Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah, Riau, Sumut dan Sumbar Mulai Dilanda Krisis Ruang Faskes

In Eksposisi

SinarHarapan.id – Penambahan kasus positif Covid-19 di Provinsi Riau, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), terus terjadi. Akibatnya tiga provinsi itu saat ini mulai dilanda krisis ruangan fasilitas kesehatan (Faskes), oleh jumlah pasien rawat inap yang terus bertambah.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris, dinyatakannya berdasarkan data per tanggal 3 Mei 2021. Kapasitas keterisian Faskes di Provinsi Riau telah mencapai 59 persen, sementara di Sumut telah mencapai 60 persen dan Sumbar sebesar 56 persen.

“Angka penambahan kasus positif Covid-19 di Riau, Sumut dan Sumbar terus terjadi. Akibatnya dari jumlah fasilitas kesehatan yang disediakan untuk penanganan Covid-19 di daerah itu, saat ini secara keseluruhan telah nyaris penuh. Artinya ketiga provinsi itu saat ini mulai dilanda krisis ruang fasilitas kesehatan,” ujarnya di Jakarta.

Jadi, menurutnya, rata-rata rasio ketersediaan tempat tidur di rumah sakit-rumah sakit di Sumatera khususnya, sudah naik akibat dari adanya puluhan ribu orang yang pulang dari Jakarta ke wilayah-wilayah lain. Oleh sebab itu, sebaiknya kebijakan larangan mudik dari pemerintah untuk menahan laju penyebaran Covid-19 harus didukung.

“Meski kita sudah mulai vaksinasi, bukan berarti sudah aman dong dan sudah boleh kita berpergian. Vaksinasi itu tidak menutup kemungkinan terjadinya penularan, dan ini sudah disebutkan Centers for Disease Control (CDC) di Amerika, kalau vaksin tidak menutup kemungkinan tetap tertular,” terang dia.

Karenanya, kata Charles, langkah pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melarang mudik sudah sangat tepat. Mengapa? Karena tentunya pergerakan manusia dari berbagai wilayah di Indonesia, itu nantinya akan menambah atau menjadi katalis adanya peningkatan angka penularan Covid-19 di Indonesia.

“Ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid ini sudah naik cukup signifikan. Ada rumah sakit yang dalam seminggu naik sampai 10 persen, ada yang lebih, dan ada yang di bawah itu,” ungkap Politikus PDI Perjuangan itu.

Artinya, tambah Charles, tentunya pemerintah harus menggalakkan disiplin prokes karena memang itu senjata yang paling ampuh untuk menahan laju penularan Covid. Seperti masker yang dipakai jauh lebih efektif dan lebih ampuh untuk menahan penularan Covid, dibandingkan dengan vaksin.

“Ini yang menyampaikan bukan saya, tetapi banyak pakar epidemiolog termasuk disebutkan juga oleh kepala CDC di Amerika bahwa masker kita ini lebih ampuh dalam menahan penularan dibandingkan vaksinasi,” ujarnya. SH/Edison

You may also read!

Pasca Perpanjangan Subsidi PPnBM, Wuling Umumkan Harga Terkini

Sinarharapan.id-Sejalan dengan rencana pemerintah yang akan memperpanjang kebijakan subsidi PPnBM 100% hingga Agustus 2021, Wuling Motors (Wuling) hari ini

Read More...

The MINI Paddy Hopkirk Edition Hadir di Indonesia

Sinarharapan.id-MINI Indonesia dengan bangga rayakan kemenangan pertama classic MINI pada kejuaraan legendaris Monte Carlo Rally pada tahun 1964 dengan

Read More...

20 Peserta Kompetisi e-Motorsport TOYOTA GAZOO Racing GT Cup 2021 Masuki Race Day Round 1

Sinarharapan.id-Pendaftaran kompetisi e-Motorsport TOYOTA GAZOO Racing GT Cup 2021 yang dibuka oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) pada 1

Read More...

Mobile Sliding Menu