SinarHarapan.id – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris menandai babak lanjutan hubungan bilateral Indonesia–Inggris yang kian strategis. Selasa (20/1), Prabowo diterima langsung oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di kantor resminya, 10 Downing Street, dalam pertemuan yang membahas penguatan kerja sama maritim, pendidikan, dan ekonomi.
Starmer membuka pertemuan dengan sambutan hangat, menandai kunjungan ini sebagai kunjungan kedua Prabowo ke Downing Street. Sebelumnya, Prabowo terakhir berada di lokasi yang sama pada November 2024. Menurut Starmer, sejak pertemuan pertama itu, hubungan kedua negara telah meningkat ke level kemitraan strategis dan kini mulai menunjukkan hasil konkret.
“Ini pertanda nyata bahwa hubungan antara kedua negara berkembang dengan cepat,” ujar Starmer.
Salah satu capaian yang disorot adalah kerja sama maritim melalui Maritime Partnership Programme (MPP) yang disepakati kedua negara. Program ini mencakup peningkatan kapasitas angkatan laut Indonesia serta pengadaan lebih dari 1.000 armada perikanan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dari sisi Inggris, kemitraan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.
Starmer menyebut program senilai 4 miliar pound sterling yang dipimpin perusahaan pertahanan Inggris Babcock berpotensi menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja baru di Inggris. Sementara bagi Indonesia, kerja sama ini diharapkan membuka peluang investasi galangan kapal, memperkuat ekonomi pesisir, sekaligus meningkatkan keamanan maritim.
Prabowo menyambut positif kemitraan tersebut. “Kami sangat puas dengan pelaksanaan kemitraan maritim ini. Saya rasa, ini akan menjadi bagian penting bagi perkembangan ekonomi maritim kami,” katanya.
Pendidikan
Selain maritim, pendidikan menjadi agenda utama pembicaraan. Prabowo mengapresiasi pertemuannya dengan pimpinan universitas-universitas riset terkemuka Inggris yang tergabung dalam Russell Group, asosiasi 24 universitas elite seperti University of Oxford dan University of Cambridge. Menurut Prabowo, dialog tersebut sangat produktif dan mencerminkan komitmen bersama dalam pembangunan sumber daya manusia.
Starmer pun menegaskan ketertarikan Inggris untuk memperdalam kerja sama pendidikan dengan Indonesia. Ia menyebut antusiasme Prabowo terhadap sektor ini sebagai modal penting untuk memperluas kolaborasi riset dan pendidikan tinggi.
Di sela agenda resmi, suasana diplomasi sempat mencair oleh kehadiran Larry the Cat, kucing legendaris penghuni tetap Downing Street. Larry melintas santai di halaman saat Prabowo dan Starmer bersalaman, memancing senyum kedua pemimpin. Momen ringan itu mengingatkan Prabowo pada kucing kesayangannya di Indonesia, Bobby Kertanegara, dan menjadi simbol sisi manusiawi dalam diplomasi tingkat tinggi.
Di balik momen hangat tersebut, agenda kunjungan tetap sarat substansi. Prabowo dan Starmer juga membahas penguatan kerja sama ekonomi melalui skema The Economic Growth Partnership (EGP). Saat ini Indonesia tercatat sebagai mitra ekspor terbesar ke-54 bagi Inggris, namun kedua negara sepakat peluang peningkatannya masih terbuka lebar.
Presiden Prabowo tiba di London pada Minggu malam, 18 Januari 2026, dalam rangka kunjungan kerja untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin sejak Desember 1949. Kunjungan ini menegaskan arah baru diplomasi Indonesia yang menekankan kemitraan strategis, konkret, dan berorientasi pada manfaat bersama—dengan sentuhan senyum, bahkan dari seekor kucing.










