survei menunjukan kriteria Capres sebagai penganti Jokowi dari jawaban yang diinginkan oleh mayoritas responden sebanyak 92,8 sosok yang mau bekerja keras.

90,7 persen menginginkan Capres yang mempunyai jiwa leadership dan kepemimpinan yang kuat, dan sebanyak 93,7 persen punya rekam jejak yang kinerjanya sudah dirasakan masyarakat Indonesia, dan sebanyak 95,7 persen publik menginginkan Capres yang selalu berpihak pada kepentingan rakyat.

Ia juga mengungkapkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di bidang ekonomi yang menyatakan Puas 71,4 persen, Tidak Puas 19,4 persen dan tidak menjawab 9,2 persen.

Kemudian dalam bidang penegakan hukum yang menyatakan Puas 71,4 persen, Tidak Puas 21,4 persen dan tidak menjawab 7,2 persen. Lalu di bidang kesejahteraan sosial (Bansos, Prakerja, Bantuan UMKM, BLT) yang menyatakan Puas 82,6 persen, Tidak Puas 8,3 persen dan tidak menjawab 9,1 persen

Menurut responden tentang arah negara dan bangsa di era pemerintahan Jokowi, sebanyak 83,3 persen menyatakan arah negara dan bangsa sudah pada arah yang tepat dan benar sebanyak 8,1 persen menyatakan arah negara dan bangsa tidak tepat dan benar dan sebanyak 8,6 persen tidak menjawab

“Hasil temuan survei terkait kepemimpinan nasional 2024-2029 sosok presiden yang di inginkan oleh masyarakat dari hasil jawaban para responden tergambar persepsi publik bahwa Masyarakat jengah & bosan dengan pemimpin bangsa yang cenderung berwibawa menjaga sikapnya dengan publik,” terangnya.

Hal ini tergambar dari jawaban 16,0 persen responden yang hanya menginginkan presiden dengan sosok berwibawa dan menjaga sikap pada publik. begitu juga dengan sosok yang merakyat dekat dengan masyarakat, dan memiliki penampilan seperti masyarakat kecil pada umumnya hanya diinginkan oleh sebanyak 18,0 persen.

“Yang paling banyak diidamkan oleh 58,0 persen masyarakat adalah sosok presiden yang dari kinerja yang dihasilkan selama menjabat menjadi pejabat negara benar benar dirasakan dan mempengaruhi peningkatan kualitas kehidupan keluarga masyarakat dan yang tidak menjawab sebanyak 8,0 persen,” ungkap Ahmad.

Dalam survei ini pihaknya juga mengukur preferensi masyarakat terhadap tokoh tokoh bakal capres , sebelum dilakukan prapenelitian untuk menjaring nama nama tokoh yang berpotensi dicalonkan oleh partai politik peserta pemilu 2019 yang memiliki kursi di DPR RI.

Dimana didasarkan UU Pemilu Capres hanya bisa diusung oleh Parpol yang memiliki kursi di DPR RI dari pra-penelitian didapati nama tokoh tokoh diantaranya Prabowo Subianto yang sudah diputuskan oleh Partai Gerindra sebagai Capres Gerindra.

Muhaimin Iskandar dari PKB ,Puan Maharani yang disiapkan oleh PDI Perjuangan untuk maju sebagai Capres dan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Andika Perkasa yang sudah di rekomendasi oleh Partai Nasdem.

Serta Airlangga Hartarto diberi mandat oleh partai Golkar untuk menjadi Capres partai Golkar. Tokoh-tokoh ini semua merupakan pejabat negara yang saat ini aktif di pemerintahan Presiden Jokowi dan di legislatif.

Dari nama tokoh-tokoh tersebut kemudian kepada 1988 responden ditanyakan pengenalan kepada tokoh -tokoh tersebut dan hasilnya Prabowo Subianto menjadi tokoh yang paling dikenal publik dimana sebanyak 90,9 persen.

Responden tahu dan mengenal nama Prabowo Subianto sebagai tokoh yang pernah menjadi capres dua kali dan mendapat dukungan penuh dari kelompok 212 dan Habib Riziq kemudian kalah dari Jokowi.

