Informasi Digital, Identitas Digital, dan Jejak Digital dalam Media Sosial

In Teknologi

Sinarharapan.id-Kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo melaksanan webinar digital literasi mengenai Bersama Melawan Kabar Bohong di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.(29/7/2021).

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pegiat media sosial Muhammad Adrian Gumelar, pemengaruh Andi Mauderi Kabir, praktisi hukum Dr. Muhammad Aljebra Aliksan Rauf, SH. MH, serta dosen sekaligus periset Nurul Fadhillah S.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Muhammad Adrian Gumelar yang membawakan tema “Informasi Digital, Identitas Digital, dan Jejak Digital dalam Media Sosial”. Ia menjelaskan tentang definisi informasi digital, kegunaan identitas digital, serta bahayanya jejak digital khususnya phising. Dia juga membagikan tips mengendalikan dan menghindari phising. “Jaga data pribadi, hati-hati mengklik tautan tertentu, lebih teliti membaca informasi, dan meningkatkan keamanan,” katanya.

Berikutnya, Andi Mauderi menyampaikan materi berjudul “Say No to Hoax”. Hoaks adalah informasi yang seolah benar tapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Andi membagikan cara mengenali hoaks, dampak penyebaran hoaks, dan cara menghindarinya. “Berpikir sebelum berbagi, jangan mudah percaya, perhatikan judul dan isi, cek sumber berita, bandingkan informasi, periksa tanggalnya, dan cek kontennya,” jelas Andi.

Sedangkan menurut Muhammad Aljebra Aliksan Raul yang membawakan tema “Digital Safety: Tips Pentingnya Internet Sehat”. Aliksan menjelaskan soal kemudahan akses internet dan manfaat yang diberikan oleh internet. Aliksan juga memaparkan tentang UU ITE, khususnya mengenai pasal berita bohong, dan ancaman jerat hukum bagi pelaku penyebarannya.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Nurul Fadhillah S. menyampaikan tema “Digital Culture: Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, media digital mengubah orang-orang menjadi individu yang gemar beropini. Dia pun membagikan tips menyuarakan pendapat di media digital. “Perhatikan tujuan menulis dan mengeluarkan pendapat, perhatikan kalimat yang digunakan, perhatikan datanya apakah valid, perhatikan diksi yang dipilih agar tidak multitafsir,” pungkasnya.

Salah seorang peserta webinar Leonard Darmawan bertanya kepada Aliksan. “Bagaimana peran pemerintah dalam mengatasi berita bohong yang tersebar di Facebook dan juga Whatsapp? Apakah diampuni secara kekeluargaan adalah jalan bijak?” tanyanya.

“Terkait berita bohong, rekonstruksi hukum yang termuat di berbagai peraturan perundang-undangan sifatnya pasti, karena hukum kan pasti, memberikan manfaat, keadilan adalah justifikasi. Oleh sebab itu kita tidak menutup kemungkinan penegakan hukum harus dilakukan oleh pemerintah terhadap mereka yang menyebarluaskan berita bohong,” jawabnya.

You may also read!

Ini 5 Kategori Podcast yang Inspiratif

SinarHarapan.id, Jakarta - Podcast telah menjadi salah satu konten digital yang sering didengar atau dinikmati oleh masyarakat dewasa ini. Selain

Read More...

Ternyata Bahaya Mikroplastic Di Galon Guna Ulang Lebih Tinggi

Galon Guna Ulang JAKARTA - Kandungan Mikroplastik galon isi ulang atau galon guna ulang berbahan polycarbonate (PC) jauh lebih besar

Read More...

Tim Pulau Jawa dan Papua Akan Bersaing Ketat di Sepatu Roda

Jelang PON XX Papua JAYAPURA– Persiapan cabang olahraga sepatu roda PON XX Papua semakin matang mendekati hari-h. Seluruh panitia pelaksana

Read More...

Mobile Sliding Menu