Dukung Kemajuan Industri Kosmetika, PERKOSMI Giatkan Program Capacity Building

In Fashion

Sinarharapan.id-Industri kosmetik yang merupakan bagian dari pelaku UMKM didalamnya terus berupaya bangkit walau di tengah pandemi.

Diperlukan perhatian dan dukungan pelbagai pihak agar industri ini tetap eksis dan berkembang.

Merujuk Riset Statista.com yang memproyeksikan segmen kecantikan dan perawatan pribadi akan bertumbuh sekitar 6,46% setiap tahunnya (CAGR 2021-2025), hal ini didorong kuat oleh kontribusi penjualan secara online yang diperkirakan akan mencapai 25%2 di tahun 2021.

Begitu juga Studi Kantar Indonesia juga menunjukkan bahwa total segmen kecantikan dan perawatan pribadi di masa new normal (Q42020+Q12021) vs covid outbreak (Q2+Q3 2020) telah kembali bertumbuh sebanyak 3%.

Menyikapi hal tersebut Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) berupaya melakukan beberapa langkah dengan bekerjasama dengan pelbagai pihak.

“PERKOSMI memberikan dukungan penuh kepada pelaku industri kosmetika di tanah air termasuk sektor UMKM, salah satunya adalah program capacity building dimana selama masa pandemi  bekini. Kami bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk Kementerian, BPOM dan pelaku industri untuk berbagi pengalaman dan kiatnya dalam pengembangan bisnis kosmetika dan bangkit secara keseluruhan,” jelas  Sancoyo Antarikso, Ketua Umum Perkosmi dalam acara Temu Anggota dan Halal Bi Halal bertemakan “Meraih Kemenangan Dalam Industri Kosmetika di Indonesia” yang dihadiri oleh segenap anggota PERKOSMI termasuk korporasi dan pelaku UMKM Industri Kosmetika. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Dr.Ir. Penny K. Lukito, MCP., Ketua Umum PERKOSMI Sancoyo Antarikso, Commercial Director Kantar Indonesia Adisti Bramanti. Serta perwakilan perusahaan anggota PERKOSMI melalui panel diskusi, yaitu: Dr. (HC). Dra. Nurhayati Subakat, Apt, Komisaris Utama PT Paragon Technology and Innovation, Michael Justisoesetya, General Manager Professional Products Division, PT L’Oréal Indonesia dan Dra. Machfiyah, Apt, Pendiri PT Aulia Citra Lestari.

Sementara melihat tren bisnis kosmetik tersebut, Dr. Penny K. Lukito, MCP., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, memaparkan bahwa terdapat peningkatan minat dan potensi bisnis kosmetika yang tetap tumbuh, walaupun pandemi melanda Indonesia sejak awal Maret 2020.

Berdasarkan data perizinan yang didapatkan di BPOM, ada peningkatan perizinan notifikasi kosmetik di BPOM, yaitu sekitar kurang lebih 73.000-an notifikasi di tahun 2019; kemudian pada Tahun 2020 menjadi sebanyak 75.500 notifikasi.

BPOM terus mengupayakan percepatan perizinan, program pendampingan UMKM Kosmetika hingga pemanfaatan digital untuk proses perizinan guna mendorong industri kosmetika maju dan berkembang,” jelasnya.

“Potensi pemenuhan kebutuhan kosmetika untuk pasar domestik dan ekspor tentunya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi
pelaku usaha kosmetika di Indonesia untuk terus berkembang dan bertumbuh di tengah krisis pandemi ini”, harap Kepala Badan POM RI.

Lebih lanjut, ia memaparkan setidaknya terdapat tiga hal fundamental yang menunjukan bahwa potensi untuk pengembangan industri kosmetika besar.

“Yakni proporsi penduduk usia muda Indonesia yang besar, pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan penggunaan media sosial di Indonesia yang terus bertumbuh,” jelas Dr. Penny K. Lukito, MCP.

Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menjelaskan Indonesia memiliki potensi industri kosmetika yang sangat besar dan memiliki potensi menghasilkan produk kosmetika yang menarik dan berkualitas, sehingga dapat memenuhi selera dan kebutuhan pasar dunia.

“Industri kosmetika di Indonesia bisa dijadikan sebagai pendukung pariwisata dan
ekonomi kreatif dengan keberagaman kosmetika Indonesia yang didukung dengan potensi kekayaan bahan bakunya. Kemenparekraf juga turut ambil bagian dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dengan harapan dapat meningkatkan konsumsi produksi ekonomi kreatif, membantu berjalannya roda
perekonomian serta UMKM lokal sebagai sarana memasarkan produk kosmetika lokal Indonesia dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya”.

Sementara menurut Adisti Bramanti, selaku Commercial Director dari Kantar Indonesia Divisi Worldpanel menjelaskan “Mode pemulihan yang sedang terjadi di industri kecantikan ini bisa menjadi peluang bagi pelaku industri. Untuk memperbesar peluang ini, yang menjadi kuncinya adalah dengan memahami perilaku dari konsumen terlebih dahulu”.

Ada perbedaan signifikan yang hadir dari masing-masing grup konsumen; misalnya, konsumen yang berusia muda lebih tertarik untuk menggunakan produk perawatan wajah yang memiliki manfaat yang lebih mutakhir, sementara konsumen yang berusia lebih tua cenderung memilih manfaat yang lebih umum dan menggunakan produk kosmetika yang dapat menutupi kekurangan kondisi kulit wajahnya,ujar Adisti lagi.”

Dalam sesi diskusi, ketiga panelis memaparkan pengalaman dan kiat bagaimana menghadapi perubahan-perubahan dimasa pandemi:
• Dr. (HC). Dra. Nurhayati Subakat, Apt, Komisaris Utama PT Paragon Technology and Innovation memaparkan,”Kami menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar sehingga baik produksi dan lapangan dapat berjalan baik. Menjaga motivasi karyawan agar terus semangat termasuk menghapus cemas mereka menjadi hal yang sangat
penting.”
• Michael Justisoesetya selaku General Manager Professional Products Division, PT L’Oréal Indonesia menjelaskan,“Beberapa Langkah yang kami lakukan adalah dengan merancang dan mensosialisasikan ‘Protokol Pencegahan Covid-19 Unit Usaha Salon’ yang menjangkau lebih dari 5000 salon di Indonesia. Selain itu kami juga memberikan berbagai sesi pelatihan guna meningkatkan kapasitas mitra salon dalam menjalankan social commerce / penjualan produk ecer.” jelasnya.
• Dra. Machfiyah, Apt, selaku Pendiri PT Aulia Citra Lestari memaparkan, “Produk utama kami merupakan haircare; berhubungan erat dengan perawatan di salon kami terus berinovasi dan mengembangkan produk-produk yang mendukung perubahan aktivitas dan pola hidup konsumen. Melihat kondisi sekarang, dimana salon dan toko sudah mulai kembali beroperasi di tahun 2021 ini, kami optimis dan yakin bahwa usaha maksimal tak akan membohongi hasil.”

You may also read!

Gruduk Kejari Jaktim, LAKRI Minta Usut Kasus Penggelapan Pajak BPTHB yang Libatkan Mafia Tanah

SinarHarapan.id - DPN Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur, Jumat (25/6/2021). Adapun tujuan kedatangannya

Read More...

Pasca Perpanjangan Subsidi PPnBM, Wuling Umumkan Harga Terkini

Sinarharapan.id-Sejalan dengan rencana pemerintah yang akan memperpanjang kebijakan subsidi PPnBM 100% hingga Agustus 2021, Wuling Motors (Wuling) hari ini

Read More...

The MINI Paddy Hopkirk Edition Hadir di Indonesia

Sinarharapan.id-MINI Indonesia dengan bangga rayakan kemenangan pertama classic MINI pada kejuaraan legendaris Monte Carlo Rally pada tahun 1964 dengan

Read More...

Mobile Sliding Menu