Kemudian diurutan kedua Ganjar Pranowo dikenal oleh 45,8 persen responden sebagai gubernur Jawa Tengah, Anies Baswedan dikenal oleh 27,4 persen responden sebagai Gubernur DKI Jakarta yang saat pilkada mendapat dukungan penuh dari kelompok 212 dan Habib Riziq.

“Airlangga Hartarto dikenal oleh 58,9 persen sebagai Menko Perekonomian dan juga tokoh yang diberikan tanggung jawab oleh Presiden Jokowi sebagai Ketua KPCPEN untuk memulihkan perekonomian nasional akibat dampak Covid 19 dan penanggulangan Covid-19 juga dikenal sebagai Ketua Umum Golkar,” jelasnya.

Kemudian Puan Maharani dikenal oleh 29,4 persen responden sebagai Putri dari Megawati Sukarnoputri dan Juga Ketua DPR RI. Lalu Jendral Andika Perkasa dikenal oleh 27,5 persen responden sebagai Panglima TNI, Kemudian Muhaimin Iskandar dikenal oleh 23,2 persen responden

Tak hanya itu, dalam survei ini juga dilakukan pengukuran pengaruh kebijakan dan program program para tokoh tokoh tersebut terhadap kehidupan masyarakat selama pejabat tersebut menjabat, dengan memberikan pertanyaan.

“Tokoh mana yang kebijakan dan Programnya paling dirasakan memberikan dampak pada masyarakat dalam 2 tahun terakhir.

Hasilnya Airlangga Hartarto dinilai sebagai tokoh bakal capres yang kebijakannya dan programnya banyak membantu masyarakat disaat masyarakat kesulitan ekonomi keluarganya akibat dampak Covid 19 dan penanggulang Covid 19.

Hal ini tercermin dari 79,4 persen jawaban respoden, kemudian sebanyak 40,2 persen respoden menyatakan Program dan Kebijakan Prabowo Subianto dirasakan oleh masyarakat terutama dalam hal penanggulangan Covid 19 dan rasa aman di Indonesia.

Kemudian sebanyak 40,2 persen responden menyatakan kebijakan Puan Maharani sebagai Ketua DPR banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat di saat Covid-19.

Sebanyak 30,2 persen responden menyatakan kebijakan dan program Andika Perkasa sangat membantu masyarakat disaat Covid-19.

Lalu 7,1 persen responden saja yang menyatakan kebijakan dan program Ganjar Pranowo memberikan dampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat, dan hanya 4,2 persen responden yang menyatakan kebijakan Anies Baswedan mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Sedangkan kebijakan dan program Muhaimin Iskandar hanya dirasakan oleh 2,1 persen responden

Kemudian dari nama nama tokoh tersebut di uji preferensi publik terhadap pilihan masyarakat, jika pilpres digelar hari ini dengan tokoh mana yang akan dipilih dengan pertanyaan tertutup ,maka hasilnya nama Airlangga Hartarto dipilih oleh 29,2 persen responden, kemudian diurutan kedua nama Prabowo Subianto dipilih sebanyak 21,00 persen responden.

Kemudian Andika Perkasa dipilih sebanyak 12,7 persen responden dan Ganjar Pranowo dipilih oleh sebanyak 7,1 persen responden, Anies Baswedan dipilih oleh sebanyak 5,2 persen responden, lalu Puan Maharani dipilih oleh sebanyak 4,1 persen responden dan Muhaimin Iskandar dipilih oleh sebanyak 1,6 persen responden dan yang tidak memilih sebanyak 21,1 persen responden

Namun dari hasil simulasi nama tokoh tokoh jika dipasangkan sebagai Capres dan Cawapres, didapati dari hasil survei pasangan Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo menjadi pasangan yang paling banyak dipilih , dengan tingkat keterpilihan 45,6 persen, Kemudian diurutan kedua Pasangan Prabowo Subianto -Muhaimin Iskandar dipilih sebanyak 19,1 persen, Pasangan Anies Baswedan -Puan Maharani dipilih sebanyak 14,2 persen.

