“Damai Untuk Damai”: Kisah dibalik Diplomasi Indonesia bagi Perdamaian Dunia

In Sosial

SinarHarapan.id – Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar, membuka acara Nonton Bareng Webseries “Damai Untuk Damai” di Jakarta pada Sabtu (4/1). “

Pembuatan webseries ini merupakan terobosan dan inovasi Kementerian Luar Negeri dalam upaya membumikan kinerja diplomasi perdamaian dan kemanusiaan Indonesia,” kataWamenlu.

Webseries ini mengkisahkan kehidupan seorang diplomat muda Indonesia dalam menyeimbangkan kehidupan pribadi dan professionalnya.

Damai , karakter utama, merupakan salah satu anggota Satuan Tugas (Satgas) Keanggotaan Indonesia pada Dewan Keamanan PBB yang akan ditugaskan untuk memantau Misi Pemelihara Perdamaian di Kongo.

Webseries ini merupakan produksi bersama Kemlu RI dengan Kompas TV sebagai sarana diseminasi informasi mengenai peran Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB 2019-2020. Kisah kehidupan sehari-hari seorang diplomat diangkat untuk menarik minat dan memudahkan pemahaman masyarakat.

“Webseries ini juga membawa pesan mengenai peran penting perempuan dalam perdamaian, termasuk dalam misi perdamaian PBB. Hal ini merupakan salah satu isu yang menjadi kepentingan Indonesia di DK PBB,” kata Wamenlu RI.

Acara Nobar Webseries ini dihadiri sekitar 200 mahasiswa, kaum muda serta jurnalis, awak media nasional dan influencer media sosial.

Selain pemutaran film, acara Nobar juga meliputi meet and greet dengan para artis pameran, dan menyaksikan penampilan Ezzar, musisi pengisi soundtrack Webseries.

Di sela-sela pemutaran serial, terdapat pula sesi kuis dan dialog interaktif dari Wamenlu RI terkait Keanggotaan Indonesia di Dewan Keamanan PBB.

“Saya sangat mengapresiasi tanggapan positif dari warganet terhadap Webseries “Damai untuk Damai” dan mengharapkan publik dapat terus menonton kelanjutan film ini sampai episode terakhir,” kata Wamenlu RI.

Webseries “Damai Untuk Damai” berjumlah 6 episode dan dapat disaksikan di kanal Youtube Kompas TV serta Kemlu RI, setiap hari Minggu.

eb series. ini. Antara lain Nadia Sukarno, Lionil Hendrik Tikoalu dan Arif Brata.  Sejak tayang perdana pada  22 Desember 2019, web series ini telah menuai berbagai komentar positif dari warganet dan dipandang mampu meningkatkan perhatian masyarakat terhadap peran Indonesia dalam perdamaian dunia.

(Sumber: Kemlu RI)

You may also read!

Rawat Kulit dan Rambut Sesuai DNA dengan Prodia Skin and Hair Genomics

SinarHarapan.id - PT Prodia Widyahusada Tbk kembali meluncurkan pemeriksaan berbasis gen dari rangkaian Prodia Genomics yang ke-9, yakni Prodia

Read More...

Intip Pembuatan Lampu Hias Dari Pipa Paralon

SinarHarapan.id - Lukman (25) menyelesaikan pembuatan lampu hias yang terbuat dari pipa paralon di workshop Bedahan, Depok, Jumat (30/10/2020). Di

Read More...

BBC London Siaran Indonesia 71 tahun, Ditandai Peluncuran Buku

SinarHarapan.id - Ulang tahun ke-71 BBC London Siaran Indonesia yang jatuh pada tanggal 30 Oktober 2020 ditandai dengan peluncuran

Read More...

Mobile Sliding Menu