Internasional

UEA Tegaskan Komitmen pada Indonesia, Palestina, dan Sudan

×

UEA Tegaskan Komitmen pada Indonesia, Palestina, dan Sudan

Sebarkan artikel ini

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, menegaskan kembali komitmen negaranya untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia serta memainkan peran aktif dalam penyelesaian krisis regional dan kemanusiaan global.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri. (Foto: SH/Hima Maitreya)

SinarHarapan.id – Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, menegaskan kembali komitmen negaranya untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia serta memainkan peran aktif dalam penyelesaian krisis regional dan kemanusiaan global. Hal itu ia sampaikan dalam media gathering di kediamannya, Jumat (5/12) lalu.

Di hadapan para jurnalis, ia memulai dengan satu pesan utama: pentingnya informasi yang benar dan hubungan yang dekat antara Kedutaan UEA dan media Indonesia.

“Mari berkawan dan menyampaikan informasi yang tepat kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: UEA-Indonesia Luncurkan Rumah Sakit Jantung di Surakarta

Duka untuk Indonesia dan Komitmen Bantuan untuk Sumatera–Aceh

Di awal sambutannya, Dubes Al Dhaheri menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana alam yang melanda Aceh dan Sumatera baru-baru ini. Ia menyebut langsung arahan dari istana UEA.

“UEA selalu bersedia berdiri bersama rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah Indonesia terus berjalan untuk memastikan bantuan kebutuhan pangan, penyelamatan, dan dukungan lanjutan dapat segera dikirimkan.

49 Tahun Hubungan Bilateral: Menuju Emas di 2026

Memasuki bagian utama pidato, Dubes Al Dhaheri memaparkan perkembangan hubungan UEA–Indonesia yang akan memasuki usia 50 tahun pada 2026.

Hubungan yang semula bertumpu pada tiga sektor , pelabuhan, minyak dan gas, serta penerbangan (Emirates dan Etihad), kini berkembang pesat.

Lonjakan Perdagangan

  • 2020: USD 1,9 miliar

  • 2024: USD 5,5 miliar
    → naik 3,6 miliar dolar hanya dalam empat tahun
    → pertumbuhan 20% dari 2023 ke 2024

Investasi UEA di Indonesia

  • Total lima tahun terakhir: USD 14 miliar

  • Pipeline baru: USD 16–36 miliar di berbagai sektor

Bidang baru kolaborasi kini meliputi:

  • energi terbarukan dan geothermal

  • industri pertahanan

  • ketahanan pangan

  • kesehatan

  • pendidikan

  • teknologi dan kecerdasan artifisial

Salah satu proyek menonjol adalah investasi gas alam di Aceh–Laut Andaman, yang disebut akan memasok 9–10 kargo LNG untuk mendukung transisi energi bersih Indonesia.

Tonggak Baru: Rumah Sakit Kardiologi Solo

Dubes Al Dhaheri juga menyoroti peresmian Emirates Indonesia Cardiology Hospital di Solo, sebuah proyek hibah dari UEA.

Presiden RI sempat mengusulkan perubahan nama menjadi Sheikh Mohammed bin Zayed Hospital, namun permintaan itu ditolak oleh pihak UEA.

“Rumah sakit ini hadiah dari masyarakat UEA untuk masyarakat Indonesia. Karena itu, kami menjaga namanya,” ujarnya.

Pada 15 Desember mendatang, rumah sakit tersebut akan melakukan operasi jantung terbuka pertamanya.

UAE dan Diplomasi Regional

Dubes Al Dhaheri kemudian beralih ke isu global, menegaskan peran aktif UEA dalam keamanan, stabilitas, dan pembangunan internasional.

1. Gaza dan Krisis Kemanusiaan Palestina

UEA, katanya, menjalankan operasi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah negaranya:

  • 100.000 ton bantuan

  • melalui 21 kapal, 10.000 truk, 716 penerbangan, dan 221 airdrop

  • total lebih dari 4.076 ton bantuan udara

UAE juga bekerja bersama tim medis Indonesia di Rafah dan rumah sakit lapangan.

“Palestina selalu menjadi prioritas. Mereka berhak memiliki negara merdeka.”

UEA mendukung solusi dua negara dan memandang pernyataan bersama negara-negara Arab–Islam pada 5 Oktober,  termasuk Indonesia, sebagai sinyal kuat untuk mengakhiri perang.

2. Rusia–Ukraina

UEA berperan sebagai mediator senyap:

  • 17 putaran negosiasi

  • pembebasan hampir 4.000 tahanan

“Kami menolak kejahatan dan konfrontasi. Komunikasi adalah kunci,” katanya.

Krisis Sudan: Bantuan Besar, Diplomasi Senyap

Pada bagian akhir, Dubes Al Dhaheri menyampaikan penjelasan panjang tentang Sudan. Ia membeberkan upaya UEA yang selama ini tidak diumumkan secara publik, termasuk rencana pembangunan rumah sakit lapangan yang batal karena pemerintah Sudan menolak proposal tersebut.

Bantuan Kemanusiaan UEA untuk Sudan

  • sejak konflik 2023: USD 784 juta → donatur terbesar kedua setelah AS

  • sejak 2015–2025: USD 4,24 miliar total bantuan

“UEA diam, tapi kami bekerja. Banyak cerita yang hanya menampilkan satu sisi. Kami ingin Sudan damai, dan kami ingin warga sipil yang menentukan masa depan mereka.”

UEA menegaskan tidak mendukung dominasi kelompok militer mana pun, baik SAF maupun RSF, dalam pemerintahan transisi.

Melalui forum The Quad (UEA–AS–Mesir–Arab Saudi), UEA mendorong:

  • gencatan senjata kemanusiaan,

  • transisi sipil, dan

  • penghentian solusi militer.

 Pesan Kebersamaan

Dubes Al Dhaheri mengakhiri pidatonya dengan kembali menekankan pentingnya kemitraan dengan Indonesia, baik dalam isu bilateral maupun kemanusiaan global.

“Setiap negara berpikir bagaimana membantu Palestina. Indonesia dan UEA harus berjalan bersama. Kita berbagi nilai toleransi dan koeksistensi.”

Dubes Al Dhaheri mengajak media dan Kedutaan UEA semakin erat dalam menyampaikan informasi yang benar, sejalan dengan visi UEA di kawasan dan dunia.