Gaya Hidup

Ah Pek Kopitiam Sajikan Nasi Goreng Berlafaz Rempah Timur Tengah

×

Ah Pek Kopitiam Sajikan Nasi Goreng Berlafaz Rempah Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Nasi Kebuli Digoreng Ala Kopitiam: Inovasi Seasonal yang Klop di Lidah Jakarta-Depok-Bintaro.(Doc: Ah Pek Kopitiam)
Nasi Kebuli Digoreng Ala Kopitiam: Inovasi Seasonal yang Klop di Lidah Jakarta-Depok-Bintaro.(Doc: Ah Pek Kopitiam)

SinarHarapan.id-Tiga hari menjelang Idul Adha, suasana syukur dan kebersamaan mulai terasa di sejumlah sudut ibu kota. Di tengah hiruk-pikuk persiapan kurban dan kunjungan keluarga, sebuah kejutan kuliner hadir dari dapur Ah Pek Kopitiam. Bukan menu klasik seperti roti kaya atau mi sagu, melainkan sebuah inovasi yang tergolong berani: Nasi Goreng Kebuli.

Sejak 25 Mei lalu, menu seasonal ini resmi tersedia di sejumlah gerai Ah Pek Kopitiam yang tersebar di Jakarta, Depok, hingga Bintaro. Keputusan ini bukan sekadar mengikuti tren fusion, tetapi upaya nyata membaca selera publik yang hawillah sensasi baru di momen ibadah dan liburan panjang.

Nasi Goreng Kebuli bukanlah sekadar nasi goreng biasa. Ah Pek Kopitiam mengambil fondasi rasa nasi kebuli—kaya jintan, kapulaga, cengkeh, dan kaldu kambing atau ayam khas Timur Tengah—lalu memadukannya dengan teknik wok hei khas kopitiam. Hasilnya adalah sajian nasi yang gurih, sedikit kering di luar, tapi tetap lembap di dalam, dengan aroma rempah yang lebih membumi dibanding nasi kebuli konvensional.

“Di tempat lain, konsep ini mungkin terdengar asing. Tapi setelah dicoba, rasanya klop sekali,” ujar Aliya Marsha, Marketing Komunikasi Ah Pek Kopitiam, Rabu (28/5).

Fusion Berani di Tiga Kota: Nasi Goreng Kebuli, Jawaban Ah Pek Kopitiam untuk Keluarga. (Doc: Ah Pek Kopitiam)
Fusion Berani di Tiga Kota: Nasi Goreng Kebuli, Jawaban Ah Pek Kopitiam untuk Keluarga. (Doc: Ah Pek Kopitiam)

Aliya menambahkan, keunikan utama terletak pada keseimbangan rasa. Nasi Goreng Kebuli yang sedikit pedas dan kuat rempah itu sengaja didesain agar tidak “bentrok” jika disandingkan dengan minuman khas kopitiam. Menurutnya, harmoni terbaik justru muncul saat menu ini dinikmati bersama Teh Tarik klasik atau varian Artisan Speciality Tea.

Pelanggan sudah bisa memesan Nasi Goreng Kebuli mulai 25 Mei 2026. Gerai yang menyajikan menu ini adalah Ah Pek Kopitiam di Tanjung Duren (Jakbar), Benhil (Jakpus), Margonda (Depok), dan Bintaro (Tangsel). Harga menu ini tidak disebutkan secara detail dalam rilis, namun berdasarkan pengalaman menu seasonal sebelumnya, banderolnya diperkirakan kompetitif untuk ukuran kopitiam modern.

Aliya Marsha menjelaskan bahwa peluncuran ini adalah bentuk adaptasi Ah Pek Kopitiam terhadap momen Idul Adha yang lekat dengan hidangan khas Timur Tengah. Namun alih-alih menyajikan nasi kebuli biasa, mereka memilih jalur inovasi.

“Harapan kami, di momen Idul Adha yang penuh berkah, pelanggan setia bisa menikmati waktu liburan bersama keluarga sambil merasakan sensasi kelezatan baru,” tuturnya.

Strategi ini cerdas. Dengan menggoreng ulang kebuli, Ah Pek Kopitiam tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga sebuah pengalaman: memecah kebekuan tradisi bahwa kebuli harus disajikan dalam keadaan utuh, tidak digoreng. Inilah yang disebut Aliya sebagai “kreasi unik” yang langsung lulus uji rasa internal mereka.

Baca juga : Ah Pek Buka Cabang Baru di Tanjung Duren, Bawa Teknik Kopi Claypot dan Promo Spesial

Target utama menu ini adalah keluarga muda urban di Jabodetabek yang ingin merayakan Idul Adha di luar rumah, tetapi tetap menginginkan sentuhan tradisional. Selain itu, para penggemar kuliner fusion yang sering kecewa dengan padanan rasa yang timpang juga menjadi sasaran.

Meski terbilang baru, antusiasme awal terlihat dari beberapa unggahan pelanggan di media sosial yang memuji paduan nasi goreng yang “wangi rempah tapi tetap familiar”. Bahkan, tak sedikit yang menyebut menu ini sebagai “jawaban atas kebosanan nasi goreng biasa saat Lebaran Haji.”

Menu ini hanya tersedia dine-in dan take away langsung di outlet-outlet yang telah disebutkan. Belum ada informasi mengenai ketersediaan melalui layanan pesan antar daring. Manajemen Ah Pek Kopitiam mengisyaratkan bahwa ini edisi terbatas, sehingga pelanggan disarankan datang lebih awal, terutama pada puncak libur Idul Adha yang jatuh pada 2-4 Juni mendatang.

Dengan peluncuran ini, Ah Pek Kopitiam seolah berbisik: bahwa tradisi dan inovasi tak perlu berkelahi. Cukup digoreng sebentar, ditambah sedikit keberanian, maka lahirlah harmoni yang pas di lidah Indonesia.