Otomotif

Strategi Suzuki: Fronx Jadi Lokomotif Ekspor Baru

×

Strategi Suzuki: Fronx Jadi Lokomotif Ekspor Baru

Sebarkan artikel ini
Ekspor Suzuki Fronx Perdana ke ASEAN, Menopang Target 30.000 Unit.(Doc)
Ekspor Suzuki Fronx Perdana ke ASEAN, Menopang Target 30.000 Unit.(Doc)

SinarHarapan.id-PT Suzuki Indomobil secara resmi mengekspor SUV coupe “Fronx” langsung dari pabriknya di Cikarang. Adapun tujuan negara ekspornya adalah negara-negara di kawasan ASEAN.

Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor, Minoru Amano, menetapkan Fronx sebagai tulang punggung ekspor baru perusahaan.(18/11)

SIM menargetkan ekspor sekitar 30.000 unit Fronx hingga tahun 2027. Rencananya, perusahaan mengekspor 10.000 unit per tahun dalam bentuk CBU dan CKD.

Baca juga : Suzuki Memulai Ekspor Suzuki Fronx dan Suzuki Satria untuk Pasar Asia Tenggara

Ekspor Fronx ini diharapkan menyumbang 30% dari total ekspor mobil roda empat Suzuki dalam dua tahun ke depan.

Berkat Fronx, Suzuki memproyeksikan kinerja ekspor melonjak 60% secara year-on-year hingga akhir 2025. Perusahaan menargetkan angka ekspor mencapai 40.000 unit mobil pada tahun ini. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Fronx sendiri telah mencapai 63%.

Amano menegaskan ekspor ini memberikan efek pengganda bagi pemasok lokal. Kegiatan ini juga memperluas jejak bisnis global Suzuki. Manfaatnya turut mengalir ke ekosistem SDM dan perekonomian nasional.

Sejak 1993, Suzuki telah mengekspor lebih dari 800.000 mobil ke lebih dari 100 negara. Pasar ekspornya mencakup Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Eropa. Perusahaan juga mencatatkan ekspor 1,5 juta unit sepeda motor.

Di pasar domestik, Fronx menjadi salah satu model andalan Suzuki. Perusahaan menargetkan penjualan sekitar 2.000 unit setiap bulannya. Data Gaikindo mencatat penjualan wholesale Suzuki mencapai 49.803 unit dalam 10 bulan 2025.

Pabrik Suzuki didukung fasilitas modern.(Doc)
Pabrik Suzuki didukung fasilitas modern.(Doc)

Fasilitas Produksi Modern

Suzuki mengoperasikan fasilitas produksi modern di Cikarang dan Tambun, Bekasi. Pabrik tersebut memastikan stabilitas pasokan untuk memenuhi permintaan ekspor. Setiap pabrik memproduksi tipe kendaraan yang berbeda.

Perusahaan telah menanamkan investasi lebih dari Rp 22 triliun sejak berdiri. Mereka terus meningkatkan fasilitas untuk memproduksi kendaraan secara lengkap. Suzuki juga memproduksi mesin, transmisi, dan kursi secara mandiri.

Ekosistem industri Suzuki didukung oleh lebih dari 800 mitra pemasok. Perusahaan lokal mendominasi dengan kontribusi 55%, sementara 32% di antaranya merupakan UMKM. Dukungan ini memperkuat rantai pasokan untuk ekspor.

Suzuki menggunakan peralatan manufaktur canggih dan robot modern untuk meluncurkan Fronx. Perusahaan juga telah memperoleh status Authorized Economic Operator (AEO) dari Bea Cukai. Status ini menunjukkan komitmen kepatuhan dan kerjasama perusahaan.