Peduli Sampah Nasional 2021: Mendorong Keberlanjutan Ekonomi Desa Melalui Pengolahan Sampah Terpadu Jakarta

In Otomotif

Sinarharapan.id-Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap tanggal 21 Februari menjadi suatu pengingat bahwa persoalan sampah harus menjadiperhatian utama berbagai pihak dan melibatkan seluruh komponen masyarakat dalampengelolaannya.

Saat ini, urgensi pengelolaan sampah telah menjadi isu strategisyang mendapatkan perhatian dunia. Menurut data dari KLHK (KementerianLingkungan Hidup dan Kehutanan RI), kondisi timbulan sampah nasional di tahun 2020saja telah mencapai sekitar 67,8 juta ton sampah.

Jumlah ini akan terus bertambahseiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan gaya hidup yang semakinkompleks dan praktis.

Di tahun 2050, komposisi sampah plastik diperkirakan akanbertambah dua kali lipat menjadi 35% dari total timbulan sampah. Persoalan sampah harus diatasi dengan serius. Partisipasi aktif masyarakat dalammemilah dan mengelola sampah, khususnya sampah rumah tangga dan lingkungan,memegang peranan penting.

Sejak 2015, pengelolaan sampah terpadu yangmelibatkan masyarakat (integrated community waste management) telah menjadiprogram pemberdayaan masyarakat daerah sekitar Pabrik Pelumas Shell Indonesia di Marunda, Bekasi.

Kegiatan yang bertajuk Desa BERSEMI (Bersih, Sehat dan Mandiri)merupakan inisiatif penanganan sampah dengan pendekatan ekonomi sirkular yangmengubah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi.Peringatan HPSN tahun 2021 ini bertema “Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi”, dimana salah satu dari fokus Pemerintah Indonesia adalah memperkuatpartisipasi publik dalam upaya menjadikan sampah sebagai produk yang memiliki nilaiekonomi melalui gerakan memilah sampah.

Dian Andyasuri, President Directordan Country Chair Shell Indonesia mengatakan, kegiatan memilah dan mengolahsampah rumah tangga ini telah menjadi bagian yang ditanamkan oleh Shell Indonesiakepada masyarakat yang berpartisipasi dalam program Desa BERSEMI.“Kolaborasi Shell Indonesia dengan warga dan pemangku kepentingan lainnya dalamprogram Desa BERSEMI telah memberikan hasil yang positif untuk kemajuan desa. Program ini sejalan dengan penerapan ekonomi sirkular, serta fokus pemerintah untukmemperkuat partisipasi masyarakat dalam memilah, mendaur ulang, dan menjadikansampah sebagai bahan baku untuk mendukung kegiatan ekonomi,” kata Dian.

Mendorong Kemajuan Desa Lewat Ekonomi Sirkular Sampah Program Desa BERSEMI telah memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Berangkat dari masalahpenanganan sampah yang sudah menahun di lingkungan mereka, Shell Indonesia bersama beberapa warga berinisiatif mengolah sampah untuk dijadikan sumber penghasilan tambahan bagi warga desa.

Melalui berbagai pembinaan dan pelatihan,secara perlahan perilaku 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau mengurangi,menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah, perlahan menjadi budaya dikalangan warga Desa Segara Makmur, Pantai Makmur, dan Samudera Jaya yang berpartispasi dalam program ini. Program Desa BERSEMI melatih dan membina warga dalam mengelola sampahorganik menjadi pupuk, memanfaatkan lahan untuk pertanian, membuat dan menjual jajanan dari olahan tanaman pangan yang ada di lahan mereka, serta memanfaatkansampah plastik untuk memulai usaha mikro kerajinan tangan dan menghasilkan bahanbakar minyak.

Selain dari daur ulang sampah itu sendiri, masyarakat juga mendapatmanfaat ekonomi langsung dengan adanya Bank Sampah di desa Segara Makmuryang mengajak warga untuk ‘menabung’ sampah anorganik, seperti plastik, logam,kaca, kertas.

Dengan ‘menabung’ sampah, warga mendapatkan dana yang dicatat di bukutabungan masing-masing yang dapat diambil ketika mereka membutuhkan.

Sementara itu, sampah yang telah disetor ke Bank Sampah dijual ke para pengepul sampah. Saat ini, telah lahir lebih dari 10 usaha mikro dari program pengelolaan sampah dan lebih dari 200 keluarga yang mendapatkan manfaat secara sosial,ekonomi maupun lingkungan.

Keberhasilan pengelolaan sampah di Program Desa BERSEMI tidak lepas dari peranaktif para kader yang bersemangat dan berkomitmen tinggi untuk membuat perubahan dalam mengelola sampah, menjadi role model dan menggerakan masyarakat secara konsisten di lingkungannya.

Di antara mereka ada Eusebia Markhesy dan Rokaya yang berperan aktif sebagai  pendorong pelestarian lingkungan. Mereka juga menjadi teladan dalam penerapan ekonomi sirkular sampah skala terkecil, yaitu lingkungan rumah tangga. “Saya ajak para tetangga untuk berpartisipasi aktif dalam mengelola sampah rumahtangga yang mereka hasilkan sehari-hari. Saya senang melihat bahwa sampah plastikyang biasanya menjadi timbunan tidak terpakai, sekarang bisa dijadikan berbagai kerajinan tangan untuk dijual dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi kami,”kata Eusabia yang telah ikut dalam program Desa BERSEMI sejak awal. Ia juga proaktif dalam memancing minat para anggota PKK di sekitarnya untuk terlibat dalam pengolahan sampah plastik di desa.

You may also read!

Suhadi Sesalkan Tanah Kliennya Dieksekusi Oleh Putusan yang Salah Alamat

SinarHarapan.id - Kepemilikan tanah oleh H Muhammad Yusuf Arsyad bin Jebing yang berlokasi di Jl Kebayoran Lama no 119 Rt

Read More...

Plaza MINI Bandung, Diler MINI Terbaru dan Pertama di Bandung

Sinarharapan.id-MINI Indonesia bersama dengan PT Plaza Auto Raya resmikan diler MINI terbaru dan pertama di Bandung, Plaza MINI Bandung. PT Plaza

Read More...

Tampilan Tangguh Mitsubishi New Pajero Sport Dengan Inovasi Mumpuni

Sinarharapan.id-Mitsubishi New Pajero Sport yang telah lama cukup dinanti pecinta otomotif tanah air, kini telah resmi hadir untuk pasar

Read More...

Mobile Sliding Menu