Highlight GTIR 2021 : Serangan Siber Meningkat di Bidang Industri, Kesehatan dan Keuangan sejak 2020

In Teknologi

Sinarharapan.id-Intensitas dan perubahan hidup ke arah digital mempengaruhi serangan siber sejak pandemi Corona mewabah di tahun 2020 lalu.

Aktifitas Industri, farmasi dan kesehatan, keuangan, belanja, bekerja hingga sekolah jarak jauh secara online pun sudah menjadi tren di belahan dunia manapun hingga kini.

NTT Ltd., penyedia layanan teknologi global terdepan dunia, mengumumkan 2021 Global Threat Intelligence Report (GTIR), mengungkap bagaimana peretas dapat memanfaatkan ketidakstabilan dunia dengan menargetkan industri yang paling penting dan rentan karena aktifitas jarak jauh.

Industri kesehatan, manufaktur, dan keuangan mengalami peningkatan serangan tertinggi (masing-masing 200%, 300%, dan 53%), sekaligus total gabungan menjadi 62% dari semua serangan pada tahun 2020, menunjuk peningkatan 11% dari 2019.

Beragamnya penawaran layanan bekerja secara digital karena pembatasan jarak telah menyebabkan kenaikan hingga 67% dari semua serangan, dan meningkat melebihi dua kali lipat dalam dua tahun terakhir ini.

Layanan Kesehatan mengalami 97% serangan jenis ini yang diakibatkan telehealth dan perawatan jarak jauh.

Industri perawatan kesehatan dan manufaktur memiliki nilai yang relatif rendah, yakni masing-masing hanya berada di 1,02 dan 1,21. Nilai ini telah mengalami penurunan dari tahun 2019 dengan masing-masing sebesar 1,12 dan 1,32, sementara di sisi lain tingkat serangan telah meningkat secara signifikan.

Industri manufaktur telah mengalami penurunan nilai selama tiga tahun, hal ini besar kemungkinan dikarenakan terjadinya perubahan dalam lingkungan operasional dan evolusi serangan.

Selain itu, industri keuangan terus menunjukkan patokan nilai yang tertinggi untuk tahun ketiga berturut-turut, yakni berada di 1,84, turun 0,02 dari tahun lalu.

“Tahun lalu kami memperkirakan adanya kenaikan serangan yang ditargetkan secara oportunistik, dan sayangnya terbukti bahwa serangan tersebut sungguh terjadi. Layanan yang diberikan terus dilakukan secara online dan semakin digital untuk masa new normal, organisasi wajib lebih waspada dalam mempertahankan dan menjaga keamanan mereka yang terbaik,” ungkap Kazu Yozawa, CEO NTT Divisi Security.

Di saat malware telah menjadi komoditi karena fitur dan fungsi, malware juga telah menjadi lebih beragam selama setahun terakhir dengan adanya pertumbuhan malware yang multi-fungsi.

Di satu sisi cryptominers telah menggantikan spyware sebagai malware yang paling umum ada di dunia, namun penggunaan malware dengan jenis tertentu yang di tujukan terhadap spesifik industri terus mengalami perkembangan.

Worm paling sering muncul di sektor keuangan dan manufaktur. Industri perawatan kesehatan dipengaruhi oleh trojan karena adanya akses dari jarak jauh, sementara industri teknologi menjadi sasaran ransomware.

Sektor pendidikan diserang oleh para cryptominers karena populernya penambangan crypto di kalangan siswa-siswa dengan memaanfaatkan infrastruktur mereka yang tidak terlindungi sama sekali.

Pasar mata uang crypto adalah contoh utama, di mana para penambang crypto ini telah menyumbangkan 41% dari semua malware yang terdeteksi pada tahun 2020.

XMRig coinminer adalah varian yang paling umum mewakili hampir 82% dari semua aktivitas coinminer bahkan 99% di EMEA.

Mark Thomas, yang memimpin NTT Global Threat Intelligence Center, mengatakan: “Di satu sisi pelaku kejahatan mengambil keuntungan dari bencana global, dan di sisi lain penjahat dunia maya memanfaatkan ledakan pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kedua situasi ini memberi ketidakpastian dan risiko”.

Highlight GTIR 2021 :

· Serangan terhadap manufaktur meningkat dari 7% menjadi 22% dari tahun lalu, serangan yang terjadi di sektor perawatan kesehatan meningkat dari 7% menjadi 17%, dan di sektor keuangan serangan naik dari 15% menjadi 23%.

· Organisasi yang bergerak di berbagai sektor industri telah melihat adanya serangan yang terjadi terkait dengan vaksin COVID-19 dan rantai pasokannya.

· Peluang kejahatan yang terjadi di dunia maya selama COVID-19 semakin intensif, dengan adanya kelompok-kelompok seperti Tim Ozie, Agen Tesla dan TA505, terdapat juga aktor-aktor negara-bangsa seperti Vicious Panda, Mustang Panda dan Cozy Bear yang sangat aktif pada tahun 2020.

· Bentuk malware yang paling sering muncul pada tahun 2020 adalah Miners: 41%; Trojan: 26%; Worm: 10%, Ransomware 6%.

· Cryptominer mendominasi aktivitas di Eropa, Timur Tengah & Afrika (EMEA) dan Amerika, namun di Asia Pasifik (APAC) relatif jarang terjadi.

· OpenSSL adalah teknologi yang paling ditargetkan di Amerika, namun tidak termasuk dalam daftar 10 teratas di kawasan APAC.

· Adanya dampak yang berkelanjutan setelah keputusan Schrems II membatalkan Perlindungan Privasi UE-AS, dan memberi kewajiban tambahan pada organisasi yang memindahkan data pribadi dari UE ke negara ketiga.

· Penelitian NTT menunjukkan bahwa 50% organisasi di seluruh dunia memprioritaskan pengamanan layanan cloud mereka, serta menjadikannya fokus utama keamanan siber selama 18 bulan ke depan.

Menghadapi serangan siber yang terus meningkat, Hendra Lesmana, chief executive officer (CEO) NTT Ltd Indonesia mengungkapkan, perlunya melakukan secure inside menghadapi serangan siber dan harus benar-benar zero trust, agar user terus waspadai dan memberikan perlindungan maksimal.(Sh.id/Iwa)

You may also read!

Gruduk Kejari Jaktim, LAKRI Minta Usut Kasus Penggelapan Pajak BPTHB yang Libatkan Mafia Tanah

SinarHarapan.id - DPN Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur, Jumat (25/6/2021). Adapun tujuan kedatangannya

Read More...

Pasca Perpanjangan Subsidi PPnBM, Wuling Umumkan Harga Terkini

Sinarharapan.id-Sejalan dengan rencana pemerintah yang akan memperpanjang kebijakan subsidi PPnBM 100% hingga Agustus 2021, Wuling Motors (Wuling) hari ini

Read More...

The MINI Paddy Hopkirk Edition Hadir di Indonesia

Sinarharapan.id-MINI Indonesia dengan bangga rayakan kemenangan pertama classic MINI pada kejuaraan legendaris Monte Carlo Rally pada tahun 1964 dengan

Read More...

Mobile Sliding Menu