Kecakapan Digital untuk Menangkal Radikalisme

In Teknologi

Sinarharapan.id-Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo menggelar rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi.

Webinar literasi digital membahas “Berantas Radikalisme melalui Literasi Digital”, berlangsung di Tolitoli, Sulawesi Tengah.(14/9/2021)

Program kali ini diikuti 770 peserta dan menghadirkan empat narasumber, yang terdiri dari Baginda Muda Bangsa selaku pegiat literasi dan Pendiri Generasi Emas Indonesia, Ryan Darmawan selaku jurnalis Kabar Selebes.id dan Humas PWI Poso, Didi Rahmadi selaku dosen Ilmu Politik Universitas Andalas dan Universitas Muhammadiyah Sumbar, serta Ratri Adityarani selaku penulis Blog dan pegiat media sosial.

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Baginda Muda Bangsa tampil sebagai pemateri pertama dengan mengusung tema “Kecakapan Digital untuk Menangkal Radikalisme”. Baginda memaparkan bahwa pemuda menjadi kelompok paling rentan terpapar paham radikalisme karena masih dalam masa labil. Pemuda akan semakin rentan apabila tidak dilengkapi kemampuan berpikir kritis. Hal ini dibuktikan dengan data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bulan Februari 2017 yang menunjukkan bahwa lebih dari 52% narapidana teroris adalah generasi muda.

Sementara menurut Ryan Darmawan yang membawakan tema “Tips Mengenal Berita Palsu dan Verifikasinya”. Ryan membagikan beberapa tips yang dapat berguna untuk mengenali kabar hoaks di media sosial, di antaranya waspada terhadap judul yang provokatif, cermati alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikut dalam grup diskusi anti hoaks.

Didi Rahmadi selaku pemateri ketiga membawakan tema “Tangkal Terorisme, Radikalisme, dan Separatisme lewat Literasi Digital”. Menurut Didi, organisasi kejahatan global baik yang bersifat kelompok maupun individu, menggunakan media sosial untuk merekrut dan melatih anggota baru, berkomunikasi, serta menyebarkan ideologi yang berisi terorisme, radikalisme, dan separatisme.

Pemateri pamungkas, Ratri Adityarani, menyampaikan tema “Memahami Aplikasi Keamanan dan Pertahanan Siber di Dunia Digital”. Ratri menjelaskan bahwa masyarakat dapat membangun dan menjaga keamanan serta pertahanan siber dengan berbagai upaya, salah satunya dengan menggunakan metode otentikasi ganda guna mencegah penyalahgunaan kredensial.

You may also read!

Bakrie Amanah Gelar Khitanan 500 Anak Negeri

JAKARTA - Acara Pembukaan Program Khitanan sebagai bagian dari Festival Muharam Ceria 2021 diselenggarakan di Masjid Roosniah Al-Achmad Bogor,

Read More...

Penelitian Terbaru Mengenai Pengalaman Pelanggan (CX) dari NTT, Teknologi yang Digunakan dalam Pengalaman Pelanggan (CX) Menetapkan Dasar Baru

Sinarharapan.id-NTT Ltd. pada hari ini merilis Global Customer Experience Benchmarking Report (GCXBR) edisi tahun 2021, yakni sebuah survei tahunan

Read More...

PT Blue Bird Tbk Raih Penghargaan Asia’s Outstanding Company 2021

Sinarharapan.id-PT Blue Bird Tbk (Bluebird) sebagai penyedia layanan transportasi darat terdepan di Indonesia kembali meraih penghargaan. Kali ini, Bluebird dinobatkan

Read More...

Mobile Sliding Menu