SinarHarapan.id- Judika baru saja merilis single baru berjudul Terpikat Pada Cinta, sebuah lagu yang menawarkan musikaltas yang berbeda, di mana lagu ini lahir dari sebuah karya yang mempertemukan musik populer dengan kekuatan sastra, menghadirkan pengalaman mendengar yang tidak hanya emosional, juga reflektif bagi pendengarnya.
Ya, lagu ‘Terpikat Pada Cinta’ ternyata diangkat dari puisi karya Melinda E, penulis muda yang karyanya lahir dari perenungan personal, pengalaman batin, serta pencarian makna cinta dan kehidupan. Ia adalah penulis buku kumpulan puisi Jelmaan Merpati, sebuah karya sastra yang memotret cinta bukan sekadar sebagai romansa, melainkan sebagai ruang refleksi, luka, harapan dan keteguhan hati.
Dalam prosesnya, lirik ‘Terpikat Pada Cinta’ diambil dan dikembangkan dari salah satu puisi yang termuat dalam buku Jelmaan Merpati. Puisi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk lagu tanpa menghilangkan ruh sastra yang menjadi napas utamanya. Kata-kata yang awalnya hadir dalam sunyi halaman buku, kini menjelma menjadi nyanyian yang dapat dirasakan oleh jutaan pendengar.
“Aku menulis tentang cinta apa adanya, tidak selalu indah, tapi jujur. Saat puisiku dibaca Kak Rian dan kemudian dipertemukan dengan suara Bang Judika, rasanya seperti puisinya menemukan rumah baru,” kata Melinda di Padel 5ive, Jl. Kirana Avenue, Kelapa Gading, Jakarta pada Rabu (28/1).
Berbeda dari diskografi Judika yang didominasi pop ballad, ‘Terpikat Pada Cinta’ menawarkan nuansa lebih intim dan hangat. Rian D’Masiv sengaja memilih aransemen berbalut musik folk untuk memberikan ruang lebih luas bagi pesan dalam lirik agar tersampaikan dengan syahdu.
“Puisi Melinda sangat jujur dan reflektif. Kami merasa pendekatan folk adalah medium yang paling tepat agar pesan lagunya sampai tanpa berlebihan,” jelas Rian D’Masiv.
Perubahan genre ini menuntut penyesuaian rasa bagi Judika, terutama dalam mengjnterpretasikan emosi yang terkandung dalam tiap bait lagunya. Judika mengaku harus berhati-hati dalam memilah perasaan, karena lagu ini membawa kompleksitas emosi antara indahnya jatuh cinta dan pedihnya patah hati.
“Aku harus menyampaikan dua rasa dalam satu lagu: jatuh cinta dan patah hati. Semua itu ada di liriknya. Ini bukan lagu yang sulit secara teknis, tapi sangat menantang secara rasa,” ujar Judika.
Proses kreatif penggarapan lagu pun memiliki cerita unik, terutama saat puisi karya Melinda untuk pertama kali dipertemukan dengan aransemen musik dan vokal Judika. Melinda terharu dan bangga karena puisinya seolah mendapat nyawa baru lewat interpretasi vokal Judika.
“Aku menulis tentang cinta apa adanya, tidak selalu indah, tapi jujur. Saat puisiku dibaca Kak Rian dan kemudian dipertemukan dengan suara Bang Judika, rasanya seperti puisinya menemukan rumah baru,” ungkap Melinda.
Diproduksi Semesta Records bersama PT Dua Anak Deo, lagu tersebut dapat didengarkan di berbagai digital streaming platform mulai 14 Januari 2026.