Hasil simulasi tiga pasangan capres yaitu Airlangga Hartarto – Andika Prakasa kemudian Prabowo Subianto – Puan Maharani, serta Ganjar Pranowo – Anies Baswesdan, dan Sandiaga Uno – AHY hasil survei menunjukan preferensi publik terkait pilihannya terhadap ketiga pasangan tersebut.

Pasangan Airlangga Hartarto – Andika Prakasa dipilih sebanyak 34,2 persen responden, lalu Prabowo Subianto – Puan Maharani dipilih sebanyak 30,1 persen dan Ganjar Pranowo-Anies Baswedan 19,5 persen, Sandiaga Uno-AHY 12,5 persen, sementara yang tidak memilih sebanyak 3,7 persen

Hasil survei tentang preferensi publik dalam memilih partai politik yang masuk sebagai peserta pemilu tahun 2019 dengan diberi pertanyaan jika pemilu digelar hari ini maka hasilnya elektabilitas tertinggi ditempati oleh partai Golkar dengan meraih 15,8 persen. Diposisi kedua, diduduki Partai Gerindra dengan memperoleh elektabilitas sebesar 14,6 persen.

Selanjutnya di posisi ketiga, terdapat PDI Perjuangan dengan elektabilitas sebesar 14,7 %. Disusul Partai Demokrat sebesar 5,4 persen dan Adapun, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebesar 5,2 persen. Disusul, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 5,1 persen. Partai Nasdem memperoleh elektabilitas sebesar 4,4persen kemudian Perindo memperoleh elektabilitas 4,2 persen.

Untuk elektabilitas PAN sendiri sebesar 4,1 %. Sementara itu, PPP memperoleh elektabilitas sebesar 4,1%. Kemudian Partai Buruh 2,7 persen, PSI 1,8 persen, Garuda 1,4 persen, PBB 1,1 persen, Hanura 0,8 persen, Berkarya 0,4 persen dan PKPI 0,3 persen dan yang tidak memilih 13,9 persen.

Pengambilan survei PSI mengunakan metode multistage random sampling dan memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan Margin of Error +/- 2,1%

Survei ini dimulai sejak tanggal 1-10 Januari 2023 terhadap 1.988 responden, teknik pengumpulan data survei dilakukan dengan wawancara melalui tatap muka serta sambungan telepon seluler tersebar di 34 provinsi.

Menanggapi hasil survei Panel Survei Indonesia ( PSI) terkait suara masyarakat terhadap pemilihan presiden (Pilpres) 2024 Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing setuju dengan hasil survei PSI yang mengunggulkan Airlangga Hartarto sebagai capres 2024.

Emrus menilai Airlangga Hartarto merupakan sosok yang tepat untuk menjadi presiden 2024. Pasalnya kata dia Airlangga telah membuktikan kinerjanya dalam mengatasi perekonomian Indonesia.

“Saya setuju hasil survei PSI, Airlangga sosok yang tepat menjadi presiden 2024. Lewat kerjanya telah ditunjukkan dalam mengatasi perekonomian di masa pandemi Covid-19,” ujar Emrus, Jumat (13/1/2023).

Selain itu, kata Emrus, Airlangga telah menjadi lokomotif perekonomian di Indonesia. Bahkan telah memperlihatkan hasil yang sangat baik bagi peningkatan perekonomian .

“Airlangga sebagai lomomotif perekonomian Indonesia, bahkan sudah menjadikan perekonomian terus meningkat,” ujarnya.

Sebagai capres 2024, Airlangga dikatakan Emrus memang pantas untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat, sehingga membawa perubahan jauh lebih baik lagi.

Menurut dia, Indonesia membutuhkan pemimpin yang tahu tentang ekonomi. Sehingga kata dia, Airlangga sebagai sosok yang layak di pilih oleh masyarakat.

“Kita butuh pemimpin yang tahu tentang ekonomi, maka Airlangga layak jadi presiden 2024 dan dipilih masyarakat,” kata Emrus Sihombing. (Van)

About Post Author