SinarHarapan.id- Gisella Anastasia mengaku nyaris menjadi korban love scamming alias penipuan cinta. Hal itu diungkap saat menceritakan karakternya sebagai Tjalita di film terbarunya, Balas Budi.
Dalam perannya, Talitha merupakan seorang selebriti yang tertipu, oleh rayuan pria. Melihat naskahnya, dia mengaku langsung tertarik dengan ceritanya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Meski tak pernah mengalami kerugian finansial seperti di film, mama dari Gempi ini mengakui hampir menjadi korban. Gisel mengenang masa-masa di mana ia pernah berada dalam fase “kurang pintar” dalam urusan percintaan.
“Namanya juga kan belajar hidup ya semua orang pernah punya masa-masa kurang pinternya gitu,” katanya.
“Bego-begonya perempuan tuh kayak wah nih kayaknya real nih gue gitu,” ujar dia lagi.
Pengalaman pribadinya inilah yang menjadi modal utama baginya untuk bisa mendalami karakter Talita. Ia bisa merasakan betul bagaimana rasanya menjadi korban dari sebuah harapan palsu.
Namun, Balas Budi dibalut dalam drama komedi, di mana ceritanya di angkat dari fenomena love scamming (penipuan cinta). Kisahnya mengikuti perjalanan Alma, seorang wanita yang terjebak tipu daya Budi, pria dengan seribu identitas, mulai dari koki palsu hingga pengusaha gadungan. Alih-alih terpuruk dalam kesedihan, Alma memilih jalan yang lebih seru yakni mengumpulkan sesama korban, Ayu, Uli, dan Thalita, untuk membentuk sebuah tim “detektif amatir” demi membongkar kedok sang penipu.
Komedi romantis yang relate dengan kehidupan perempuan, film ini sengaja dikemas dengan mood yang ringan dan cocok dijadikan tontonan pelepas penat.
Dinamika antara Alma, Ayu, Uli dan Thalita menunjukkan bahwa di balik setiap musibah, selalu ada ruang untuk tawa jika dihadapi bersama sahabat.
“Film ini sebenarnya punya nilai kuat untuk perempuan di Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa saat perempuan bersatu, tidak ada yang tidak mungkin bahkan menangkap penipu ulung sekalipun. ‘Balas Budi’ bukan tentang kesedihan, tapi tentang bagaimana kita menertawakan masa lalu atau kebodohan yang pernah kita lakukan dan bangkit dengan cara yang seru. Premis film ini tentu memberikan sesuatu yang fresh di bulan Februari ini” ujar produser Im-a-gin-e, Chetan Samtani.

Foto: Istimewa
Selain menawarkan hiburan, film garapan Im-a-gin-e, Anami,dan Ten Cuts ini juga menyelipkan pesan reflektif tentang maraknya penipuan berbasis relasi emosional yang kerap menyasar perempuan.
Dengan pendekatan yang hangat dan penuh empati, kisah Alma, Ayu, Uli, dan Thalita menjadi representasi bahwa pengalaman pahit bisa diubah menjadi kekuatan ketika dihadapi bersama.
“Kami ingin menghadirkan tontonan yang menjadi ‘feel good movie’ bagi penonton. Isu penipuan memang menyebalkan, tapi lewat pendekatan komedi dan fokus pada persahabatan perempuan, kami ingin memberikan energi positif. Ini adalah film tentang perempuan yang dibalut dengan kumpulan tawa yang bikin penonton games, baper, bahkan sampai misuh-misuh,” tutur sutradara Balas Budi, Reka Wijaya.
Didukung oleh jajaran pemain seperti Yoshi Sudarso, Michelle Ziudith, Niken Anjani, Givina hingga aktor senior Asri Welas dan Ferry Salim, dengan chemistry yang kuat berhasil menangkap keintiman persahabatan perempuan yang khas, mulai dari obrolan receh, saling menguatkan, hingga keberanian untuk tertawa atas keputusan bodoh dalam hidup.
Kehadiran karakter-karakter yang dekat dengan keseharian penonton membuat film ini terasa relevan, sekaligus menjadi pengingat bahwa solidaritas dan humor seringkali menjadi senjata paling ampuh untuk melewati masa sulit dan patah hati.
film Baas Budi akan tayang mulai 5 Februari di bioskop.

