Gaya Hidup

Z Flip 7, Ji Chang Wook, dan Empat Sekawan: Babak Baru Perjalanan MMLWF

×

Z Flip 7, Ji Chang Wook, dan Empat Sekawan: Babak Baru Perjalanan MMLWF

Sebarkan artikel ini

Perjalanan Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) memasuki babak baru setelah program 100 CTFP mendunia dan mendapat dukungan langsung dari Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee (IPC) yang menaungi 185 negara.

Foto: IG Ji Chang Wook

SinarHarapan.id –  Kabar menggembirakan datang dari Asian Paralympic Committee (AsPC). Melalui situs resminya, lembaga yang menaungi 45 negara Asia itu mengumumkan pembuatan anthem baru untuk gelaran Asian Para Games dan Asian Para Youth Games mendatang.

Di balik lagu resmi tersebut, kembali hadir nama yang tak asing: Natalia Tjahja, pendiri Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF). Sejak 2018, ia menjadi mitra tetap AsPC dalam menciptakan anthem-anthem untuk perhelatan olahraga difabel terbesar di Asia. Lagu pertamanya mengiringi pembukaan Asian Para Games Hangzhou 2023, dengan musisi Dwiki Dharmawan sebagai penata musik.

Natalia tidak hanya menyumbangkan karya. Ia juga menandatangani perjanjian internasional untuk menyerahkan seluruh royalti anthem itu kepada AsPC. Keputusan tersebut menjadikan lagu-lagunya sebuah warisan budaya untuk kawasan Asia.

Anthem terbaru itu akan kembali menggema pada Dubai 2025 Asian Para Youth Games, 7–14 Desember tahun depan.


100 CTFP: Dari Pesan Parsons hingga Arsip IPC

Perjalanan MMLWF juga memasuki babak baru. Program “100 CTFP” yang diusung yayasan ini mendapat sambutan luas, hingga menarik perhatian Presiden International Paralympic Committee (IPC), Andrew Parsons. Ia memberikan pesan pribadi untuk peluncurannya, sebuah dukungan yang jarang diberikan kepada organisasi non-pemerintah.

Seluruh dokumentasi program 100 CTFP juga akan diarsipkan secara resmi di kantor IPC di Bonn, Jerman—sebuah pengakuan penting bagi kiprah MMLWF dalam advokasi kemanusiaan.

Natalia kini tengah menyiapkan Konser Amal 100 CTFP yang dijadwalkan berlangsung akhir Januari 2026. Dwiki Dharmawan kembali ambil bagian sebagai pendukung utama. Konser itu direncanakan dibuka oleh Sekjen ASEAN Parasport Federation, Wandee Tosuwan, bersama CEO AsPC, Tarek Souei.


Z Flip 7 dan Ji Chang Wook

Dalam perjalanan menuju fase baru yayasannya, Natalia juga mencatat momen personal: ia akhirnya mengganti ponselnya setelah hampir satu dekade. Pilihannya jatuh pada Samsung Z Flip 7. Perangkat ini bukan sekadar alat komunikasi, tetapi—baginya—penanda dimulainya babak baru.

Ponsel lipat itu menghubungkannya dengan sebuah program resmi Samsung yang akan menghadirkan aktor Korea Ji Chang Wook dalam acara pada 28 November mendatang. Kebetulan, sang aktor memiliki tanggal lahir yang sama dengan almarhumah Maria Monique.

Natalia bercerita bahwa suara Ji Chang Wook sering menjadi teman pengusir penatnya ketika ia menciptakan anthem-anthem internasional. “Kadang, justru dari momen santai seperti itu inspirasi muncul,” ujarnya.


Pertemuan Empat Sekawan

Kunjungan Natalia ke Samsung Store Lotte membawa kejutan lain. Di sana, ia kembali bertemu Empat Sekawan—sahabat-sahabat lama yang pernah mendampingi cendekiawan Nurcholish Madjid dalam perjalanan spiritualnya. Pertemuan hangat itu membuka rencana reuni, sebuah langkah untuk merawat kenangan dan semangat kebersamaan.

Natalia berharap dapat menghadirkan Ibu Omi Nurcholish Madjid dalam momen penting tersebut.


Ucapan Syukur di Ulang Tahun

Di tengah rangkaian kabar baik dan langkah baru itu, Natalia menutup harinya dengan satu kalimat yang ringkas namun sarat makna:

“Terima kasih Tuhan atas semua hadiah-hadiah di ulang tahunku tahun ini.”

Begitulah perjalanan MMLWF memasuki fase baru, ditandai musik, karya, sahabat, dan rasa syukur yang memayungi semuanya.