SinarHarapan.id-Panggung Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD, Tangerang, menjadi saksi bisu sebuah perjalanan panjang. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menerima Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan langsung penghargaan itu pada Rabu (14/10/2026). Sebuah pengakuan atas kerja keras puluhan tahun.
Perjalanan TMMIN memang bukan perkara singkat. Sejak ekspor perdana pada 1987, perusahaan ini terus memperluas pasar kendaraan produksi Indonesia. Kini lebih dari 3 juta unit kendaraan Toyota buatan dalam negeri telah dikirim ke berbagai penjuru dunia. Pemerintah dan mitra industri menjadi bagian penting di balik capaian itu.
Kunci ekspansi tersebut terletak pada pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas. TMMIN memakai skema IJEPA termasuk User Specific Duty Free Scheme, ATIGA, serta IUAE-CEPA. Fasilitas itu membuka jalan bagi produk otomotif Indonesia menuju Jepang, negara ASEAN, dan Uni Emirat Arab. Ekspor berjalan lancar sesuai ketentuan berlaku.
Di balik angka ekspor yang mengesankan, ada ekosistem besar yang menopang produksi. Sekitar 360.000 tenaga kerja terlibat dalam kegiatan manufaktur TMMIN. Sebanyak 760 pemasok dari Tier 1 hingga Tier 3 turut menjaga keberlangsungan rantai pasok. Kolaborasi itu membuat industri otomotif nasional mampu memenuhi permintaan pasar global.
Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Perdagangan atas penghargaan tersebut. Ia menyebut Primaniyarta 2026 sebagai bagian dari perjalanan panjang perusahaan mengembangkan manufaktur dan ekspor dari Indonesia. Nandi berharap kerja sama perdagangan terus membuka akses ke pasar baru bagi produk otomotif nasional.
Baca juga :Tingkatkan Daya Saing Global, TMMIN Terapkan “Built in Quality”, Utamakan Suara Konsumen
Secara kumulatif, sejak 1987 hingga September 2026, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.375.490 unit kendaraan utuh ke lebih dari 100 negara. Wilayah tujuannya meliputi Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania. Ekspor juga mencakup kendaraan terurai, komponen, mesin, hingga dies dan jig.

Kinerja ekspor kendaraan utuh terus berlanjut pada 2026. Hingga kuartal ketiga, ekspor CBU Toyota mencapai 223.696 unit atau berkontribusi 60,3 persen terhadap total ekspor CBU nasional yang menyentuh 371.260 unit. Capaian itu tumbuh 2,5 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Kontribusi Toyota semakin memperkuat kinerja ekspor nasional.
Pada TEI 2026, TMMIN menampilkan wajah baru industri manufaktur Indonesia. Selain Veloz HEV Cut Body dan Innova Zenix HEV Cash Carrier Vehicle, perusahaan memamerkan Kopi Wonosalam binaan sejak 2024 yang menerapkan Toyota Production System. Ekspor HEV battery pack assy juga akan direalisasikan pada paruh kedua 2026. Diversifikasi produk terus berjalan.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana, menyebut transformasi elektrifikasi sebagai peluang besar bagi Indonesia. Menurutnya, Indonesia tak cukup menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga harus ambil bagian dalam produksi dan ekspornya. Hingga kuartal ketiga 2026, ekspor Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV mencapai 25.752 unit atau tumbuh 64 persen.
Langkah berikutnya, TMMIN akan mengirim langsung komponen otomotif untuk kebutuhan purnajual ke Amerika Serikat pada paruh kedua tahun ini. Bagi perusahaan, ekspor mencerminkan kemampuan industri nasional menjalankan proses manufaktur sesuai standar pasar internasional. TMMIN berkomitmen terus mengembangkan produk bernilai tambah demi pertumbuhan perdagangan dan industri nasional.
