SinarHarapan.id-Produsen otomotif nasional, Lepas Indonesia, bersiap mengumumkan harga resmi SUV PHEV terbarunya, Lepas L8, di gelaran IIMS 2026. Sebelum meluncur, mereka mengundang awak media untuk menguji kendaraan itu di lintasan khusus Pusdiklantas Polri, Serpong. Test drive tersebut justru diwarnai insiden teknis tak terduga pada salah satu unit mobil.
Saat menempuh rintangan speed bump, sebuah komponen penting di bagian as roda, yaitu CV joint, dilaporkan patah. Kejadian ini langsung mencuri perhatian dan menimbulkan tanda tanya mengenai ketangguhan kendaraan. Product Manager Lepas Indonesia, Lalu Indra Wirabhakti, segera memberi penjelasan kepada para awak media yang hadir.
Lalu Indra menegaskan bahwa test drive yang dilakukan merupakan ujian ekstrem atau bumpy test dengan kecepatan tinggi mencapai 80-100 km/jam. Kondisi normal berkendara konsumen, menurutnya, tidak akan pernah menyamai intensitas ujian tersebut. Ia mengklaim kendaraan apa pun akan mengalami kerusakan serupa jika dipaksa melalui ritme getaran terus-menerus dalam waktu lama.
“Apapun mobilnya pasti bakalan seperti itu juga, getarannya tidak selesai-selesai dan itu dalam waktu cepat. It’s normal lah,” jelas Lalu Indra kepada media. Ia menambahkan bahwa unit tersebut telah menjalani uji coba berjam-jam dengan intensitas tinggi sebelum kejadian. Pernyataan ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan konsekuensi wajar dari pengujian ketat.
Di balik insiden tersebut, Lepas L8 PHEV menawarkan sejumlah fitur dan teknologi canggih. Kabinnya dilengkapi dengan layar sentuh vertikal 13,25 inci yang berfungsi sebagai pusat kendali navigasi dan infotainment. Interiornya didesain fleksibel dengan kursi multifungsi dan kabin adaptif yang bisa diubah sesuai kebutuhan.
Fitur unggulan lainnya adalah teknologi Vehicle to Load (VtoL) berkekuatan 6,6 kW. Fitur ini memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik portabel untuk menyalakan berbagai peralatan, mulai dari kompor hingga AC portable. Dimensinya yang besar dengan jarak sumbu roda 2.800 mm menjanjikan ruang kabin yang sangat lega.
Lepas Indonesia tampaknya berusaha mengalihkan fokus dari insiden teknis ke keunggulan produk. Mereka menonjolkan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan kabin yang bisa disulap menjadi ruang kerja atau area bersantai. Semua keunggulan ini akan dipamerkan secara langsung dalam pameran IIMS 2026 mendatang.
Kesiapan Lepas L8 untuk dipasarkan tetap menjadi pertanyaan besar pasca-insiden. Produsen harus meyakinkan calon konsumen mengenai keandalan dan ketahanan kendaraan dalam penggunaan sehari-hari. Tanggapan resmi mereka bahwa kerusakan itu “normal” dalam kondisi uji ekstrem perlu dibuktikan lebih lanjut.
Pasar otomotif nasional kini menanti pengumuman harga resmi yang akan dibeberkan di IIMS 2026. Harga menjadi faktor krusial untuk menentukan posisi bersaing SUV PHEV buatan dalam negeri ini. Performa Lepas L8 di pameran nanti akan menjadi penentu awal penerimaan pasar.
Insiden di Serpong menjadi catatan penting bagi produsen dalam tahap final pengujian produk. Hal ini juga mengingatkan konsumen untuk selalu kritis terhadap kemampuan nyata sebuah kendaraan. Lepas Indonesia dituntut transparan dan memberikan jaminan kualitas terbaik untuk produk andalannya tersebut.
