SinarHarapan.id – Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) menggandeng Komunitas Pemuda dan Pelajar Pecinta Hak Asasi Manusia (KOPPETA) untuk memperkuat edukasi HAM di kalangan generasi Z.
Program bertajuk Seraya HAM (Semangat Ramadhan Aksi HAM) tersebut dijalankan melalui diseminasi ke sekolah-sekolah di Jakarta dan Kepulauan Seribu. Kegiatan meliputi diskusi kasus, sosialisasi hak dasar, hingga kaderisasi pelajar sebagai agen edukasi HAM.
“Koppeta HAM sebagai binaan sekaligus kader HAM yang diharapkan menjadi penggerak HAM bagi pemuda dan pelajar,” ujar Giyanto, Direktur Penguatan Kapasitas HAM Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha KemenHAM di Jakarta, Jumat (27/2/26)
“Kami menggandeng koppeta dalam beberapa kegiatan penguatan HAM kepada pelajar dan memberikan support,” imbuh Giyanto.
Sementara itu, Ketua Umum KOPPETA DKI Jakarta, Syavila Zahra Putri Baco, mengatakan sebagian besar siswa hanya mengetahui istilah HAM tanpa memahami substansinya.
“Banyak yang hanya bisa menjawab bahwa HAM itu hak asasi manusia, tetapi belum memahami hak konkret seperti hak hidup layak, hak pendidikan, anti-diskriminasi, dan kebebasan berpendapat,” terang Syavila.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum I KOPPETA, Haryo Satrio Pratomo, menambahkan isu paling dominan yang ditemukan di lingkungan pendidikan adalah praktik bullying dan rendahnya kesadaran perlindungan privasi di ruang digital.
“Sering kali pelajar tidak menyadari bahwa tindakan seperti perundungan atau menyebarkan informasi pribadi orang lain termasuk bentuk pelanggaran hak,” kata Haryo.
Selain bullying, KOPPETA juga mencatat meningkatnya kerentanan remaja terhadap praktik child grooming dan manipulasi emosional di media sosial.
Dalam kurun tiga bulan, tim KOPPETA telah melakukan kunjungan ke lebih dari 20 sekolah. Program ini merupakan bagian dari enam agenda kerja yang telah diselaraskan dengan kebijakan KemenHAM.
“Kami percaya kesadaran HAM harus ditanamkan sejak dini. Ketika generasi muda paham haknya, mereka akan tumbuh menjadi individu yang menghargai sesama dan mampu menciptakan lingkungan yang lebih adil,” pungkas Syavila Zahra Putri Baco.
Dalam program Seraya HAM 200-an siswa antusias mendengarkan paparan Koppeta HAM, terjadi dialog dua arah yang menarik dalam forum tersebut, dari sekian banyak siswa, terdapat sejumlah anak yang ternyata paham dan cakap memaknai Hak Asasi Manusia. ***




