Tak Semua Ramai Saat Puncak Mudik, Terminal Bus Sepi, Kapal Ro-ro Kurang Peminat, Okupansi Hotel Turun

In Eksposisi

SinarHarapan.id – Tidak semua jalur mudik mengalami kepadatan atau peningkatan arus mudik. Beberapa lokasi dan sarana mudik justru sebaliknya, masih terasa sepi peminat, padahal H-2 jelang Lebaran 2018 ini bisa dianggap sebagai puncak arus mudik.

Hingga H-2 Lebaran 2018, jumlah pemudik yang berangkat melalui Terminal Pondok Cabe di Pamulang, Tangerang Selatan, terlihat masih sepi. Padahal tercatat sudah ada 33 perusahaan otobus (PO) yang terdaftar memberikan pelayanan di sana.

Berdasarkan pantauan Okezone.com di lokasi, Rabu (13/6/2018), tidak ada peningkatan signifikan dari jumlah penumpang. Loket-loket PO bus yang berada di salah satu ruangan lantai 2 gedung terminal itu juga masih tampak lenggang dari pelayanan tiket.

Okezone.com

Koordinator Terminal Pondok Cabe, Stanley Puspawijaya, menjelaskan bahwa saat ini jumlah rata-rata pemudik yang berangkat melalui Terminal Pondok Cabe mencapai angka 100 hingga 150 orang setiap harinya.

Sedangkan untuk peningkatan penumpang terjadi pada Minggu 10 Juni 2018 dengan jumlah 164 penumpang.

“Masih terbilang sepi ya. Saat ini rata-rata pemudik yang melalui pemberangkatan terminal ini jumlahnya sekira 100 sampai 150 orang,” terang Stanley saat ditemui usai tes urine dan pemeriksaan kesehatan awak bus oleh Dinas Kesehatan Kota Tangsel.

Ia mengatakan, kondisi sepinya pemudik lebih disebabkan persoalan teknis. Agen-agen bus masih menjalankan trayek lama yang mengangkut penumpang di Lebak Bulus dan Pondok Pinang.

“Karena sebagian trayeknya masih ada yang di Lebak Bulus, Pondok Pinang. Ada juga yang buka trayek liar di beberapa lokasi dekat sini. Tapi nanti setelah terminal ini serah-terima, baru kita sosialisasi ke PO bus di luar sana agar bisa bekerja sama,” tambah Stanley.

Menurut dia, operasional menyeluruh dari Terminal Pondok Cabe telah berlangsung sejak tiga pekan lalu. Hal itu didukung pula dengan menambah kelengkapan beberapa fasilitas pelayanan dan jadwal keberangkatan bus.

“Total petugas yang bersiaga ada 33 orang, pegawai dari BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) ada 18 orang, dan dari Dishub tangsel ada 15 orang. Sedang kita siapkan untuk operasional selama 24 jam penuh,” jelasnya.

Terminal Pondok Cabe sendiri nantinya dijadikan terminal terpadu. Bakal ada terminal tipe A, tipe B, dan tipe C di dalamnya. Sayangnya, sejak pertama dibangun pada 2015, peresmian terminal itu sempat beberapa kali tertunda akibat belum rampungnya pembangunan fisik gedung.

“Rencananya tanggal 24 Juni ini akan serah-terima,” kata Stanley.

 

Mudik dengan Kapal Ro-ro

Sementara itu, sarana mudik gratis yang disediakan okeh Kementerian Perhubungan lewat jalur laut, ternyata tidak bisa maksimal menarik minat pemudik.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memang menggelar mudik gratis bagi para pemudik dengan menggunakan kapal Ro-Ro, di Terminal Penumpang, Dermaga Eks Presiden, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/6).

Direktur Angkutan dan Multimoda Kemenhub, Cucu Mulyana, mengatakan mudik gratis kali ini memiliki tiga destinasi. Ketiga destinasi tersebut yakni Semarang, Surabaya, dan Lampung.

Cucu menjelaskan kapal Ro-Ro yang mengangkut para pemudik tersebut berangkat secara bertahap dengan jam yang berbeda, tergantung destinasi akhir.

“Jadwal keberangkatan kapal dari Tanjung Priok (untuk arus mudik) adalah pada hari Rabu (13/6), pukul 09.00 WIB tujuan Surabaya, 13.00 WIB tujuan Semarang, dan 19.00 WIB tujuan Lampung,” ujar Cucu, di Terminal Penumpang, Dermaga Eks Presiden, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/6/2018) kepada Tribunnews.com.

Namun, destinasi menuju Surabaya yang telah berangkat pukul 09.00 WIB hanya terisi 60 persen kuota.

Hanya tujuan Semarang yang kuotanya telah penuh oleh pemudik.

Tujuan Lampung juga masih belum terisi kuota sekira 20 persen. Baru 80 persen kuota yang terisi.

“Untuk seluruh destinasi ke Semarang sudah penuh 100%, Surabaya tadi 60 persen, kalau Lampung masih 80 persen,” ungkapnya.

Redaksi

Hotel Sepi

Salah satu bisnis yang justru terkena dampak keluarnya para pemudik dari kota besar ke kampong halaman adalah bisnis perhotelan.

Libur Lebaran berdampak langsung pada bisnis perhotelan di kota besar-besar seperti Jakarta. Pasalnya, selama libur Lebaran, tingkat hunian (okupansi) hotel turun drastis.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan kepada Liputan6.com, selama libur Lebaran, okupansi hotel di kota besar memang rata-rata mengalami penurunan.

Hal ini lantaran selama periode libur, tidak ada kegiatan, khususnya dari instansi pemerintahan yang biasanya digelar di hotel, seperti seminar dan lain-lain.

Hariyadi mengungkapkan, selama libur Lebaran ini, okupansi hotel di Jakarta diprediksi hanya berada di kisaran 30 persen. “Seperti di Jakarta itu sepi, itu antara 30 persen. Jadi drop,” kata dia.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu, bisnis perhotelan di Ibu Kota dan kota besar lain diperkirakan baru akan kembali normal usai masa libur panjang Lebaran dan instansi pemerintah maupun swasta mulai efektif kembali bekerja.

“Efektivitas (bisnis perhotelan) baru 21 Juni ke atas, mereka mulai kegiatan lagi. Jadi dua minggu ini kita tidak produktif sama sekali,” tandas dia.

 

  • Foto: Okezone.com

You may also read!

Air Mancur Group dan Combiphar Bersama Mewujudkan Perusahaan Consumer Healthcare Terdepan di Indonesia

Sinarharapan.id-Mengawali tahun 2021 ini,  Combiphar megumumkan akuisisi Air Mancur Group. Penggabungan dua kekuatan perusahaan berbasis kesehatan ini guna memantapkan posisinya

Read More...

Erick Thohir Minta Bantuan BPKP Kawal BUMN

SinarHarapan.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi peran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang telah

Read More...

Raker Kejaksaan Agung Bersama Komisi III DPR RI

SinarHarapan.id -  Jaksa Agung Burhanuddin mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa

Read More...

Mobile Sliding Menu