Cetak 44 Pengusaha Muda, Prudential Indonesia Dorong Perekonomian Indonesia Timur

In Ekonomi

Sinarharapan.id-Sukses menciptakan 33 pengusaha muda asal Papua, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali mencetak 40 calon pengusaha muda peserta program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda gelombang kedua.

Prudential Indonesia terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya Indonesia bagian timur dengan menghasilkan pengusaha muda baru Papua yang tangguh dan profesional.

Program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda merupakan program pelatihan dan pendampingan kewirausahaan bagi kaum muda Papua berusia 18 – 35 tahun.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Community Investment Prudential Indonesia, di bawah pilar Pemberdayaan Indonesia Timur, untuk memberdayakan dan mensejahterakan komunitas lokal di Papua.

Program ini menerapkan kurikulum internasional yang secara khusus telah disesuaikan untuk masyarakat di Papua. Memasuki gelombang kedua, Program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda telah dimulai sejak 15 Desember 2020 dan akan berjalan hingga Juni 2022.

“Kami berhasil menciptakan 33 pengusaha muda asal Papua yang memiliki komitmen berwirausaha yang luar biasa. Kini mereka telah berhasil mengembangkan usahanya lebih jauh lagi dan mengambil peran aktif sebagai pendorong perekonomian lokal dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.” jelas Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia (22/6/2021).

Nini menambahkan, “Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan yang dibutuhkan oleh kaum muda Papua untuk memulai dan berhasil menjalankan bisnis mereka sendiri, sehingga mereka dapat memperoleh yang terbaik dalam kehidupan.”

Selain program pelatihan dan pendampingan, peserta juga diberi kesempatan untuk memperluas jejaring mereka melalui forum-forum pertemuan dengan pengusaha yang difasilitasi oleh Prudential Indonesia dan PJI.

Metode pelatihan secara daring justru memungkinkan para peserta program yang berada di Jayapura untuk dapat menggali ilmu dari para mentor bisnis yang mempunyai reputasi di tingkat nasional.

Pribadi Setiyanto, Chairman of the Executive Board Prestasi Junior Indonesia mengatakan, “Pada penyelenggaraan yang kedua ini, kami melihat adanya peningkatan minat dari kaum muda Papua untuk berpartisipasi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya bidang usaha baru yang digagas di gelombang kedua program ini, seperti budidaya sayuran dan ikan, peternakan, dan kursus Bahasa Inggris.”

Untuk merespons tingginya minat terhadap program ini, kami kembali memberikan kesempatan kepada anak muda Papua yang ada di 5 distrik Kota Jayapura, yaitu Abepura, Heram, Jayapura Utara, Jayapura Selatan, dan Muara Tami, serta memperluas jangkauan wilayah program dengan penambahan 2 distrik baru di Kabupaten Jayapura, yakni Sentani dan Sentani Timur.” ujar Pribadi lagi.

Guna menunjang proses persiapan operasi bisnis, para peserta program telah mengikuti rangkaian pelatihan awal, meliputi ‘Self Awareness Training’ untuk mendorong pengenalan potensi diri dan potensi lokal, ‘Financial Literacy Training’ untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan, ‘Business Preparation Workshop’ untuk membangun semangat kewirausahaan, dan ‘Business Model Workshop’ sebagai pelatihan untuk menyusun strategi bisnis yang akan dikembangkan.

Selain itu, mereka juga diajak mengoptimalkan penggunaan platform digital dalam bisnis, terlebih di tengah pandemi COVID-19, melalui ‘Digital Marketing Training.’

“Meningkatnya peserta yang mendaftar, serta semakin beragamnya sektor usaha yang digeluti, menunjukkan bahwa program ini terbukti dapat menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan kaum muda. Ke depan, kami berharap program ini akan terus menghasilkan bibit-bibit baru pengusaha muda lokal sehingga dapat mengembangkan kewirausahaan di Jayapura, secara khusus, dan wilayah Indonesia timur, secara luas.” papar Dr. drs. Benhur Tomi Mano, MM, Wali Kota Jayapura.

Salah satu peserta gelombang pertama, Rosmina Sarareni, merasakan manfaat yang luar biasa setelah mengikuti program ini. Melalui pelatihan dan pendampingan yang dia jalani, Rosmina berhasil meningkatkan kapasitas produksi Abon Ikan Asar Saireri khas Jayapura dengan mendirikan rumah produksi, serta membuka lapangan kerja bagi 10 orang masyarakat setempat dan memasok bahan baku dari 2 nelayan lokal.

Lulusan program gelombang pertama lainnya, Jeklin Nasendi, terus mengembangkan bisnis jasa rental playstation miliknya dan berhasil mencatatkan peningkatan penjualan/omzet per bulannya hingga 275%.

Papua menjadi salah satu provinsi prioritas pemerintah dalam hal peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019, indeks inklusi keuangan Papua di 2019 berada di level 60,89%, lebih rendah dari indeks inklusi keuangan nasional sebesar 76,19%. Sementara indeks literasi keuangan Papua di tahun yang sama berada di level 29,13%, lebih rendah dari indeks literasi keuangan nasional sebesar 55,7%.

You may also read!

Indonesia Sumbang Penjualan Mitsubishi Motors Secara Global Kuartal Pertama Tahun Fiskal 2021

Sinarharapan.id-PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia dari

Read More...

Bersama PT Dastor, Hettich Siap Pasarkan Produk Andalannya

Sinarharapan.id-Semakin berkembangnya industri furnitur di Indonesia meyakinkan Hettich untuk hadir dan menjadi bagian di dalamnya. Hettich memproduksi berbagai macam solusi

Read More...

Poros Muda Indonesia Apresiasi Polri Bantu Percepat Realisasi Vaksinasi

SinarHarapan.id-Pertumbuhan kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini masih terbilang cukup tinggi, namun angka positif Covid-19 dapat diperangi atau

Read More...

Mobile Sliding Menu