Gaya Hidup

Dari Novel ke Panggung, Musikal Perahu Kertas Hadirkan Panggung Berputar dan Visual Dinamis

×

Dari Novel ke Panggung, Musikal Perahu Kertas Hadirkan Panggung Berputar dan Visual Dinamis

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Kisah cinta ikonis Kugy dan Keenan dari novel Perahu Kertas karya Dee Lestari segera hidup di atas panggung musikal. Indonesia Kaya bersama Trinity Entertainment Network menggelar Musikal Perahu Kertas mulai 30 Januari hingga 15 Februari 2026. Pertunjukan ini bakal digelar di Teater Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 kali pementasan.

Musikal ini mengusung tema ‘Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi’ dan melibatkan 38 orang pemeran serta 20 orang tim kreatif. Pementasan menghadirkan konsep artistik panggung berputar dengan permainan layer dan transisi visual yang dinamis. Mereka berjanji menyuguhkan pengalaman menonton yang mendalam dan penuh kejutan.

Produksi ini menggabungkan elemen kreatif dan visual untuk memperkaya cerita. Set panggung yang dinamis dipadukan dengan permainan tekstur dan warna lewat proyeksi visual. Beberapa karakter juga akan dihidupkan lewat teknik puppetry untuk memperdalam makna kisah cinta klasik tersebut.

Kolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST) akan mengiringi seluruh pertunjukan. Orkestra muda ini bertugas menghidupkan kembali lagu-lagu tematik yang mengalun di sepanjang cerita. Mereka berjanji menyajikan aransemen musik yang segar namun tetap menghanyutkan penonton.

Produser musikal ini menyatakan komitmen menghadirkan adaptasi yang setia pada roh novel aslinya. Mereka ingin menangkap esensi perjalanan cinta dan mimpi kedua tokoh utama. Pertunjukan diharapkan bisa menyentuh hati penonton dari berbagai generasi yang akrab dengan kisahnya.

Pemesanan tiket sudah dibuka melalui situs resmi dan platform ticketing terpercaya. Harga tiket bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah. Penyelenggara menyiapkan harga khusus untuk pelajar dan penonton kelompok dalam jumlah besar.

Pementasan ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem seni pertunjukan Indonesia. Kolaborasi antara lembaga kebudayaan, jaringan hiburan, dan orkestra muda diharapkan menciptakan standar produksi baru. Mereka ingin membuktikan bahwa musikal lokal bisa bersaing dengan produksi internasional.

Dee Lestari, penulis novel aslinya, terlibat langsung sebagai penasihat kreatif produksi ini. Ia memastikan adaptasi panggung tetap menjaga integritas cerita dan karakter yang sudah puluhan tahun dikenali pembaca. Dee berharap musikal ini bisa menginspirasi generasi baru untuk terus bermimpi.

Musikal Perahu Kertas menjadi produksi musikal besar pertama di tahun 2026. Rencananya, setelah tayang di Jakarta, produksi ini akan melakukan tur ke beberapa kota besar di Indonesia. Penyelenggara sedang mengkaji kemungkinan membawa pertunjukan ini ke Singapura dan Kuala Lumpur.